TRUMPUK PERSINABUL
MARGA ANGKAT
-----------------------------------------------------------------------------------------------------NABUL (1700)
HUNTA (1725)
ARAN /PINGGAN MATIO (SINGKAPAL) (1750)
PURAM-RAM (1775)
MERAH (1800)
MBARA BUSSUR (Kt Bmelang) (1825)
Tampe (Pa Oembat)(1850)
Sendi (1875)
Oah (1900)
( Perhitungan satu generasi dalam sejarah adalah 25 th)
Basir ( 1925 ) Ayahanda
Saudara Kandung Laki-laki ;
Abdul Muin Angkat. Sabirin Angkat (alm) Syafruddin Angkat, Amin Badri Angkat, Guntur Angkat, Mur Salim Angkat ( alm), Raja Aidil Angkat 1968, Edi Intang Angkat
Saudara Kandung Perempuan :
1. Murniati Br Angkat (faisal, bayu , iqbal, ian)
2. Nuraini Angkat (Deni, Ardiansyah,Dian khusnul, ferdi)
Keponakan laki-laki ;
(Alfarabi Angkat SH Mkn.1980 ,Oka Ari Muda Angkat .) ( Rizky Angkat.) ( M. Yusuf Hanafi Angkat, )
( Fajar Angkat. ) ( Dio Angkat , Bara Angkat,) - -- ( Ihsan Angkat (2006)
Imam Athobrani mengeluarkan sebuah Hadist didalam kitab al awsath: diriwayatkan dari abu hurairah ia berkata: telah bersabda Rasululah saw: barang siapa diberi nikmat oleh Allah , hendaknya memperbanyak membaca alHandulillah, barang isapa yang banyak berbuat dosa, hendaknya membaca istiqfar meminta ampunan kepada Allah. barang isapa rezkinya kurang lancar hendaklah memperbanyak membaca "la haula wala quata uilla billah. baca juga menghidarkan 99 macam penyakit. selanjutnya; khasiat Ashabul Kahfi
Marhaban Ya Ramadhan
March 04, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
DITUJUKAN KEPADA
KEPALA DINAS KEHUTANAN
KABUPATEN DAIRI
TEMBUSAN :
1. KEPALA BP. DAS. SUMATERA UTARA
2. MENTERI KEHUTANAN RI SEBAGAI PELAPORAN
1
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kebun Bibit Rakyat merupakan Program Kementerian Kehutanan yang memiliki maksud dan tujuan yang sangat penting dan baik untuk memperbaiki lahan yang rusak dan lahan yang kritis serta lahan yang tidak produktif. Selain itu dari program KBR ini diharapkan mendapat manfaat ekonomis yang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Untuk memperoleh jenis tanaman yang berkualitas baik, maka sejak awal perlu dilakukan treatmen yang tepat terhadap bibit yang akan ditanam, mulai pelaksanaan seleksi benih, sterilisasi benih, jenis media samai dan sapih yang akan digunakan, pemeliharaan selama di persemaian hingga pelaksanaan seleksi bibit dan metode pengangkutannya ke lapangan.
Selain beberapa treatmen diatas, maka diperlukan pula system pengelolaan yang tepat dan seimbang serta kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait. Selain itu diperlukan pula upaya serius dalam bentuk pembangunan sarana persemaian secara represertative, sehingga beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan bibit dapat berjalan secara optimal.
Mengingat pentingnya ketersediaan bibit dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik, guna mendukung pelaksanaan program rehabilitasi lahan, maka diperlukan pembibitan Tanaman Hutan dan Tanaman Serbaguna (MPTS) yang labih baik melalui program Kebun Bibit Rakyat. Sehingga melalui Program ini diharapkan mampu dibangun dan diwujudkan kembali lingkungan yang sehat dan terpeliharanya lahan serta tegakkan pohon secara baik dan lestari.
1.2 TUJUAN
Secara garis besar tujuan program adalah terbangunnya kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman pada lahan kosong atau lahan kritis serta lahan tidak produktif dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna lainnya, sehingga akan mengurangi lahan yang rusak dan lahan yang kritis menjadi tepatguna, efektif, dan efesien.
Sedangkan beberapa tujuan khusus dari program ini antara lain :
• Menyediakan bibit tanaman yang bermutu baik dan dalam jumlah yang memadai;
• Mengurangi tingkat kematian bibit selama proses distribusi bibit;
• Membantu dalam meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya petani hutan;
• Memberikan pengetahuan kepada masyarakat (transfer tekhnologi) tentang cara pembibitan tanaman.
1.3 SASARAN PROGRAM
Sasaran lokasi Kebun Bibit Rakyat adalah Desa-Desa yang memenuhi keriteria berikut:
1. Diutamakan berada dalam DAS Prioritas;
2. Diutamakan berada di dalam dan di sekitar kawasan Hutan;
3. Memiliki lahan kritis, lahan kosong atau lahan tidak produktif;
4. Mata pencaharian penduduknya bergantung pada sektor pertanian secara umum;
5. Terdapat kelompok pengelola.
2
1.4 LINGKUP PROGRAM
Komponen kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) meliputi :
1. Penyusunan rencana usulan kegiatan kelompok;
2. Pembuatan dan penyedian sarana dan prasarana persemaian;
3. Pengadaan benih;
4. Produksi dan pemeliharaan bibit.
Sedangkan lingkup kegiatan pembuatan kebun bibit yang akan dilaksanakan dalam program ini meliputi :
1. Persiapan lapangan;
2. Pembuatan bedeng sapih;
3. Pemagaran;
4. Pembuatan bedeng pengecambahan;
5. Seleksi benih;
6. Perlakuan benih;
7. Persiapan media semai (komposisi media semai, seterilisasi media semai dsb);
8. Penyemaian (penaburan benih);
9. Penyapihan bibit;
10. Pemeliharaan bibit (penyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantasan hama penyakit dll);
11. Pemanenan dan seleksi bibit.
1.5 KELUARAN PROGRAM
Beberapa hasil yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini antara lain :
1. Tersedianya bibit yang berkualitas, baik secara fisiologis dan genetik dalam jumlah yang memadai;
2. Tertanaminya lahan yang kosong dengan tanaman yang bernilai ekonomi dan berfungsi lindung;
3. Terbentuknya kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai kelompok pengelola program kebun bibit rakyat.
1.6 POLA PENGEMBANGAN PROGRAM
Pola yang akan dijalankan dalam pengembangan program ini adalah pola kemitraan partisipatif, yakni terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan, konstruktif dan dinamis antar pihak supporting program (instansi dan lembaga terkait) dan masyarakat.
3
II. PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1. SOSIALISASI PROGRAM
Sosialisasi program dilakukan kepada pihak-pihak terkait, seperti lembaga pemerintah daerah dan masyarakat penerima program. Hal ini bertujuan untuk : (1) memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program yang akan dilaksanakan, (2) mendapatkan dukungan secara positif dari semua pihak, khususnya pihak-pihak yang terkait dan berpengaruh dalam masyarakat, agar seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal.
2.2. PELATIHAN PENGADAAN BIBIT
Beberapa materi yang akan disajikan pada kegiatan pelatihan ini meliputi : (a) pengenalan benih tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS), (b) treatmen benih tanaman, (c) metode penyiapan media tabur (semai) dan penaburan benih, (d) penyiapan media sapih dan penyapihan, (e) metode pemeliharaan bibit, (f) pemanenan dan seleksi bibit dan (g) distribusi bibit.
2.3. PENGADAAN BIBIT
Jenis bibit yang akan dikembangkan dalam program ini keseluruhannya tergolong jenis tanaman cepat tumbuh, yakni jenis Sengon sedangkan jumlah bibit yang akan dibuat dalam satu unit KBR adalah sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) batang bibit.
Adapun beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pengadaan bibit meliputi :
a. Seleksi Benih
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh benih yang berkualitas tinggi. Benih yang bermutu baik memiliki beberapa karakteristik antara lain : (1) berdaya kecambah tinggi (diatas 70%), (2) persen kemurnian tinggi, dan (3) bersertifikat (teruji dan diketahui asal benih dan lain sebagainya).
b. Perlakuan Benih
Kegiatan ini dilakukan untuk memacu benih agar mampu berkecambah dalam waktu cepat tanpa merusak dan menurunkan kualitas bibit serta terbebas dari hama dan penyakit. Jenis perlakuan yang akan diaplikasikan untuk jenis Pembibitan secara sederhana dan praktis yakni menyiram benih dengan air dan membersihkan benih tersebut dari kotoran.
c. Persiapan Media Sapih
Media sapih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pengecambahan benih, karena keberadaan media ini ikut berperan dalam menentukan tingkat kelembaban dan besarnya suplai oksigen di sekitar benih, dalam mempercepat proses pecahnya kulit biji, yang selanjutnya diikuti oleh terjadinya pengecambahan.
Selain itu media juga merupakan faktor eksternal yang berperan sebagai penentu bibit, sehingga melalui treatmen media yang baik, seperti perlakuan sterilisasi yang tepat terhadap media semai sebelum digunakan, akan mampu mencegah dan menekan munculnya jamur perusak / pembusuk akar.
Adapun jenis media yang akan digunakan dalam tahap penyemaian ini adalah pasir atau campuran tanah, sekam dan kompos (perbandingan 2 : 1 : 2) yang telah disterilkan.
4
d. Penyemaian (Penaburan Benih)
Kegiatan penyemaian dilakukan segera setelah benih mendapatkan perlakuan yang tepat pada media semai yang telah disiapkan. Untuk mempercepatkan proses pengecambahan benih beberapa perlakuan yang harus diaplikasikan antara lain : (1) penyiraman yang cukup terkontrol, agar kelembaban disekitar benih dapat dipertahankan, (2) memberikan cahaya yang cukup, agar proses etiolasi dapat dihindari dan (3) aerasi cukup, agar suplai oksigen disekitar benih tersedia dengan baik.
e. Persiapan Media Sapih
Media sapih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam pengadaan bibit, karena peran media ini disamping sebagai penopang tegaknya bibit, juga sebagai penentu tingkat kelembaban, suplai oksigen dan ketersediaan nutrisi (unasur hara) di sekitar perakaran bibit. Adapun jenis media semai yang akan digunakan dalam pengadaan bibit ini antara lain : tanah topsoil, kompos, sekam padi (perbandingan 2 : 1 : 1).
f. Penyapihan Bibit
Kegiatan penyapihan dilakukan segera setelah benih berkecambah, kelopak biji telah terlepas dan telah keluar akar leteralnya (umur bibit kurang lebih telah dua sampai tiga minggu setelah kecambah).
g. Pembuatan Bedeng Sapih
Bedeng sapih adalah areal khusus yang dipergunakan sebagai tempat untuk menaruh dan menyimpan bibit setelah disapih. Pada umumnya ukuran bedeng sapih 5 meter persegi (lebar 1 meter dan panjang 5 meter). Beberapa perlakuan yang harus diberikan terhadap bibit selama berada dalam bedeng sapih, antara lain : Penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pemberantasan hama penyakit.
h. Pemeliharaan
Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemeliharaan antara lain : Penyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantasan hama penyakit dan lain-lain.
i. Pemanenan dan Seleksi Bibit
Kondisi ini dimaksudkan agar bibit memiliki daya adaptasi yang tinggi setelah ditanam dilapangan. Selain itu sebelum bibit di distribusikan kelapangan terlebih dahulu dilakukan penyeleksian untuk memperoleh bibit yang baik, antara lain : (1) tinggi minimal 25 cm, (2) media kompak, (3) batang berkayu dan tunggal, (4) tajuk sehat dan lain sebagainya.
5
2.4. WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM
Waktu pelaksanaan program ini didesain selama lebih kurang 6 bulan, dimulai sebelum musim penghujan tiba. Adapun rincian alokasi waktu tersebut adalah sebagai berikut : (1) 0,5 bulan sosialisasi dan pelatihan, (2) 0,5 bulan untuk persiapan lahan persemaian, (3) 4 bulan penyiapan bibit dan (4) 1 bulan stressing bibit sebelum ditanam dilapangan agar bibit memiliki daya adaptasi setelah ditanam dilapangan.
2.5. LOKASI PROGRAM
Program pembibitan ini akan dilaksanakan pada beberapa lokasi Kelompok Tani. Adapun penetapan lokasi yang akan diperuntukkan sebagai areal persemaian, terlebih dahulu akan diawali dengan melakukan survei untuk memastikan kelayakan lokasi tersebut dan kesesuaiannya dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai areal persemaian.
Lokasi Program terletak di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
2.6. PELAKSANA PROGRAM
Pelaksana Program KBR adalah Kelompok Tani Dos Arih dengan Susunan Pengurus sebagai berikut :
Ketua : RAJA AIDIL ANGKAT
Sekretaris : J. BAKO
Bendahara : ADI WARDOYO
Anggota :
1. J. LIMBONG
2. JONG KENEDY PADANG
3. PADANG
4. DORIS
5. DARMI DABUTAR
6. N. PADANG
7. NUR BOANGMANALU
Lokasi Program berada di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
6
Sekilas tentang Kelompok Tani DOS ARIH
Kelompok tani ini sebenarnya telah ada sejak lama melalui jalinan silaturahmi dan saling tukar informasi serta saling bantu-membantu dalam menggarap lahan pertanian maupun kebun, bahkan saat menjaga serangan hama terhadap usaha pertanian yang ada khususnya milik para anggota. Namun, saat itu tidak terbentuk secara administrasi yang diakibatkan keterbatasan pengetahuan maupun tidak adanya bimbingan maupun bantuan yang didapatkan, sehingga tidak memerlukan ”pengakuan/penguatan” melalui administrasi resmi.
Keberadaan Desa Kuta Padang yang banyak memiliki hutan desa dan terdapat pula aliran sungai sedang dan anak sungai sebagai penyangga daerah aliran sungai serta berada sebagai pendamping suaka marga satwa Pakpak, bahkan hutan produksi. Terlebih, daerah kami telah dikenal sebagai penghasil kayu terbesar sejak dahulu, namun kini sejak kayu di hutan habis dan larangan menebang diberlakukan delapan tahun silam, masyarakatnya beralih profesi menjadi petani untuk menyambung hidupnya.
Akibat penebangan hutan berpuluhan tahun lamanya tanpa dilakukan penanaman kembali, maka saat ini didaerah kami terdapat banyak kawasan-kawasan tandus yang perlu ditanami dengan pohon apapun agar terjaminnya kestabilan alam. Sejalan dengan semangat itu pula, kami berniat menanam lokasi-lokasi dimaksud termasuk lahan-lahan kami dengan tanaman keras namun dapat diambil manfaatnya tanpa harus menebang pohonnya.
2.7. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan oleh penanggung jawab program, untuk mengetahui perkembangan program secara konkrit. Sedangkan untuk laporan monitoring dan evaluasi kepada pihak donator dilakukan 2 bulan sekali atau sesuai kesepakatan antara lembaga pelaksana dengan lembaga pemberi dana.
2.8. BIAYA PROGRAM
Anggaran yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pembibitan Kebun Bibit Rakyat (KBR) Sengon, Karet adalah sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
7
Nomor : / /SS/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Provinsi Sumatera Utara
Di –
Medan
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : Dos Arih Desa Kutambalng Kacamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon ( 25.000 batang), Karet (25.000 batang), dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama Dos Arih, dan Nomor Rekening ..............................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidikalang, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J.BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan : Kepala BP DAS SUMATERA UTARA
PROPOSAL PEMBANGUNAN KEBUN BIBIT RAKYAT
Jenis Tanaman : Sengon, Karet
Kelompok Tani : Dos Arih
Desa/lingk II : KutaPadang
Kecamatan : Sidikalang
Kabupaten : Dairi
Provinsi : Sumatera Utara
Nomor : / /SM/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Kabupaten Dairi
Di –
Sidikalang
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : Dos Arih Desa/lingkungan Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon sebanyak 54.000 batang, dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluhempat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama Dos Arih, dan Nomor Rekening ..................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidiangkat, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J. BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan :
- Kepala BP DAS Sumatera Utara
- Pertinggal.
Nomor : / /SS/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Provinsi Sumatera Utara
Di –
Medan
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : SADA ARIH Di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kacamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon ( 25.000 batang), Karet (25.000 batang),), dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama SADA ARIH, dan Nomor Rekening ..............................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidiangkat, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J. BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan : Kepala BP DAS SUMATERA UTARA Marhaban Ya Ramadhan March 04, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
KEPALA DINAS KEHUTANAN
KABUPATEN DAIRI
TEMBUSAN :
1. KEPALA BP. DAS. SUMATERA UTARA
2. MENTERI KEHUTANAN RI SEBAGAI PELAPORAN
1
I. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Kebun Bibit Rakyat merupakan Program Kementerian Kehutanan yang memiliki maksud dan tujuan yang sangat penting dan baik untuk memperbaiki lahan yang rusak dan lahan yang kritis serta lahan yang tidak produktif. Selain itu dari program KBR ini diharapkan mendapat manfaat ekonomis yang lebih baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Untuk memperoleh jenis tanaman yang berkualitas baik, maka sejak awal perlu dilakukan treatmen yang tepat terhadap bibit yang akan ditanam, mulai pelaksanaan seleksi benih, sterilisasi benih, jenis media samai dan sapih yang akan digunakan, pemeliharaan selama di persemaian hingga pelaksanaan seleksi bibit dan metode pengangkutannya ke lapangan.
Selain beberapa treatmen diatas, maka diperlukan pula system pengelolaan yang tepat dan seimbang serta kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait. Selain itu diperlukan pula upaya serius dalam bentuk pembangunan sarana persemaian secara represertative, sehingga beberapa tahapan yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan bibit dapat berjalan secara optimal.
Mengingat pentingnya ketersediaan bibit dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik, guna mendukung pelaksanaan program rehabilitasi lahan, maka diperlukan pembibitan Tanaman Hutan dan Tanaman Serbaguna (MPTS) yang labih baik melalui program Kebun Bibit Rakyat. Sehingga melalui Program ini diharapkan mampu dibangun dan diwujudkan kembali lingkungan yang sehat dan terpeliharanya lahan serta tegakkan pohon secara baik dan lestari.
1.2 TUJUAN
Secara garis besar tujuan program adalah terbangunnya kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman pada lahan kosong atau lahan kritis serta lahan tidak produktif dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna lainnya, sehingga akan mengurangi lahan yang rusak dan lahan yang kritis menjadi tepatguna, efektif, dan efesien.
Sedangkan beberapa tujuan khusus dari program ini antara lain :
• Menyediakan bibit tanaman yang bermutu baik dan dalam jumlah yang memadai;
• Mengurangi tingkat kematian bibit selama proses distribusi bibit;
• Membantu dalam meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya petani hutan;
• Memberikan pengetahuan kepada masyarakat (transfer tekhnologi) tentang cara pembibitan tanaman.
1.3 SASARAN PROGRAM
Sasaran lokasi Kebun Bibit Rakyat adalah Desa-Desa yang memenuhi keriteria berikut:
1. Diutamakan berada dalam DAS Prioritas;
2. Diutamakan berada di dalam dan di sekitar kawasan Hutan;
3. Memiliki lahan kritis, lahan kosong atau lahan tidak produktif;
4. Mata pencaharian penduduknya bergantung pada sektor pertanian secara umum;
5. Terdapat kelompok pengelola.
2
1.4 LINGKUP PROGRAM
Komponen kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) meliputi :
1. Penyusunan rencana usulan kegiatan kelompok;
2. Pembuatan dan penyedian sarana dan prasarana persemaian;
3. Pengadaan benih;
4. Produksi dan pemeliharaan bibit.
Sedangkan lingkup kegiatan pembuatan kebun bibit yang akan dilaksanakan dalam program ini meliputi :
1. Persiapan lapangan;
2. Pembuatan bedeng sapih;
3. Pemagaran;
4. Pembuatan bedeng pengecambahan;
5. Seleksi benih;
6. Perlakuan benih;
7. Persiapan media semai (komposisi media semai, seterilisasi media semai dsb);
8. Penyemaian (penaburan benih);
9. Penyapihan bibit;
10. Pemeliharaan bibit (penyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantasan hama penyakit dll);
11. Pemanenan dan seleksi bibit.
1.5 KELUARAN PROGRAM
Beberapa hasil yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini antara lain :
1. Tersedianya bibit yang berkualitas, baik secara fisiologis dan genetik dalam jumlah yang memadai;
2. Tertanaminya lahan yang kosong dengan tanaman yang bernilai ekonomi dan berfungsi lindung;
3. Terbentuknya kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai kelompok pengelola program kebun bibit rakyat.
1.6 POLA PENGEMBANGAN PROGRAM
Pola yang akan dijalankan dalam pengembangan program ini adalah pola kemitraan partisipatif, yakni terjalinnya kerjasama yang saling menguntungkan, konstruktif dan dinamis antar pihak supporting program (instansi dan lembaga terkait) dan masyarakat.
3
II. PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1. SOSIALISASI PROGRAM
Sosialisasi program dilakukan kepada pihak-pihak terkait, seperti lembaga pemerintah daerah dan masyarakat penerima program. Hal ini bertujuan untuk : (1) memberikan informasi kepada masyarakat mengenai program yang akan dilaksanakan, (2) mendapatkan dukungan secara positif dari semua pihak, khususnya pihak-pihak yang terkait dan berpengaruh dalam masyarakat, agar seluruh proses pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal.
2.2. PELATIHAN PENGADAAN BIBIT
Beberapa materi yang akan disajikan pada kegiatan pelatihan ini meliputi : (a) pengenalan benih tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS), (b) treatmen benih tanaman, (c) metode penyiapan media tabur (semai) dan penaburan benih, (d) penyiapan media sapih dan penyapihan, (e) metode pemeliharaan bibit, (f) pemanenan dan seleksi bibit dan (g) distribusi bibit.
2.3. PENGADAAN BIBIT
Jenis bibit yang akan dikembangkan dalam program ini keseluruhannya tergolong jenis tanaman cepat tumbuh, yakni jenis Sengon sedangkan jumlah bibit yang akan dibuat dalam satu unit KBR adalah sebanyak 50.000 (lima puluh ribu) batang bibit.
Adapun beberapa tahapan yang harus dilalui dalam proses pengadaan bibit meliputi :
a. Seleksi Benih
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh benih yang berkualitas tinggi. Benih yang bermutu baik memiliki beberapa karakteristik antara lain : (1) berdaya kecambah tinggi (diatas 70%), (2) persen kemurnian tinggi, dan (3) bersertifikat (teruji dan diketahui asal benih dan lain sebagainya).
b. Perlakuan Benih
Kegiatan ini dilakukan untuk memacu benih agar mampu berkecambah dalam waktu cepat tanpa merusak dan menurunkan kualitas bibit serta terbebas dari hama dan penyakit. Jenis perlakuan yang akan diaplikasikan untuk jenis Pembibitan secara sederhana dan praktis yakni menyiram benih dengan air dan membersihkan benih tersebut dari kotoran.
c. Persiapan Media Sapih
Media sapih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pengecambahan benih, karena keberadaan media ini ikut berperan dalam menentukan tingkat kelembaban dan besarnya suplai oksigen di sekitar benih, dalam mempercepat proses pecahnya kulit biji, yang selanjutnya diikuti oleh terjadinya pengecambahan.
Selain itu media juga merupakan faktor eksternal yang berperan sebagai penentu bibit, sehingga melalui treatmen media yang baik, seperti perlakuan sterilisasi yang tepat terhadap media semai sebelum digunakan, akan mampu mencegah dan menekan munculnya jamur perusak / pembusuk akar.
Adapun jenis media yang akan digunakan dalam tahap penyemaian ini adalah pasir atau campuran tanah, sekam dan kompos (perbandingan 2 : 1 : 2) yang telah disterilkan.
4
d. Penyemaian (Penaburan Benih)
Kegiatan penyemaian dilakukan segera setelah benih mendapatkan perlakuan yang tepat pada media semai yang telah disiapkan. Untuk mempercepatkan proses pengecambahan benih beberapa perlakuan yang harus diaplikasikan antara lain : (1) penyiraman yang cukup terkontrol, agar kelembaban disekitar benih dapat dipertahankan, (2) memberikan cahaya yang cukup, agar proses etiolasi dapat dihindari dan (3) aerasi cukup, agar suplai oksigen disekitar benih tersedia dengan baik.
e. Persiapan Media Sapih
Media sapih merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dalam pengadaan bibit, karena peran media ini disamping sebagai penopang tegaknya bibit, juga sebagai penentu tingkat kelembaban, suplai oksigen dan ketersediaan nutrisi (unasur hara) di sekitar perakaran bibit. Adapun jenis media semai yang akan digunakan dalam pengadaan bibit ini antara lain : tanah topsoil, kompos, sekam padi (perbandingan 2 : 1 : 1).
f. Penyapihan Bibit
Kegiatan penyapihan dilakukan segera setelah benih berkecambah, kelopak biji telah terlepas dan telah keluar akar leteralnya (umur bibit kurang lebih telah dua sampai tiga minggu setelah kecambah).
g. Pembuatan Bedeng Sapih
Bedeng sapih adalah areal khusus yang dipergunakan sebagai tempat untuk menaruh dan menyimpan bibit setelah disapih. Pada umumnya ukuran bedeng sapih 5 meter persegi (lebar 1 meter dan panjang 5 meter). Beberapa perlakuan yang harus diberikan terhadap bibit selama berada dalam bedeng sapih, antara lain : Penyiraman, pemupukan, penyiangan dan pemberantasan hama penyakit.
h. Pemeliharaan
Beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemeliharaan antara lain : Penyiraman, pemupukan, penyiangan atau penggulmaan, pemberantasan hama penyakit dan lain-lain.
i. Pemanenan dan Seleksi Bibit
Kondisi ini dimaksudkan agar bibit memiliki daya adaptasi yang tinggi setelah ditanam dilapangan. Selain itu sebelum bibit di distribusikan kelapangan terlebih dahulu dilakukan penyeleksian untuk memperoleh bibit yang baik, antara lain : (1) tinggi minimal 25 cm, (2) media kompak, (3) batang berkayu dan tunggal, (4) tajuk sehat dan lain sebagainya.
5
2.4. WAKTU PELAKSANAAN PROGRAM
Waktu pelaksanaan program ini didesain selama lebih kurang 6 bulan, dimulai sebelum musim penghujan tiba. Adapun rincian alokasi waktu tersebut adalah sebagai berikut : (1) 0,5 bulan sosialisasi dan pelatihan, (2) 0,5 bulan untuk persiapan lahan persemaian, (3) 4 bulan penyiapan bibit dan (4) 1 bulan stressing bibit sebelum ditanam dilapangan agar bibit memiliki daya adaptasi setelah ditanam dilapangan.
2.5. LOKASI PROGRAM
Program pembibitan ini akan dilaksanakan pada beberapa lokasi Kelompok Tani. Adapun penetapan lokasi yang akan diperuntukkan sebagai areal persemaian, terlebih dahulu akan diawali dengan melakukan survei untuk memastikan kelayakan lokasi tersebut dan kesesuaiannya dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebagai areal persemaian.
Lokasi Program terletak di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
2.6. PELAKSANA PROGRAM
Pelaksana Program KBR adalah Kelompok Tani Dos Arih dengan Susunan Pengurus sebagai berikut :
Ketua : RAJA AIDIL ANGKAT
Sekretaris : J. BAKO
Bendahara : ADI WARDOYO
Anggota :
1. J. LIMBONG
2. JONG KENEDY PADANG
3. PADANG
4. DORIS
5. DARMI DABUTAR
6. N. PADANG
7. NUR BOANGMANALU
Lokasi Program berada di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.
6
Sekilas tentang Kelompok Tani DOS ARIH
Kelompok tani ini sebenarnya telah ada sejak lama melalui jalinan silaturahmi dan saling tukar informasi serta saling bantu-membantu dalam menggarap lahan pertanian maupun kebun, bahkan saat menjaga serangan hama terhadap usaha pertanian yang ada khususnya milik para anggota. Namun, saat itu tidak terbentuk secara administrasi yang diakibatkan keterbatasan pengetahuan maupun tidak adanya bimbingan maupun bantuan yang didapatkan, sehingga tidak memerlukan ”pengakuan/penguatan” melalui administrasi resmi.
Keberadaan Desa Kuta Padang yang banyak memiliki hutan desa dan terdapat pula aliran sungai sedang dan anak sungai sebagai penyangga daerah aliran sungai serta berada sebagai pendamping suaka marga satwa Pakpak, bahkan hutan produksi. Terlebih, daerah kami telah dikenal sebagai penghasil kayu terbesar sejak dahulu, namun kini sejak kayu di hutan habis dan larangan menebang diberlakukan delapan tahun silam, masyarakatnya beralih profesi menjadi petani untuk menyambung hidupnya.
Akibat penebangan hutan berpuluhan tahun lamanya tanpa dilakukan penanaman kembali, maka saat ini didaerah kami terdapat banyak kawasan-kawasan tandus yang perlu ditanami dengan pohon apapun agar terjaminnya kestabilan alam. Sejalan dengan semangat itu pula, kami berniat menanam lokasi-lokasi dimaksud termasuk lahan-lahan kami dengan tanaman keras namun dapat diambil manfaatnya tanpa harus menebang pohonnya.
2.7. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan oleh penanggung jawab program, untuk mengetahui perkembangan program secara konkrit. Sedangkan untuk laporan monitoring dan evaluasi kepada pihak donator dilakukan 2 bulan sekali atau sesuai kesepakatan antara lembaga pelaksana dengan lembaga pemberi dana.
2.8. BIAYA PROGRAM
Anggaran yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pembibitan Kebun Bibit Rakyat (KBR) Sengon, Karet adalah sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
7
Nomor : / /SS/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Provinsi Sumatera Utara
Di –
Medan
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : Dos Arih Desa Kutambalng Kacamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon ( 25.000 batang), Karet (25.000 batang), dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama Dos Arih, dan Nomor Rekening ..............................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidikalang, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J.BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan : Kepala BP DAS SUMATERA UTARA
PROPOSAL PEMBANGUNAN KEBUN BIBIT RAKYAT
Jenis Tanaman : Sengon, Karet
Kelompok Tani : Dos Arih
Desa/lingk II : KutaPadang
Kecamatan : Sidikalang
Kabupaten : Dairi
Provinsi : Sumatera Utara
Nomor : / /SM/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Kabupaten Dairi
Di –
Sidikalang
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : Dos Arih Desa/lingkungan Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon sebanyak 54.000 batang, dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluhempat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama Dos Arih, dan Nomor Rekening ..................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidiangkat, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J. BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan :
- Kepala BP DAS Sumatera Utara
- Pertinggal.
Nomor : / /SS/I/ /2011
Perihal : Permohonan Program Kebun Bibit Rakyat
Lamp : ---
Kepada Yth.
Bapak Kepala Dinas Kehutanan
Provinsi Sumatera Utara
Di –
Medan
Mengacu pada program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan RI pada Tahun Anggaran 2011, kami dari kelompok tani : SADA ARIH Di Kuta Padang Kelurahan Sidiangkat Kacamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara mengajukan Proposal KBR tersebut dengan jenis tanaman Sengon ( 25.000 batang), Karet (25.000 batang),), dengan jumlah biaya yang kami ajukan sebesar Rp. 54.000.000,- (lima puluh empat juta rupiah).
Kami sangat berharap agar Bapak menyetujui Proposal kami tersebut, karena ditempat kami banyak lahan kritis yang harus kami rehabilitasi. Apabila Bapak berkenan menyetujui permohonan kami tersebut, mohon dana dapat ditransfer kepada rekening kelompok atas nama SADA ARIH, dan Nomor Rekening ..............................................
Demikian Permohonan ini kami buat, atas perhatian dan perkenaan Bapak kami ucapkan terima kasih.
Sidiangkat, Februari 2011
Ketua Kelompok Tani Sekretaris Kelompok Tani
RAJA AIDIL ANGKAT J. BAKO
Mengetahui :
Lurah Sidiangkat
M A S R A N B A K O
NIP. 196003191986021001
Tembusan : Kepala BP DAS SUMATERA UTARA Marhaban Ya Ramadhan March 04, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
Marhaban Ya Ramadhan
March 04, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Pendidikan adalah Pilar tepenting dalam membangun sebuah peradaban yang beradabkan pada Ayat-ayat Allah yang Suci sebagai tuntunan. Karena pendidikan itu muaranya adalah ilmu dan ilmu itu sama dengan “Nur ala Nur” cahaya diatas cahaya dan manusia yang mendapatkan ilmu juga adalah sama dengan Taqwa artinya ketaqwaanya itu adalah takutnya Kepada Allah Sang Pencipta Alam semesta. Oleh karena itu sesungguhnya Allahlah yang mengajarkan pada manusia (‘Rabb’)( tarbiyah-pendidikan) sebagaimana Allah mengajak pada manusia kembali kesurganya Allah. Yakni tempat yang paling layak dalam segala keinginan manusia dan cita-cita ingin melihat Allah dalam rupa yang sesungguhnya dan itu adalah keindahan yang tak terbayangkan. Arti dari semua itu adalah cita cita peradaban didunia ini semata-mata hanya menjalankan perintah dan meninggalkan segala yang merusak secara tersamar atau terang-terangan jiwa manusia dan raga manusia itu sendiri. Nah permasalahan inilah yang paling runyam manakala Indonesia sebagai Negara Mayoritas Islam senantiasa mengambil format dan pelaksanaan pendidikan yang terformulasi kebarat-baratan yang mengangkangi semangat atau ruh Ayat-ayat Allah. Dan betapa Barat senantiasa tidak familiar terhadap keautentikan Ayat-ayat Allah (AlQurán) dan inilah sesungguhnya PR terbesar dalam peradaban Didunia ini ketika Barat menyangkal, justru kita yang meninggalkan hanya menyisakan ruang sebagai penggunaan Sumpah jabatan bagi pejabat yang beragama islam. Negara tidak mengambil ruang yang seluas-luasnya dalam mengembangkan penafsiran AlQuran yang bisa di kejawentakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan semakin semaraknya setiap namanya Pejabat jika tidak tampil bernyanyi dengan satu lagu andalannya serasa tidak gagah. Seolah dengan menyebarkan semangat lagu mereka dapat kegembiraan dan kepuasan bathin inilah fenomena baru ketika Sby menciptakan sebuah lagu yang semua berlomba mencari muka, wow hebat dan bagus Pak Presiden puji mereka. Betapa asiknya seolah terlenalah rakyatnya.Padahal jika kita lihat bagaimana kita mengangkat harkat dan marabat bangsa dengan berkwalitas dan bermutu yang tidak meninggalkan Kitab SuciNya, Pemimpinlah yang sesungguhnya mencontohkan kepada rakyatnya Coba kita melihat Bagaimana dengan masa depan Generasi Muda kita yang kian sibuk berBand Ria, dan TV berlomba menayangkan Musik Live pagi hari dan malami serasa kita tersihir dengan semua itu seolah Peradaban adalah Mesin Industri Musik. Generasi Muda Semua Tersihirlah wong ditambah dengan sang Pemimpin yang juga Focalis sekaligus Komponis. Inilah Potret Buram kita Potret Buram kita sungguh terlihat sangat-sangat jelas didepan mata kita tengok sajalah madrasah-madrasah kita yang semakin ditinggalkan dan bagaimana kenyataan putus sekolah, pengangguran terjadi dimana-mana.
Secara hitung-hitungan pada tahun 2005 rasio anggaran Pendidikan kita terhadp APBN hanya sebesar 8,1%, denga alokasi RP 33,40 triliyun. Tahun 2006 rasionya meningkat menjadi 10% dengan alokasi 44,11 triliun, tahun 2007 10,5% dengan alokasi 53,07% .pada tahun 2008 18,5% 158,82 Trilliun. Tahun 2009 rasio Anggaran pendidikan terhadap APBN menjadi 20% yang sesuai dengan amanat UUD 1945. maka alokasi anggaran totalnya adalah 207,41 Trilliun, sedangkan tahun berikutnya yaitu 2010 alokasi Anggaran Pendidikan dalam APBN-P mencapai Rp. 221,4 Trilliun.( Sumber Koran Waspada) terlihat bahwa memang aneh sekali lagi maha anehnya bila kita lihat diatas terus bertambahnya anggaran justru semakin tingginya biaya-biya pendidikan di negeri kita. Ketidak tepatan sasaran penggunaan inilah yang menjadi momok bagi rakyat sehingga terbodohkan. Ada apa dengan semua ini, bahkan jika kita melihat dahulu Sebuah perguruan Tinggi IKIP dahulu sama biayanya dengan 14 IAIN se Indonesia ketika itu Hal ini besar kemungkinan terulang lagi, yaitu sebuah marginalisasi bagi mayoritas umat islam. Betapa masih banyaknya umat / rakyat yang terbodohkan. Maka penulis Sangat Protes Keras sekeras-kerasnya kepada yang mebuat kebijakan tengok saja penambahan Anggaran Pendidikan Untuk sekolah yang bertaraf internasional, mana untuk penambahan di jenjang pendidikan Madrasah apa bertambah? Sangat-sangat memalukan begitu banyaknya ormas dan partai politik tidak ada yang membuat nota protes secara tegas, bahkan dalam rangka pendidikan juga untuk anak kita mengenai “susu” pun menteri kesehatan tidak transparan siapa yang m,eggebrak meja kerja mereka Apa malaikalmaut turun tangan? Rasanya perih dan sedihnya kita begitu banyak orang yang menyandang seabek gelar-gelar kependidikan dan keilmuan tapi semuanya semakin dan bahkan tidak paham sama sekali. Sampaikapan kita begini apakah kita tidak mencari dan merubah sistim-sistim yang menekang dan bahkan melenyapkan, memutuskan generasi Penerus Islami yang mengenal akan Pegangan jalan Hidupnya yaitu Alqur’an dan Hadist (Way Of Live). Alquran Adalah sebagai pegangan hidup umat ini, namun belumlah maksimal meski Penghapal Alquran yang terbanyak di dunia adalah Negara kita impelementasi Alquran sangatlah lemah. Alquran lebih banyak dipahami sebagai ibadah jika dibaca, tetapi belum banyak yang paham bahwa mengamalkannya jauh lebih baik. Jadilah berbagai perintah dan larangan yang terkadung didalamnya tidak dipatuhi. Solusinya adalah bagaimana agar kita tua dan muda bersama-sama untuk membuka sirah nabi Muhammad (AlHadist) dan hayatussahabah ketika mereka menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan ini. Walau beda kurun dan setting sejarah toh sudah jelas bahwa musuh manusia adalah setan la natu’alaih dan diri kita sendiri, qalbu ( artinya=yang berubah-rubah) diperlukan suatu formula dalam diri kita dan umat untuk melawan semua sifat-sifat negative menuju sifat kebaikan (hanif)” kunci Perbikan Akhlak masyarakat terletak pada intensitas dan efektifitas dakwah dan pendidikan, baik formal maupun non formal. Karena itu, dibutuhkan kerjasama antara para ulama,umara dan Ustaz semua elemen masyarakat untuk mendorong membangun kesadaran beragama yang sungguh-sungguh dan lebih mendalam dalam tataran kehidupan sehari-hari.” Umat Islam tidak mungkin hidup tanpa Alquran sebab ia adalah pedoman mutlak hidup kita, kalau kita tidak memakai AlQuran lalu mau memakai apa Hukum Umat Islam ini ?. disinilah Tolak ukur pemahaman kaum muslimin terhadap Alquran dalam menentukan kualitas Hidup baik individu maupun Masyarakat. Perlu juga Ada Badan Yang khusus memantau Hal tersebut. Jangan hanya ada Badan Standar Nasional Pendidikan. Dan diperlukan juga kretifitas semacam Rumah Zakat diformulasikan dengan yang Baru Rumah ALQuran yang senatiasa dan tetap melengkapi dengan penambahan pemahaman Hadist sehingga ada jasbah dan lebih melengkapi agar pemahaman ini dituntun dari keduannya. Yang terpenting dari semua itu aadalah sikap kita, khusus bagi para ulama dan da’I ketika menyampaikan perintah dan larangan hendaknya dia sudah melaksanakannya. Dengan krisis- yang fundamental sekarang ini mari kita laksanakan Perintah Allah, memberikan contoh kepada orang lain dengan perbutan, selanjutnya kita sampaikan secara lisan. Maka Sebgaimana hadist diriwayatkan Ali bin Abi Thalib rasulullah bersabda Apa bila engkau mendapatkan ilmu, sebarkanlah. Dan janganlah engkau campurkan dengan senda gurau, agar nanti tak dimuntahkan Oleh hati. Akhirnya proses pensucian hati untuk mencapai kebahagiaan hakiki tidak bisa lepas dari relitas kehidupan. Kekuatan spiritual yang dibenturkan dengan dunia nyata adalah lebih utama, lebih kokoh sekaligus dengan pensucian hati di Masjid dan memakmurkannya.. Dan Yang diperlukan adalah Bermuhasabah tanpa perlu mengasingkan diri (uzlah) dengan alasan menjaga kesucian diri. Menghadapi tantangan dengan Berbekal Keimanan yang kokoh dalam pengembaraan sprtitual. Marhaban Ya Ramadhan February 21, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
Secara hitung-hitungan pada tahun 2005 rasio anggaran Pendidikan kita terhadp APBN hanya sebesar 8,1%, denga alokasi RP 33,40 triliyun. Tahun 2006 rasionya meningkat menjadi 10% dengan alokasi 44,11 triliun, tahun 2007 10,5% dengan alokasi 53,07% .pada tahun 2008 18,5% 158,82 Trilliun. Tahun 2009 rasio Anggaran pendidikan terhadap APBN menjadi 20% yang sesuai dengan amanat UUD 1945. maka alokasi anggaran totalnya adalah 207,41 Trilliun, sedangkan tahun berikutnya yaitu 2010 alokasi Anggaran Pendidikan dalam APBN-P mencapai Rp. 221,4 Trilliun.( Sumber Koran Waspada) terlihat bahwa memang aneh sekali lagi maha anehnya bila kita lihat diatas terus bertambahnya anggaran justru semakin tingginya biaya-biya pendidikan di negeri kita. Ketidak tepatan sasaran penggunaan inilah yang menjadi momok bagi rakyat sehingga terbodohkan. Ada apa dengan semua ini, bahkan jika kita melihat dahulu Sebuah perguruan Tinggi IKIP dahulu sama biayanya dengan 14 IAIN se Indonesia ketika itu Hal ini besar kemungkinan terulang lagi, yaitu sebuah marginalisasi bagi mayoritas umat islam. Betapa masih banyaknya umat / rakyat yang terbodohkan. Maka penulis Sangat Protes Keras sekeras-kerasnya kepada yang mebuat kebijakan tengok saja penambahan Anggaran Pendidikan Untuk sekolah yang bertaraf internasional, mana untuk penambahan di jenjang pendidikan Madrasah apa bertambah? Sangat-sangat memalukan begitu banyaknya ormas dan partai politik tidak ada yang membuat nota protes secara tegas, bahkan dalam rangka pendidikan juga untuk anak kita mengenai “susu” pun menteri kesehatan tidak transparan siapa yang m,eggebrak meja kerja mereka Apa malaikalmaut turun tangan? Rasanya perih dan sedihnya kita begitu banyak orang yang menyandang seabek gelar-gelar kependidikan dan keilmuan tapi semuanya semakin dan bahkan tidak paham sama sekali. Sampaikapan kita begini apakah kita tidak mencari dan merubah sistim-sistim yang menekang dan bahkan melenyapkan, memutuskan generasi Penerus Islami yang mengenal akan Pegangan jalan Hidupnya yaitu Alqur’an dan Hadist (Way Of Live). Alquran Adalah sebagai pegangan hidup umat ini, namun belumlah maksimal meski Penghapal Alquran yang terbanyak di dunia adalah Negara kita impelementasi Alquran sangatlah lemah. Alquran lebih banyak dipahami sebagai ibadah jika dibaca, tetapi belum banyak yang paham bahwa mengamalkannya jauh lebih baik. Jadilah berbagai perintah dan larangan yang terkadung didalamnya tidak dipatuhi. Solusinya adalah bagaimana agar kita tua dan muda bersama-sama untuk membuka sirah nabi Muhammad (AlHadist) dan hayatussahabah ketika mereka menghadapi permasalahan hidup dan kehidupan ini. Walau beda kurun dan setting sejarah toh sudah jelas bahwa musuh manusia adalah setan la natu’alaih dan diri kita sendiri, qalbu ( artinya=yang berubah-rubah) diperlukan suatu formula dalam diri kita dan umat untuk melawan semua sifat-sifat negative menuju sifat kebaikan (hanif)” kunci Perbikan Akhlak masyarakat terletak pada intensitas dan efektifitas dakwah dan pendidikan, baik formal maupun non formal. Karena itu, dibutuhkan kerjasama antara para ulama,umara dan Ustaz semua elemen masyarakat untuk mendorong membangun kesadaran beragama yang sungguh-sungguh dan lebih mendalam dalam tataran kehidupan sehari-hari.” Umat Islam tidak mungkin hidup tanpa Alquran sebab ia adalah pedoman mutlak hidup kita, kalau kita tidak memakai AlQuran lalu mau memakai apa Hukum Umat Islam ini ?. disinilah Tolak ukur pemahaman kaum muslimin terhadap Alquran dalam menentukan kualitas Hidup baik individu maupun Masyarakat. Perlu juga Ada Badan Yang khusus memantau Hal tersebut. Jangan hanya ada Badan Standar Nasional Pendidikan. Dan diperlukan juga kretifitas semacam Rumah Zakat diformulasikan dengan yang Baru Rumah ALQuran yang senatiasa dan tetap melengkapi dengan penambahan pemahaman Hadist sehingga ada jasbah dan lebih melengkapi agar pemahaman ini dituntun dari keduannya. Yang terpenting dari semua itu aadalah sikap kita, khusus bagi para ulama dan da’I ketika menyampaikan perintah dan larangan hendaknya dia sudah melaksanakannya. Dengan krisis- yang fundamental sekarang ini mari kita laksanakan Perintah Allah, memberikan contoh kepada orang lain dengan perbutan, selanjutnya kita sampaikan secara lisan. Maka Sebgaimana hadist diriwayatkan Ali bin Abi Thalib rasulullah bersabda Apa bila engkau mendapatkan ilmu, sebarkanlah. Dan janganlah engkau campurkan dengan senda gurau, agar nanti tak dimuntahkan Oleh hati. Akhirnya proses pensucian hati untuk mencapai kebahagiaan hakiki tidak bisa lepas dari relitas kehidupan. Kekuatan spiritual yang dibenturkan dengan dunia nyata adalah lebih utama, lebih kokoh sekaligus dengan pensucian hati di Masjid dan memakmurkannya.. Dan Yang diperlukan adalah Bermuhasabah tanpa perlu mengasingkan diri (uzlah) dengan alasan menjaga kesucian diri. Menghadapi tantangan dengan Berbekal Keimanan yang kokoh dalam pengembaraan sprtitual. Marhaban Ya Ramadhan February 21, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
PERTAHANAN PAKPAK
Judul yang mungkin tak terbayangkan oleh siapapun dan belum ada yang menulisnya dan google Reader lagi meng Up date dan langsung memantau informasi terbaru judul ini yang muncul di situs- situs yang sudah ditentukan dan menempatkannya di mesin enginenya teratas. Dari Penelitian berbagai sumber juga belum ditemukan judul ini ketika menelusuri buku-buku klasik belum ada yang menguak secara menyeluruh atau sepotong-sepotong sekalipun, entah mungkin juga sang londo-londo lupa menyimpannya di perpustakaan Leiden di Belanda. Tapi karena ketidak mampuan sang Londo meg Islamkan secara total Suku Pakpak Dairi bahkan dari cerita mulut kemulut bahwa meninggalnya Sisingamangaraja XII di Tanah PakPak, dan bahkan kemungkinan Islamnya Sisingamangaraja ada bukti-bukti mendekatkan kepahaman Sisingamangaraja dari mulai pedangnya dan lain sebagainya. dan mengapa hingga ia sampai bergrliya dan sampai tetes darah penghabisan beserta orang-orang pakpak ketika itu. Dan mengapa tidak kompromis saja dan dia Membangun saja Istana Kerajaan yang diinginkan. Dalam karya Klasiknya The Art of War, Sun Tzu berkata: kalau kita tahu tentang musuh kita dan kita tahu tentang diri kita sendiri, kita tidak perlu takut menghadapi ratusan pertempuran.Sun Tzu sendiri terinspirasi kekuatan Islam di negaranya sendiri dan mungkin saja juga sikap survival bagi manusia dalam mempertahankan dirinya Dan yang terpenting dari semuanya adalah the Art of War yang dimaksud Sun Tzu apabila ia hidup pasti mengatakan sejarah Islam adalah suatu Peradaban Fantastis dalam fakta-fakta sejarah Hidup dimasa Rasulullah Saw. Disinilah Perubahan Peradaban manusia sehingga layak menguak sejarah masuknya Islam dan diIslamkannya suku-suku Pakpak Yaitu leluhur nenek moyang kita yang menerima dengan tulus dan memaknakan Islam, coba kita lihat banyaknya bukti-bukti yang akurat tentang Penguatan Islam di Tanah Pakpak. Dalam Hadist Qudsi terurai dan sangat jelas bahwa Ulama,Tokoh –Tokoh Islam Pakpak dimasa lalu begitu memegang Tiga macam Orang yang di Cintai oleh Allah, Dia Ridho kepada mereka dan senang dengan mereka, yaitu :
• Pertama orang yang apabila satu golongan orang mundur dari medan peperangan, ia maju sendiri dengan gigihnya demi karena Allah SWT, adakalanya terbunuh dan adakalanya ditolong oleh Allah dan diselamatkan oleh Allah, maka Allah berfirman (kepada Para malaikatNYa) ” Lihatlah oleh kalian hamba-Ku ini, bagaimana dirinya bertahan dengan sabarnya dimedan peperangan demi karena Aku (Allah).”
• Kedua Orang yang mempunyai istri cantik dan kasur yang empuk lagi baik, lalu melakukan qiam dimalam harinya, maka Allah berfirman” Ia meninggalkan syahwatnya dan justru berzikir mengingat-Ku, seandainya suka tentu ia melanjutkan tidurnya.”
• Ketiga Dan orang yang berada dalam perjalanannya bersama dengan suatu rombongan, ia tetap tidak tidur meskipun mereka tertidur, lalu ia bangun melakukan qiammya dipenghujung malam hari, baik dalam keadaan susah maupun senang ( diketengahkan oleh Thabrani di dalam Kitab Mu’jamul Kabirnya melalui Abu Darda ra. )
Hadist Quqsi diriwayatkan Thabrani diatas adalah Sebuah Pegangan bagi kita sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Pentingnya Pengorbanan dan itu hendaknya kita pertahankan.Sekarang bagaimana dengan kita ketika menghadapi Perubahan zaman . Sudah kah kita Peduli dengan Sesama ? wallahu a’lam bissawab. Marhaban Ya Ramadhan February 21, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
Judul yang mungkin tak terbayangkan oleh siapapun dan belum ada yang menulisnya dan google Reader lagi meng Up date dan langsung memantau informasi terbaru judul ini yang muncul di situs- situs yang sudah ditentukan dan menempatkannya di mesin enginenya teratas. Dari Penelitian berbagai sumber juga belum ditemukan judul ini ketika menelusuri buku-buku klasik belum ada yang menguak secara menyeluruh atau sepotong-sepotong sekalipun, entah mungkin juga sang londo-londo lupa menyimpannya di perpustakaan Leiden di Belanda. Tapi karena ketidak mampuan sang Londo meg Islamkan secara total Suku Pakpak Dairi bahkan dari cerita mulut kemulut bahwa meninggalnya Sisingamangaraja XII di Tanah PakPak, dan bahkan kemungkinan Islamnya Sisingamangaraja ada bukti-bukti mendekatkan kepahaman Sisingamangaraja dari mulai pedangnya dan lain sebagainya. dan mengapa hingga ia sampai bergrliya dan sampai tetes darah penghabisan beserta orang-orang pakpak ketika itu. Dan mengapa tidak kompromis saja dan dia Membangun saja Istana Kerajaan yang diinginkan. Dalam karya Klasiknya The Art of War, Sun Tzu berkata: kalau kita tahu tentang musuh kita dan kita tahu tentang diri kita sendiri, kita tidak perlu takut menghadapi ratusan pertempuran.Sun Tzu sendiri terinspirasi kekuatan Islam di negaranya sendiri dan mungkin saja juga sikap survival bagi manusia dalam mempertahankan dirinya Dan yang terpenting dari semuanya adalah the Art of War yang dimaksud Sun Tzu apabila ia hidup pasti mengatakan sejarah Islam adalah suatu Peradaban Fantastis dalam fakta-fakta sejarah Hidup dimasa Rasulullah Saw. Disinilah Perubahan Peradaban manusia sehingga layak menguak sejarah masuknya Islam dan diIslamkannya suku-suku Pakpak Yaitu leluhur nenek moyang kita yang menerima dengan tulus dan memaknakan Islam, coba kita lihat banyaknya bukti-bukti yang akurat tentang Penguatan Islam di Tanah Pakpak. Dalam Hadist Qudsi terurai dan sangat jelas bahwa Ulama,Tokoh –Tokoh Islam Pakpak dimasa lalu begitu memegang Tiga macam Orang yang di Cintai oleh Allah, Dia Ridho kepada mereka dan senang dengan mereka, yaitu :
• Pertama orang yang apabila satu golongan orang mundur dari medan peperangan, ia maju sendiri dengan gigihnya demi karena Allah SWT, adakalanya terbunuh dan adakalanya ditolong oleh Allah dan diselamatkan oleh Allah, maka Allah berfirman (kepada Para malaikatNYa) ” Lihatlah oleh kalian hamba-Ku ini, bagaimana dirinya bertahan dengan sabarnya dimedan peperangan demi karena Aku (Allah).”
• Kedua Orang yang mempunyai istri cantik dan kasur yang empuk lagi baik, lalu melakukan qiam dimalam harinya, maka Allah berfirman” Ia meninggalkan syahwatnya dan justru berzikir mengingat-Ku, seandainya suka tentu ia melanjutkan tidurnya.”
• Ketiga Dan orang yang berada dalam perjalanannya bersama dengan suatu rombongan, ia tetap tidak tidur meskipun mereka tertidur, lalu ia bangun melakukan qiammya dipenghujung malam hari, baik dalam keadaan susah maupun senang ( diketengahkan oleh Thabrani di dalam Kitab Mu’jamul Kabirnya melalui Abu Darda ra. )
Hadist Quqsi diriwayatkan Thabrani diatas adalah Sebuah Pegangan bagi kita sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Pentingnya Pengorbanan dan itu hendaknya kita pertahankan.Sekarang bagaimana dengan kita ketika menghadapi Perubahan zaman . Sudah kah kita Peduli dengan Sesama ? wallahu a’lam bissawab. Marhaban Ya Ramadhan February 21, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia


