Ar Razi Nama lengkapnya Abu Bakr Muhammaed ibnu Zakaria ar Razi, tetapi lebih terkenal dengan nama Ar Razi. Dibarat di beri nama Razes. Beliau lahir di kota Ray, kota pinggiran Teheran Iran. Pada tahun 865 -925 M . Dia adalah seorang dokter dan penulis Muslim yang termasyhur. Tulisan-tulisnnya tentang penobatan sangat mempengaruhi dunia islam dan juga negara-negara barat pada abad pertengahan. Beliau menulis hamper semua aspek kedokteran.
ArRazi menulis lebih dari 200 buku terkait medis, farmasi, filosofi, musik dan ilmu lainnya.. Dn Beliau diakui orang pertama yang melakukan percobaan sains khususnya di bidang medis dan kimia, sebagai wadah baginya untuk menuangkan ketertarikannya dalam methodology percobaan dalam sains alami yang berbeda.
Awalnya ArRazi menjadi dokter kerajaan semasa Pangeran abu Soleh Al manshur penguasa Khorosan, salah satu wilayah diiran. Dia kemudian pindah ke bagdad ketika usianya 40 tahun. Dan dia memimpin banyak rumah sakit disana.
Beliau juga menerbitkan sejumlah buku yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, prancis, Italia, Hebrew dan yunani. Salah satu bukunya yang paling terkenal adalah Al Mnsuri yng dipersembahkannya untuk pangeran AlMansur buku itu berisi 10 risalah dn semua aspek kesehatan serta penyakit. Dalam Buku itu ida menggambarkan pengobatan sebagai seni dalam menjga kesehatan tubuh, seni memerangi penyakit
1. Tidak berlebih-lebihan dalam beraktifitas dn beristirahat
2. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum
3. Menghindari sikap hidup berlebihan
4. Tempat tinggal yang baik dan teratur.
5. Hindri perbuatan Keji.
6. Menjaga keseimbangan Ambisi dan upaya mencapainya
7. Pertahankan kebiasaan baik termasuk berolah raga.
Buku karngan nya ynag berjudul Al Murshid menjelaskan tentang jenis penyakit demam yng berbeda termasuk demam yang terus menerus , demam yang berulang dan juga demam tinggi. Menyebukan dalam uraiannya bahwa demam biasa jadi memang gejala penyakit atau memang demam saja.
Buku selanjutnya adalah yang berjudul Al Hawi artinya teks yang lengkap, buku tersebut terdiri dari 22 volume buku tersebut menjadi buku teks utama di sekolah medis di Paris. Khususnya volume 9 tentang farmakologi.
Beliau menguraikan dalam bukunya tentang campak dan cacar air yang judulnya diubah ke bahasa Latin menjadi de paste or de pestilential pada tahun 1965 dan risalah itu tersimpan di universitas Leiden di belanda dengan nomor 761. risalah tersebut merupakan karya besar dalam kedokteran. Risalah tersebut menguraikan perbedaan klinis antara kedua penyakit tersebut.
Sebagian besar karya ArRazi di terjemahkan kedalam bahas Latin dan dicetak berulang kali, terutama di Venice pad tahun 1509, di Paris pada tahun 1528 dan pada tahun 1548. sejumlah ilmu yang diajarkan disekolah-sekolah kedokteran dan perguruan tinggi di Eropah selalu berpandu pada karyanya dan karya Ibnu Sina. Karya-karyanya bahkan masih dicetak ulang pada abad 18.
Instumen dn Zat Kimia
Arrozi mengembangkan beberpa instrument kimia yang masih digunakan hingga kini. Dan juga sebagai penyempurna methode penyulingan dn ekstraksi , yang menghantarkannya pada penemuan asam belerng, dengan cara melakukan penyulingan kering asam belerang dan alcohol. Temuannya ini membuka jalan bagi pakar kimia Persia lainnya untuk menemukan berbagai macam asam mineral. Sebagai Pelopor dibidang Kimia, ia merupakan orang pertama yang m,elakukan penyulingan minyak dan menghasilkan minyak Tanah ( yang digunakan untuk minyak lampu dan bahan bakar pesawat). Prestasi dan maha karya yang amat penting dalam sejarah Kimia , Karena buku-bukunya menjabarkan untuk pertama kali sistim klasifikasi yang dilakukan lewat observasi yang diteliti dan pengamatan kenyataan terkait zt-zat kimia, reaksinya dan peralatannya, semuanya digambarkan dengan bahasa yang hampir seluruhnya bebas dari mistis dan keragu-raguan. Klasifikasi zat yang digunakan ArRazi dalam kimia menunjukan hasil penelitian yang diuraikan dlam karya Al Asrar ( The Secret)
Buku ini ditulis menanggapi permintaan seorang sahabat Razi. Abu Mohammmed bin Yunis of Bukhr, seorang ahli matemtik, filsuf dn ilmuan ternam Muslim. Dalam bukunya itu Ar Rzi membagi menjadi tiga yakni;
1. Pengethuan dan indentifikasi komponen tanaman, binatang dan asal mineral serta penjelasan jenis terbaik dari setiap pemanfaatannya dalam pengobatan
2. Pengetahuan soal peralatan yang digunakan ahli kimia atau apoteker, bagaimana cara penggunaannya dn untuk penyakit apa.
3. Pengetahuan soal tujuh prosedur dn teknik kimia sublimasi dan kondensasi merkuri, pengendapan belerang dan proses peleburan dan proses peleburan mineral (emas, perk, tembaga, timah dn besi).
Al ArRazi terkenal juga menguasai metode dn prosedur pewarnaan benda terbuat dari perak sehingga terlihat seperti emas dan teknik sebaliknya menghapus warna tersebut sehingga perak kembali kerena asal.
Proses penyepuhan metal lainnya (tawas, garam, kalsium, besi dan tembaga) juga dijabarkan Al Rzi beberapa risalah. Beliau menerangkan bagaimana warna sepuhan tersebut bias bertahan selama bertahun-tahun tanpa pudar atau berubah.
Dibalik prosedur ini tidak seorang pun menemukan motif yang ditujukan untuk menipu. Selain murni sebagai hasil teknis.teknik kimia yang dilakukan ArRazi dalam menyepuh ini malah membuat banyak penulis biografi muslim menyakini ArRazi awalnya adalah seorang ahli Permata yang kemudian beralih meneliti Kimia. Marhaban Ya Ramadhan June 29, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
ArRazi menulis lebih dari 200 buku terkait medis, farmasi, filosofi, musik dan ilmu lainnya.. Dn Beliau diakui orang pertama yang melakukan percobaan sains khususnya di bidang medis dan kimia, sebagai wadah baginya untuk menuangkan ketertarikannya dalam methodology percobaan dalam sains alami yang berbeda.
Awalnya ArRazi menjadi dokter kerajaan semasa Pangeran abu Soleh Al manshur penguasa Khorosan, salah satu wilayah diiran. Dia kemudian pindah ke bagdad ketika usianya 40 tahun. Dan dia memimpin banyak rumah sakit disana.
Beliau juga menerbitkan sejumlah buku yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, prancis, Italia, Hebrew dan yunani. Salah satu bukunya yang paling terkenal adalah Al Mnsuri yng dipersembahkannya untuk pangeran AlMansur buku itu berisi 10 risalah dn semua aspek kesehatan serta penyakit. Dalam Buku itu ida menggambarkan pengobatan sebagai seni dalam menjga kesehatan tubuh, seni memerangi penyakit
1. Tidak berlebih-lebihan dalam beraktifitas dn beristirahat
2. Tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum
3. Menghindari sikap hidup berlebihan
4. Tempat tinggal yang baik dan teratur.
5. Hindri perbuatan Keji.
6. Menjaga keseimbangan Ambisi dan upaya mencapainya
7. Pertahankan kebiasaan baik termasuk berolah raga.
Buku karngan nya ynag berjudul Al Murshid menjelaskan tentang jenis penyakit demam yng berbeda termasuk demam yang terus menerus , demam yang berulang dan juga demam tinggi. Menyebukan dalam uraiannya bahwa demam biasa jadi memang gejala penyakit atau memang demam saja.
Buku selanjutnya adalah yang berjudul Al Hawi artinya teks yang lengkap, buku tersebut terdiri dari 22 volume buku tersebut menjadi buku teks utama di sekolah medis di Paris. Khususnya volume 9 tentang farmakologi.
Beliau menguraikan dalam bukunya tentang campak dan cacar air yang judulnya diubah ke bahasa Latin menjadi de paste or de pestilential pada tahun 1965 dan risalah itu tersimpan di universitas Leiden di belanda dengan nomor 761. risalah tersebut merupakan karya besar dalam kedokteran. Risalah tersebut menguraikan perbedaan klinis antara kedua penyakit tersebut.
Sebagian besar karya ArRazi di terjemahkan kedalam bahas Latin dan dicetak berulang kali, terutama di Venice pad tahun 1509, di Paris pada tahun 1528 dan pada tahun 1548. sejumlah ilmu yang diajarkan disekolah-sekolah kedokteran dan perguruan tinggi di Eropah selalu berpandu pada karyanya dan karya Ibnu Sina. Karya-karyanya bahkan masih dicetak ulang pada abad 18.
Instumen dn Zat Kimia
Arrozi mengembangkan beberpa instrument kimia yang masih digunakan hingga kini. Dan juga sebagai penyempurna methode penyulingan dn ekstraksi , yang menghantarkannya pada penemuan asam belerng, dengan cara melakukan penyulingan kering asam belerang dan alcohol. Temuannya ini membuka jalan bagi pakar kimia Persia lainnya untuk menemukan berbagai macam asam mineral. Sebagai Pelopor dibidang Kimia, ia merupakan orang pertama yang m,elakukan penyulingan minyak dan menghasilkan minyak Tanah ( yang digunakan untuk minyak lampu dan bahan bakar pesawat). Prestasi dan maha karya yang amat penting dalam sejarah Kimia , Karena buku-bukunya menjabarkan untuk pertama kali sistim klasifikasi yang dilakukan lewat observasi yang diteliti dan pengamatan kenyataan terkait zt-zat kimia, reaksinya dan peralatannya, semuanya digambarkan dengan bahasa yang hampir seluruhnya bebas dari mistis dan keragu-raguan. Klasifikasi zat yang digunakan ArRazi dalam kimia menunjukan hasil penelitian yang diuraikan dlam karya Al Asrar ( The Secret)
Buku ini ditulis menanggapi permintaan seorang sahabat Razi. Abu Mohammmed bin Yunis of Bukhr, seorang ahli matemtik, filsuf dn ilmuan ternam Muslim. Dalam bukunya itu Ar Rzi membagi menjadi tiga yakni;
1. Pengethuan dan indentifikasi komponen tanaman, binatang dan asal mineral serta penjelasan jenis terbaik dari setiap pemanfaatannya dalam pengobatan
2. Pengetahuan soal peralatan yang digunakan ahli kimia atau apoteker, bagaimana cara penggunaannya dn untuk penyakit apa.
3. Pengetahuan soal tujuh prosedur dn teknik kimia sublimasi dan kondensasi merkuri, pengendapan belerang dan proses peleburan dan proses peleburan mineral (emas, perk, tembaga, timah dn besi).
Al ArRazi terkenal juga menguasai metode dn prosedur pewarnaan benda terbuat dari perak sehingga terlihat seperti emas dan teknik sebaliknya menghapus warna tersebut sehingga perak kembali kerena asal.
Proses penyepuhan metal lainnya (tawas, garam, kalsium, besi dan tembaga) juga dijabarkan Al Rzi beberapa risalah. Beliau menerangkan bagaimana warna sepuhan tersebut bias bertahan selama bertahun-tahun tanpa pudar atau berubah.
Dibalik prosedur ini tidak seorang pun menemukan motif yang ditujukan untuk menipu. Selain murni sebagai hasil teknis.teknik kimia yang dilakukan ArRazi dalam menyepuh ini malah membuat banyak penulis biografi muslim menyakini ArRazi awalnya adalah seorang ahli Permata yang kemudian beralih meneliti Kimia. Marhaban Ya Ramadhan June 29, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
Sebuah catatan pemikiran dan penyemangat bagi kita untuk senantiasa membela mempertahankan eksistensi Keagungan Masjid yang disucikan umat islam. Tentunya semangat saja tidaklah cukup, oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah yang istiqomah serta merapatkan barisan terdepan untuk senantiasa menjaga mempertahankan AlAqsho dari Zionis Israel laknatullah
Aksi-aksi penentangan dengan seruan dan teriakan, makian bahkan kutukan tidaklah punya arti manakala keberutalan zionis secara terang-terangan meletihkan, melemahkan semangat juang pemuda-pemuda palestina tanpa ada dukungan yang berkelanjutan bagai gelombang ombak dilautan kita hanya bagai buihnya saja.
Bagaimana mendorong agar partisipasi dalam meyelesaikan masalah yang kian menjadi-jadi,semena-menanya Zionis Israel, selanjutnya bagaimana untuk menyatukan hati kaum muslimin dunia selanjutnya, strategi apa untuk dapat menggetarkan dengkul tentara jahudi yang biadab walau mereka menggunakan senjata canggihnya. Sejuta cara baik itu aksi maupun perundingan tidaklah membuat persoalan - persoalan menjadi tuntas. Bahkan justru Zionis show of force dengan kekuatan penuhnya.
Lantas bagaimana langkah-langkah OKI yang mandeg dan lamban menyelesaikan persoalan yang ada. Seolah-olah permasalahan hanya sebatas mengirimkan utusan dalam melakukan perundingan atau sebuah pernyatan dimulut.
Semestinya pembelaan menajadi garda depan dengan melakukan sikap sebagaimana dilakukan para pendahulu pendahulu kita ketika itu (Salahuddin al Ayyubi). Pengulangan dan penerapan suatu strategi senantiasa menjadi tolak ukur untuk melakukan strategi kedepan. Apakah kita mengabaikan peran OKI Bagaimana menggali kekuatan yang sangat potensial itu.
Semuanya tidak terlepas dari pemimpin masing-masing selagi pemimpin tersebut cinta akan dunia dan takut akan kesengsaraan maka perjuangan semua itu tidaklah bermakna.dibutuhan spirit baru islam dalam penerapan pengorbanan sehingga tiada kata untuk senatiasa risau akan kepntingan umat islam secara kaffah. Melindungi, mengayomi dan tentunya melaksanakan secara konsisten ajaran islam dan menjauhkan sifat-sifat kemunafikan.
Namun semua itu sangatlah dibutuhkan pemahaman dan kesadaran kita, umat islam dimana saja berada. Sesungguhnya bila kita renungkan salah satu asbab adalah dari cara dan perilaku kita sendiri. Belum maksimalnya kita menjadikan Masjid “sebagai Ruh Kesatuan Umat” yang kita Agungkan dan Muliakan sebagi simbol rumah Allah tempat kita Tudukan hati, dan Sujud sebagai penghamabaan kita kepada Allah Swt. Marilah kita meninggalkan, tanggalkan sifat-sifat yang sangat merugikan bagi kita sendiri dan umat islam secara keseluruhan.
Cita ideal bagaimana membangun sebuah peradaban yang beradab jangan sampai terulang lagi sebagaimana keprihatinan kita bersama di negeri kita masih ada berita penghancuran mesjid-masjid baik secara tiada nyata maupun tampak nyata dengan dalih-dalih. Bila kita renungkan mulai dari peraturan yang telah disepakati dilarangnya membangun Mal-mal di dekat Mesjid yang telah berdiri sampai adanya kejadian terakhir sebuah masjid di Medan dihancurkan dengan alasan bahwa tanah masjid tersebut itu tidak diwakafkan dan diberi konvensasi tertentu, jelas lah ini pelemahan terhadap kita sendiri. Begitulah kenyataannya bila di negeri sendiri, bagamana dengan perjuangan kita di negeri yang lain maka kita jauhkan sifat yang demikian demi cahaya islam menerangi keseluruh penjuru hati manusia didunia.
Dibutuhkan kemampuan managemen kepemimpinan yang lebih memprioritaskan kepentingan umat, bukan dengan materialistik buta, hedonis gila.Perjuangan itu memang suatu pekerjaan yang tidak mudah. Apalagi memperjuangkan Masjid-masjid. Padahal disitu awal turun nya Rahmat didunia ini.
Sebelum menutup tulisan ini marilah kita dan sepantasnya kita umat islam, memahami sepaham-pahamnya pertama adalah Mobilisasi bagi kaum Muslim untuk senantiasa memakmurkan masjid-masjid di seluruh dunia. Kedua Menerapkan islam secara Kaffah, ketiga melakukan penyelamatan dengan diplomasi yang jitu tanpa syarat, apapun resikonya siap menerima resiko bila ada kegagalan. Dan pengorbanan lahir dan bathin baik harta dan nyawa sekalipun untuk meneguhkan Kalimat La illa ha ilallah.
Akhirnya, bangunnya kepribadian seorang pemimpin dan para mujahid. Dengan motto sebelum orang lain berdisiplin maka ia mendisplinkan diri, ia menundukan dirinya sebelum menundukan musuhnya. Intinya kekuatan (Maha Baja) Iman yang kokoh dan tangguh dan Kesabaran yang konstan, maka diakhir tulisan ini diperlukan objektifitas kesolehan yang tertuang dikehidupan harian dengan amalan - amalan sebagaimana kita telah berikrar Rasulullah ikutan panutan kita.betapa saya menyadari sepenuh jiwa, Ya Rabb ternyata Hamba butuh pertolonganmu dari ke zoliman kaum kafir.
Jihad Adalah Jalan Yang Selamat
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan mutlak. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat. Tanpa perjuangan yang sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah, da’wah kepada kebaikan, amar ma’ruf dan nahi munkar, tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan manusia.
Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. Sebabnya adalah:
1. Allah menciptakan alam dengan hak, benar, adil, seimbang dan bijaksana, tidak cacat sedikitpun. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk: 3-4)
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. (Al-Mulk: 3)
Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu, bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman, bahkan bila diingatkan mereka membantah:
Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12)
Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Al-Baqarah: 11-12)
2. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya, namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar, yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin, muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , yang artinya:
“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. (QS Al-Furqan 25: 31)
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas”. (QS Al-Hijr 15: 39-40)
Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin, Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka.
3. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi, setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). Dalam firman Allah (QS Asy- Syams 91: 8)
Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”.
Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10)
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.
4. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah, sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28)
Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah, padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. Maka berjuang, berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan, guna melatih diri dan menepis kelemahan itu.
5. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58)
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.
6. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142)
Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian, perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri, mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya, yaitu Rasulullah dan para shahabatnya:
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214)
Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah: 214)
Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir, syetan dan bala tentaranya, tabiat manusia yang jahat, qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar.
ب
Bagaimana kita melaksanakan jihad:
Pertama: Jihad terhadap diri sendiri; dengan cara:
1. Mencari ilmu syar’i, sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita.
2. Jihad mengamalkan ilmu tersebut, menegakkan tauhid dengan amal shalih.
3. Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar)
4. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri.
Kedua: Jihad terhadap syetan, yaitu dengan:
1. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan.
2. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan:
Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Faathir: 6)
Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman, bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga, masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفُ الإِيْمَانِ (رواه مسلم)
Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya, dan jika tidak mampu (juga), maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya), dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).
Hadirin rahimakumullah!
Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar, sebab kejahatan itu cepat menjalar. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25)
Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfaal: 25)
Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan :
1. Hati yang berlepas diri, tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka.
2. Jihad dengan lisan dan tulisan, untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat.
3. Jihad dengan harta, membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam.
4. Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78).
Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78).
Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. Amin. Marhaban Ya Ramadhan May 11, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan mutlak. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat. Tanpa perjuangan yang sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah, da’wah kepada kebaikan, amar ma’ruf dan nahi munkar, tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan manusia.
Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. Sebabnya adalah:
1. Allah menciptakan alam dengan hak, benar, adil, seimbang dan bijaksana, tidak cacat sedikitpun. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk: 3-4)
Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. (Al-Mulk: 3)
Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu, bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman, bahkan bila diingatkan mereka membantah:
Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12)
Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Al-Baqarah: 11-12)
2. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya, namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar, yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin, muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , yang artinya:
“Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. (QS Al-Furqan 25: 31)
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas”. (QS Al-Hijr 15: 39-40)
Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin, Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka.
3. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi, setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). Dalam firman Allah (QS Asy- Syams 91: 8)
Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”.
Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10)
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.
4. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah, sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28)
Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah, padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. Maka berjuang, berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan, guna melatih diri dan menepis kelemahan itu.
5. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58)
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.
6. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142)
Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian, perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri, mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya, yaitu Rasulullah dan para shahabatnya:
Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214)
Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah: 214)
Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir, syetan dan bala tentaranya, tabiat manusia yang jahat, qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar.
ب
Bagaimana kita melaksanakan jihad:
Pertama: Jihad terhadap diri sendiri; dengan cara:
1. Mencari ilmu syar’i, sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita.
2. Jihad mengamalkan ilmu tersebut, menegakkan tauhid dengan amal shalih.
3. Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar)
4. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri.
Kedua: Jihad terhadap syetan, yaitu dengan:
1. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan.
2. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan:
Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Faathir: 6)
Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman, bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga, masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ اَضْعَفُ الإِيْمَانِ (رواه مسلم)
Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya, dan jika tidak mampu (juga), maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya), dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).
Hadirin rahimakumullah!
Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar, sebab kejahatan itu cepat menjalar. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25)
Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al-Anfaal: 25)
Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan :
1. Hati yang berlepas diri, tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka.
2. Jihad dengan lisan dan tulisan, untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat.
3. Jihad dengan harta, membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam.
4. Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78).
Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78).
Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. Amin. Marhaban Ya Ramadhan May 11, 2011 New Google SEO Bandung, Indonesia
Marhaban Ya Ramadhan
May 11, 2011
New Google SEO
Bandung, Indonesia
























