Mengembangkan produk baru dengan
melakukan riset adalah salah satu methode yang tepat. Bila anda menginginkannya
bukanlah perkara yang sulit di era sekarang, Dengan melakukan sedikit biaya
anda bisa meminta bantuan tersebut di www.innocentive.com
anda bisa meminta konsultasi permasalahan anda , kemudian ajukan beberapa nilai
konfensasinya yang mau anda berikan untuk orang yang bisa menyelesaikannya.maka
mereka akan berlomba dan satu sama lainya menghubungi dengan tawaran solusi
dari pihak mereka.
Tentunya mereka memiliki kompetensi
dalam bidang tersebut “solves” dan pihak yang menghadapi masalah “Seekers” ini
adalah InnoCentive yang diluncurkan pada awalnya sejak tahun 2002 mereka
memediasi para yang bermasalah, sebagaimana ketika kita menghadapi masalah
hukum maka tim penasehat hukum akan mudah kita jumpai.
Demikianlah apa bila kita lihat
perkembangan IT seiring juga semakin
mudahnya sesorang terkoneksi internet tentunya tidak sulit untuk terhubung
dengan penyedia layanan tersebut “solves
server” InnoCerntive baik sebagai seekers ataupun sebagai solvers.
Adapun catatan organisaasi
tersebut adalah berbagai perusahaan indutri-industri, institusi pemerintahan,
organisasi niralaba. Dengan tumbuh berkembangnya mereka hingga mencapai 60.ribu
solvers dari 175 negara serta mereka berasal dai 60 disiplin industri.
Mereka telah banyak memediasi
permasalahan dan menyelesaikannya dengan tangan dingin sebagai contoh adalah bagai
mana mengurangi kadar sodium dalam makanan, peningkatan degradaasi batreai
dalam keperluan RT methode membersihkan bayi lahir merubah cara prilaku gaya
hidup yang trivia
(remeh), mempercepat bio degradasi, dan banyak permasalahan
lain yang berhubungan dengan pola-pola pengem,bangan produk agar semakin
unggul. Hal demikian tentunya mengharuskan sebuah riset-riset yang lebih
mengedepankan peningkatan mutu dalam persaingan yang demikian kompetitif.
Lantas seberapa kira-kira kocek
yang akan dikeluarkan dalam riset tersebut kepada solver? Tentunya bukanlah
gratis dan murah namun bagi berkemampuan tentunya biya tersebut wajar,
kisarannya adalah 5.000 dollar As sampai 1 juta dollar As.
Inilah yang menggejala di jagat maya
model bisnis yang dilakukan InnoCentive bahasa kerenya disebut “Crowdsourcing” Jeff
Howe dalam artikel majalah Wired pada awal
Juni 2006 ia mengusung pertama kalinya dalam majalah Wired tersebut.
Anda tentunya sudah sering dengar
tentang istilah “Out Sourcing” he he pasti anda sering mendengar tayang berita
, ketika Menakertrans “Muhaimin Iskandar” sering bargaining dengan serikat pekerja tentang out
sourcing mirip mirip bukan, nah apa bedanya antara keduanya? Yah tentu berbeda
lah , dari segi pengucapanya berbeda. Dalam Crowdsourcing tugas dan
masalahnya dialih daya (out sourching) kebanyak orang secara terbuka (publik).
Bukan ke perusahaan lain yang biasanya tertutup.
Perselingkuhan eh kolaborasi seperti ini tentu bisa terjadi
berkat kemajuan tekhnologi internet. Dan disinilah semua pihak punya peluang
yang sama. Dengan Demikian salah satu ciri- ciri horisontal di era perdaban
baru, dan kita tentunya akan berhadapan mau tak mau, suka tak suka, sebuah
penggiringan yang mengedepankan nilai-nilai hukum ekonomi global penawaran dan
permintaan.
Pendahuluan.
Tulisan ini terinspirasi Pertemun Penulis dengan Papun Unco Angkat salah satu Tokoh yang mumpuni dalam mencari informasi dan data di tanah pakpak tercinta dan juga mantan Lurah Sidiangkat tokoh yang Bersahaja. Saat pertemuan Santai dan mrandal di Base Campnya Sidiangkat Gerbang 3 N0 2 dengan suguhan kelapa muda dari Sukaramai Kab. Pakpak Bharat pada waktu yang lalu. Ada sebuah kata yang sangat menggelitik "Pengusaha Kopi Koq tanam Jeruk" ( rimo) di sidiangkat. Pernyataan tersebut memang bukanlah masalah bagi mereka para pengusaha yang mencari profit. namun sedikit bertolak belakang bila kita ingin memperjuangkan Pengakuan Indikasi geografis yang nota bene dalam rangka peningkatan produktifitas dan kualitas serta memperluas lahan-lahan kopi yang selama ini di dengungkan oleh salah satu penguasaha tersebut. Wajar kiranya kita kritisi lebih jauh dan sebagai kritik membangun kepada beliau yang telah malang melintang baik dimanca negara maupun di nusantara. Semoga tidak tergelitik dengan keuntungan dan kesuksesan menanam Jeruk hingga lupa bahkan melupakan perluasan Tanaman Kopi Rabusta sehingga Kemas Pe Kopinta ( Kleompok Masyarakat Petani Kopi Robusta Kab. Dairi) Menjadi tinggal nama.
Memaintenence hal diatas adalah pekerjaan yang tidak gampang dan sekaligus juga menjaga Imej bakan Brand yang sekian lama telah dikenal konsumen. Untuk itulah sebagai pengamat sekaligus konsumen selayaknya kita prihatin sekaligus juga berusaha agar jangan sampai hal yang fatal terjadi. Sesungguhnya Pemkab. Dairi cepat tanggap tentang fenomena perubahan lahan-lahan di Kab. Dairi. Bila hal tersebut maka tenggelamlah nama Kopi Sidikalang diantara Kopi-kopi didaerah Nusantara. ini yang perlu kita cari solusinya bersama.
Salah satu solusi tersebut adalah kita mengembangkan secara "Re up Grade" Peluang dan tantangannya kedepan hingga kita berperan serta dalam peningkatan prekonomian skala lokal dan global. Inilah salah satu sosialisasi Geographical Indication atau sering disebut Indikasi geografis bagaimana agar kita senantisa memahami dan goalnya adalah sebagaimana judul diatas menjadikan kita bersama di Kab. Dairi bahu membahu agar tercapainya pengakuan yang berimpac keberasilan kita menjual Kopi Sidikalang dan mampu bersaing dengan kopi-kopi lokal maupun manca negara.
Apa itu IG atau Indiksi Geogrfis ?
Geographical Indication atau Indikasi Geografis (IG) yang tertuang dalam norma Persetujuan TRIPs merupakan pengembangan dari aturan mengenai Appellation of Origin (“AO”) sebagaimana diatur dalam The Paris Convention for the Protection of Industrial Property 1883 (Konvensi Paris 1883), sebagai berikut:
… the geographical name of a country, region, or locality, which serves to designate a product originating therein, the quality and characteristic of which are due exclusively or essentially to the geographical environment, including natural and human factor.
Bersama dengan Indikasi Asal (Indication of Source), AO termasuk dalam aturan nama dagang yang memakai nama tempat untuk produk dagangnya. Nama tempat berfungsi sebagai tanda pembeda. Lebih luas pengertiannya dari AO yang harus sama persis dengan produknya, IG merujuk tidak hanya pada nama tempat, tetapi juga tanda-tanda kedaerahan atau lambang dari lokasi bersangkutan yang mengidentifikasikan asal produk khas bersangkutan. Contohnya seperti Menara Petronas, Opera House Sidney ataupun Rumah Adat Toraja. Tanda itu bukan produk dagangnya, tetapi melekat pada produk sebagai tanda asal yang berhubungan dengan kerakteristik produknya. Bandingkan kondisinya dengan produk berupa Champagne, Tequila, ataupun keju Parmagiano. Kesemuanya merupakan contoh IG.
Definisi Persetujuan TRIPs mengenai IG dituangkan dalam Pasal 22 ayat (1), sebagai berikut:
… indication which identify a good as originating in the territory of a Member, or a region or locally in that territory, where a given quality, representation or other characteristic of the goods is essentially attributable to its geographical origin.
IG sendiri pengaturannya dalam Persetujuan TRIPs tidak mengatur lebih jauh ihwal norma tertentu yang harus diikuti Negara peserta. Standar minimum yang harus dilakukan setiap Negara peserta hanyalah melakukan cara-cara hukum dalam rangka perlindungannya (legal means), termasuk singgungannya dengan persaingan tidak sehat (unfair competition). Bentuk perlindungan seperti apa diserahkan pada kebijaksanaan masing-masing Negara. Aturan IG pun boleh dimasukkan di dalam ataupun di luar aturan Merek. Walaupun TRIPs sendiri mengakui bahwa baik IG maupun Merek merupakan rezim yang independen.
Adanya aturan mengenai IG di Indonesia, sebagai salah satu bentuk norma perlindungan HKI, hadir setelah keikutsertaan dan ratifikasi Indonesia dalam Persetujuan TRIPs (vide Keppres No. 7 Tahun 1994). Norma baru yang merupakan bagian dari penyesuaian aturan HKI pasca penandatanganan Persetujuan TRIPs ini dimasukkan dalam rezim Merek sebagaimana tertuang dalam UU No. 14 Tahun 1997 tentang Merek dan dalam UU Merek yang baru, UU No. 15 Tahun 2001 (“UU Merek”). Norma pembatasannya tercantum pada Pasal 56 ayat (1) UU Merek, sebagai berikut:
Indikasi-geografis dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.
Serupa dengan perlindungan Merek di Indonesia, perlindungan IG juga mensyaratkan adanya suatu proses permohonan pendaftaran. Hanya saja pendaftaran dilakukan oleh kelompok masyarakat atau institusi yang mewakili atau memiliki kepentingan atas produk bersangkutan. Berbeda dengan perlindungan merek, IG tidak mengenal batas waktu perlindungan sepanjang karakteristik yang menjadi unggulannya masih tetap dapat dipertahankan. Penjabaran secara rinci ihwal perlindungan IG dituangkan dalam aturan pelaksana berupa PP No. 51 Tahun 2007 tentang Indikasi-Geografis (“PP 51/2007”).
Upaya pendaftaran kopi Sidikalang sebagai IG di Indonesia diperlukan sebagai langkah awal pengakuan hak. Keikutsertaan Indonesia dalam Konvensi internasional seperti Perjanjian Lisabon 1958 perlu dijajaki untuk memperkuat kepemilikan IG dalam wadah internasional. Di samping itu, Perjanjian ini memuat pula aturan yang mengutamakan kekuatan pendaftaran IG sehingga dapat meletakan kepemilikan Merek dalam prioritas kedua, sekalipun sudah terdaftar lebih dahulu atas dasar itikad baik (vide Pasal 5 ayat [6] Penjanjian Lisabon 1958). Namun, upaya hukum pun perlu mengingat azas teritorial HKI. Aturan hukum setempat perlu menjadi acuan pertimbangan dan kajian berkaitan dengan bentuk perlindungan IG berikut Merek dan ihwal Persaingan Tidak Sehat di Jepang.
Pelajaran berharga dari kasus ini bahwa kesadaran untuk melindungi aset berharga seringkali tertinggal karena rasa memiliki baru hadir setelah potensi alam/bangsa kemudian diklaim oleh pihak asing yang bermata jeli dan menghargai nilai komersial dari aset tersebut. Potensi nilai ekonomis dari kopi Toraja telah disadari dan dilirik oleh pengusaha Jepang. Kasus ini mengemuka setelah adanya norma IG yang diperkenalkan Persetujuan TRIPs. Oleh karenanya, perlu pembenahan dalam pendokumentasian aset nasional. Kemajuan yang tercatat saat ini, produk-produk IG yang telah bersertifikat, antara lain: Kopi Kintamani Bali, Kopi Arabika Gayo, Lada Putih Muntok, Mebel Ukiran Jepara, Tembakau Mole Sumedang, Tembakau Hitam Sumedang, Susu Kuda Sumbawa, Kangkung Lombok, dan Beras Adan Krayan.
Dengan demikian bukan saja harapan pengusaha serta masyarakat sebagaiamana salah satu Pengusaha Kopi di Kab. Dairi H. Sabilal Rasyad Maha pernah juga diwawancarai Bulletin Rintis Prana edisi XLII Tahun ke IV Agustus 2012 berharap segera teralisir. Semoga saja Pemkab. Dairi Dengan Sloganya Bekerja untuk Rakyat yang semakin sering dipajang disimpang simpang perempatan tidak menutup mata atas kenyataan dan fakta yang ada, serta bersungguh-sungguh kita perjuangkan demi masa depan Dairi Jaya. Mari kita duduk bersama memikirkannya dan action bukan hanya slogan dan kata-kata (RAA)
Selama ini untuk menggunakan tenaga kerja Indonesia, majikan di Malaysia wajib membayar biaya penempatan TKW sebesar 12.000 ringgit atau sekitar Rp36 juta kepada agen tenaga kerja. Adapun iklan di atas hanya me nawarkan biaya penempatan sebesar 7.500 ringgit atau hampir Rp27 juta.
Iklan itu berbunyi, Indonesian Maids now on SALE. Fast and Easy Application!! Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax, Deposit only RM 3,500! Price RM 7,500 nett!
Iklan itu segera menuai protes dari dalam negeri di antaranya dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat karena penyebarluasan promosi itu tidak beradab.
Bahkan, lanjutnya, Pemerintah Malaysia harus melarang iklan tersebut mengingat perbuatan itu selayaknya tidak terjadi.
Jumhur menilai jika tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Ma laysia terhadap promosi atau iklan itu, tidak mustahil pelaksanaan mo ratorium akan ditingkatkan menjadi kebijakan penghentian TKI pembantu rumah tangga secara permanen.
Pemerintah Malaysia pun segera bereaksi. Dubes Malaysia untuk In do nesia Datuk Syed Munshe Afd zaruddin Syed Hassan menegaskan se lebaran ‘TKI on Sale’ merupakan iklan liar dan bukan iklan resmi.
Pihaknya akan mengambil tin dak an dan sudah melapor ke pihak kepolisian Malaysia. Munshe juga akan mencari pihak yang membuat iklan liar tersebut. Dia berharap ik lan liar tersebut tidak mengganggu hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
Adapun Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar juga menyatakan protes keras da lam kasus ancaman hukuman gantung bagi Frans Hiu (22 tahun) dan Dharry Frully Hiu (20 tahun). Ke duanya merupakan TKI asal Sian tan Tengah Pontianak, Kalimantan Barat.
“Kami akan berjuang terus menggapai keadilan dan saya protes ke ras kepada proses hukum yang ti dak transparan, yang manipulatif,” ujar Muhaimin.
Kakak beradik yang bekerja di arena permainan Play Station Se langor, Malaysia milik Hooi Teong Sim sejak 2009 itu divonis hukuman gantung dalam pengadilan ban ding.
Padahal, di pengadilan sebelumnya kedua TKI itu dinyatakan be bas, tetapi keluarga korban Kharti Raja, yang warga negara Malaysia tidak terima sehingga mengajukan banding. (LN)
Marhaban Ya Ramadhan
October 30, 2012
New Google SEO
Bandung, IndonesiaIklan itu berbunyi, Indonesian Maids now on SALE. Fast and Easy Application!! Now your housework and cooking come easy. You can rest and relax, Deposit only RM 3,500! Price RM 7,500 nett!
Iklan itu segera menuai protes dari dalam negeri di antaranya dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat karena penyebarluasan promosi itu tidak beradab.
Bahkan, lanjutnya, Pemerintah Malaysia harus melarang iklan tersebut mengingat perbuatan itu selayaknya tidak terjadi.
Jumhur menilai jika tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Ma laysia terhadap promosi atau iklan itu, tidak mustahil pelaksanaan mo ratorium akan ditingkatkan menjadi kebijakan penghentian TKI pembantu rumah tangga secara permanen.
Pemerintah Malaysia pun segera bereaksi. Dubes Malaysia untuk In do nesia Datuk Syed Munshe Afd zaruddin Syed Hassan menegaskan se lebaran ‘TKI on Sale’ merupakan iklan liar dan bukan iklan resmi.
Pihaknya akan mengambil tin dak an dan sudah melapor ke pihak kepolisian Malaysia. Munshe juga akan mencari pihak yang membuat iklan liar tersebut. Dia berharap ik lan liar tersebut tidak mengganggu hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
Adapun Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar juga menyatakan protes keras da lam kasus ancaman hukuman gantung bagi Frans Hiu (22 tahun) dan Dharry Frully Hiu (20 tahun). Ke duanya merupakan TKI asal Sian tan Tengah Pontianak, Kalimantan Barat.
“Kami akan berjuang terus menggapai keadilan dan saya protes ke ras kepada proses hukum yang ti dak transparan, yang manipulatif,” ujar Muhaimin.
Kakak beradik yang bekerja di arena permainan Play Station Se langor, Malaysia milik Hooi Teong Sim sejak 2009 itu divonis hukuman gantung dalam pengadilan ban ding.
Padahal, di pengadilan sebelumnya kedua TKI itu dinyatakan be bas, tetapi keluarga korban Kharti Raja, yang warga negara Malaysia tidak terima sehingga mengajukan banding. (LN)
Mengenali
Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Banyak
pengusaha yang mengawali usahanya dalam situasi yang; serba sulit, menghadapi
kondisi yang tidak pasti atau bahkan sering menemukan jalai buntu, dan akhirnya
frustrasi atau hanya menunggu saja dan tidak melakukan apa pun Meskipun
memiliki uang yang cukup banyak sebagai modal awal usaha atau modal kerja belum
tentu bisa memberikan jaminan akan suksesnya suatu usaha. Terlebih jika moda
yang dimiliki pas-pasan, bahkan mungkin tidak punya modal sama sekali. Hal ini
tenti akan membuat kondisi semakin sulit.
Dalam kondisi seperti itu, apa yang
harus kita lakukan? Berusaha mewujudkar impian menjadi orang sukses tanpa
persiapan yang matang, hasilnya menjadi tidal jelas.
Kerugian besar yang dapat
menghabiskan modal yang dimiliki, sebenarnya dapal dihindari atau paling tidak
dapat ditekan sekecil mungkin jika kita bisa memilih usaha yang benar-benar
tepat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai
atau kita mempunyai kompetensi dalam bidang usaha tersebut.
Untuk memilih usaha yang sesuai
dengan kondisi kita sebenarnya juga tidak terlalu sulit. Kita dapat memilih
usaha yang sesuai dengan kondisi di sekitar lingkungan kits sendiri. Seperti di
lingkungan keluarga, di lingkungan kantor, atau di lingkungan kompekf
perumahan, di kampus, atau di mana pun kita berad*.
Kita tidak perlu harus membuat usaha yang terlalu
muluk-muluk. Cukup sederhana saja, tetapi prospeknya bagus. Caranya adalah
dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Salah satu alat
untuk mengukur semua hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan oleh usahawan
sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting, yaitu menggunakan
analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strength^
weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan
analisi| SWOTj Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam
menerapkan analisis SWOT.
a. kekuatan
Melihat
kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah
didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya
yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mal dapat
dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental komputer, dan masih banyak lagi.
b. kelemahan
Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak
memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena
kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha
rental komputer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam
mengoperasikan komputer.
c. peluang
Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan
keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi di lingkungan dekat kampus, membuka
usaha kantin di lingkungan perkantoran, dan lain-lain.
d. ancaman
Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko
tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi
jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita.
Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau
bermain di pasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Kita harus jeli melihat setiap
peluang yang muncul di sekitar kita dan tidak perlu bingung mencari ide untuk
dijadikan peluang, karena ide atau gagasan ada di mana pun. Ada banyak sekali
peluang bisnis jika kita tahu bagaimana dan di mana menemukannya, yang mungkin
saja sudah ada dalam diri kita atau bahkan sudah di depan mata.
Di bawah ini adalah daftar sumber
ide yang dapat memberikan gagasan awal atau pemikiran awal untuk menentukan
usaha apa yang hendak dijalankan:
• Lihat barang-barang di sekeliling dan yang sedang kita
gunakan
• Rasakan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh diri
• Browsing Internet yang menyediakan informasi bisnis
• Baca buku yang berkaitan dengan kewirausahaan
• Baca koran, majalah, atau tabloid yang berisikan
peluang usaha
• Baca
buku kuning telepon (yellow pages)
• Baca perpustakaan umum, perpustakaan sekolah atau
kampus
• Kunjungi teman, kenalan, atau sahabat
• Kunjungi bursa efek, amati tren kapital dan peluang
lainnya
• Ikuti kursus kewirausahaan
• Temani pengacara atau konsultan ketika bertemu kliennya
• Dapatkan informasi dan buku-buku dari kedutaan besar
• Kunjungi pusat-pusat inkubator bisnis
• Kunjungi pusat-pusat perbelanjaan dan restoran waralaba
• Kunjungi penemuan baru, pameran dagang, dan
pameran-pameran lainnya
• Kunjungi perusahaan pesaing
• Kenali konsumen atau pelanggan potensial
• Kenali agen, distributor, atau pedagang besar
• Lakukan hobi dan wisata
• Kenali broker paten dan jasa informasi produk lisensi
• Kunjungi lembaga penelitian dan universitas
• Ikuti seminar, forum diskusi, lokakarya, atau simposium
• Kunjungi asosiasi dagang dan bisnis
• Masuk sebagai anggota partai tertentu
• Ikuti pertemuan alumni
• Ikuti kebijakan dan keadaan ekonomi negara
• Dan masih banyak lagi
Agar ide-ide potensial menjadi
peluang bisnis yang riil, maka wirausahawan han bersedia melakukan evaluasi
terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringa gagasan atau ide
disebut sebagai proses screening, yang merupakan suatu cara terbai untuk
menuangkan ide potensial menjadi barang dan jasa riil.
Banyak cara untuk rnelihat peluang
yang terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama
itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misal:
a. Mengenali
kebutuhan pasar
Usaha berkembang karena ada permintaan, dan banya bisnis
kecil muncul karena ada kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. Sepert membidik
pasar kaum muda atau ABG, misalnya kosmetik, telepon genggam dengai fitur-fitur
yang menarik dan pulsa yang murah, factory outlet, atau membidik pasa di mana
konsumen yang sibuk dan sangat menghemat waktu jika hanya sekada berbelanja
dengan membuat situs perdagangan secara online atau layanan anta barang.
b. Mengembangkan
produk yang telah ada dipasaran
Ide dari
peluang ini adalah bukar yang pertama tetapi menjadi yang terbaik. Dulu ada Pisang
Pontia, saat ini sudah ada produk turunannya seperti P-man; atau produk yang
melengkapi dari produk yang terlebih dulu ada seperti jasa katering dan antar
jemput di lembaga pendidikan, jasa penitipan anak di perkantoran, dan
sebagainya.
c. Memadukan
bisnis-bisnis yang ada
Usaha ini merupakan usaha yang terintegrasi seperti usaha
kos yang dipadukan dengan usaha penatu dan katering; usaha pemasaran terpadu
yang meliputi media cetak, televisi, dan radio, dan sebagainya.
d. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi.
Produk-produk seperti kamera digital, telepon genggam,
komputer, serta produk-produk fesyen dan tata rias model rambut funky, di mana
produk-produk tersebut berkembang sangat pesat di pasar, ba'ik karena didorong
oleh perkembangan kemampuan teknologi maupun karena selera pelanggan yang
selalu berubah.
e. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya
terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar
biasa
Contoh:
produk inovatif dari Sony yang dikembangkan dari ide gula-gula yang terbuat
dari agar-agar, yang dipandang bukan hanya sekadar makanan manis kegemaran
anak-anak, tetapi justru menjadi sebuah inspirasi dalam mendesain pemutar
(player) musik digital Walkman Network.
f. Menggunakan asumsi-asumsiyang baru (tidak baku)
Contoh:
banyak tempat-tempat seperti hotel atau restoran yang sebelumnya tidak
menyediakan playground, tetapi apabila kemudian disediakan, maka pengunjung
pasti menjadi lebih banyak karena pengunjung tidak hanya berasal dari kaum tua
atau kaum muda saja, tetapi juga anak-anak balita.
Melihat sumber ide bisnis yang sangat
banyak, tidak mungkin kita dapat seluruhnya. Kita dibatasi oleh sumber daya
yang terbatas, sehingga kitaharus memilih ide atau gagasan yang cukup layak
untuk dikerjakan.
Beberapa langkah untuk mengenali .dan memilih peluang
bisnis yang tepat seluruhnya.
1. Tentukan Tujuan Besar yang Hendak Dicapai
Menentukan tujuan dan arah bisnis sangat diperlukan bagi
wirausahawan baru, sebab setelah itu harus segera melakukan tindakan-tindakan
nyata dengan penuh motivasi untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkannya
tersebut. Oleh sebab itu, setiap wirausahawan baru harus mampu menetapkan niat
tersebut baik dalam hati, pikiran, maupun yang terbaik tentunya dalam bentuk
tulisan.
Cara yang sederhana dalam menentukan tujuan adalah dengan
"mengenali keinginan Anda." Apa yang benar-benar ingin Anda lakukan?
Dan satu hal yang terpenting dalam memilih bisnis yang tepat adalah jawaban
tentang, "Apa yang benar-benar ingin Anda lakukan sehingga orang akan
mengeluarkan uangnya untuk Anda?" Jawaban mengenai keinginan Anda ini akan
sangat membantu dalam langkah awal memulai bisnis.
Keinginan
merupakan sesuatu hal yang dapat membuat Anda bereaksi untuk segera
memenuhinya, dan akhirnya akan muncul sebuah aksi atau tindakan. Oleh
sebab itu, coba pikirkan kembali pertanyaan berikut ini: "Apa yang
benar-benar ingin Anda lakukan?
2. Buat Daftar Ide Usaha
Membuat daftar ide sebanyak-banyaknya yang menarik
pikiran Anda. Kita dapat menggunakan
pikiran kita untuk membantu menggambarkan apa saja yang memungkinkan kita untuk
selalu mengingatnya. Pikiran membantu otak kita dalam memudahkan menemukan
gagasan dan menyimpannya dengan baik.
3. Nilai Kemampuan Pribadi
Pikirkanlah
tentang segala kemampuan, kekuatan, karakteristik yang diperlukan untuk
mencapai sukses dalam bisnis yang Anda lakukan. Telusuri dan
munculkan semua kelebihan-kelebihan Anda dan jangan sekali-kali mengingat atau
memikirkan kelemahan yang Anda miliki. Kadang-kadang banyak orang yang memiliki
ide yang cemerlang tetapi tidak dapat direalisasikan secara tepat dan cepat
dikarenakan mereka sendiri tidak tahu cara apa yang mereka inginkan untuk
mewujudkan ide cemerlang tersebut.
Untuk mempermudah mewujudkan ide atau gagasan, buatlah
daftar mengenai langkah apa yang Anda inginkan untuk mewujudkan ide atau
gagasan tersebut. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memulainya, gunakan
pertanyaan berikut ini untuk mendapatkan alur ide Anda:
a. Apa yang
benar-benar Anda inginkan dalam hidup Anda?
b. Apa yang
hampir dan pernah terlewatkan dalam hidup Anda?
c. Pada situasi apa dalam hidup,
yang Anda rasakan paling menyenangkan dan mengesankan?
d. Apa cita-cita dan ambisi Anda?
e. Dan sebagainya.
Dengan menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut Anda akan
lebih fokus untuk memilih bisnis yang terbaik atau sesuai bagi Anda. Perbesar
motivasi diri Anda untuk maju, berikan penilaian yang sangat tinggi terhadap
kemampuan diri Anda, sehingga Anda memiliki motto pertama: "berani...,
berani..., dan berani...!!!."
4. Pilih Kriteria
Buatlah
tabel kriteria bisnis yang diperlukan, misalnya berisi jumlah modal yan
diperlukan, kebutuhan penghasilan tahunan, sektor bisnis yang disukai, jangka
wakt pengembalian modal, situasi lingkungan yang diinginkan, interaksi dengan
pemasol pengembangan pribadi, ukuran bisnis dan jumlah karyawan, jam kerja
bisnis, jar istirahat dan liburan, tingkat dukungan dari orang terdekat,
tingkat pertumbuha yang diinginkan, lokasi, jumlah dan sifat konsumen yang
dituju atau pangsa pasa dan waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke lokasi atau
tempat usaha.
Lalu berikan penilaian tingkat kepentingan menurut Anda
dari setiap pertanyaai tadi yang telah Anda jawab. Kesukaan pribadi ini adalah
faktor yang menentukai untuk memilih bisnis yang tepat bagi Anda. Selanjutnya,
beri peringkat fakto pemilihan bisnis menurut skala kepentingannya; misalnya
dari satu sampai lima, d mana satu menunjukkan bahwa faktor itu tidak relevan
dan lima menunjukkan fakto tersebut sangat penting.
5. Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha,
konsultan, atau mentor
Langkah
ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh saran serta masukan dar
pengalaman-pengalaman mereka, sehingga kita tidak memilih ide usaha hany;
sekadar keinginan semata dan meminimalisasi kesalahan akibat coba-coba (trial
anc error) dalam menjalankan bisnis nantinya. Membandingkan (benchmarking)
dengar bisnis sejenis akan bermanfaat untuk mengetahui lebih banyak bisnis yang
akar ditekuni. Anda akan mendapatkan gambaran tentang jumlah modal yang
dibutuhkan hambatan serta peluang dibanding bisnis sejenis yang sudah berjalan.
Dari saran penasihat atau mentor
dapat digunakan untuk mengetahui bagaimam mereka mengawali kariernya atau
memulai usahanya, menemukan idenya, mengatas: permodalan, motivasi, mengelola
sumber daya manusia, pemasaran, dan lain-lain Dapatkan pengalaman yang berharga
dari mereka karena ada manfaat atau hikmah dan pelajaran yang dapat diambil
tanpa harus membuat banyak waktu, pikiran, dan uang untuk mengalaminya sendiri.
Untuk memperoleh kesempatan itu,
Anda dapat saja melakukannya dengan membaca buku-buku tentang kisah sukses dari
mereka, pemikiran-pemikirannya yang ditulis di koran, majalah, atau Anda
sendiri yang mendatangi tempat usaha mereka atau mengikuti seminarnya.
6. Nilai Keadaan Bisnis Saat Ini dan Masa Mendatang
melalui Riset
Penilaian
berikutnya apakah bisnis tersebut dapat bertahan, salah satu pendekatan yang
dilakukan dengan riset lapangan. Macam-macam faktor dapat dianalisis dan
digunakan sebagai landasan berpijak dalam melakukan bisnis sesungguhnya,
seperti kemampuan menghasilkan laba, pola pertumbuhan, dan alasan pemilik
memilih bidang usaha tersebut. Anda tidak boleh melihat prospek bisnis hanya
dari "luar" tanpa mengetahui langsung kondisi bisnis sebenarnya di
lapangan. Sebab bisnis orang lain yang kelihatannya menguntungkan belum tentu
benar-benar bisa menguntungkan bila Anda mengetahuinya lebih rinci.
Sebaliknya, bisnis yang kelihatannya biasa-biasa saja
bila dilihat dari "luar," bisa jadi bisnis tersebut memberikan
keuntungan dan prospek bila Anda mengetahuinya. Tanyakan mengapa mereka puas
atau apakah mereka menyesali masuk dalam bisnis tersebut.
Riset
ini dapat dilakukan lebih mudah di luar wilayah geografi Anda
untuk menghindari keseganan pesaing, tanyakan
pula di kota atau daerah lain yang berdekatan. Ingat dalam melakukan
riset, Anda bisa saja berpura-pura menjadi konsumen atau mengamati pelanggan
yang datang, atau lebih baiknya Anda menjelaskan
alasan riset Anda secara jujur.
7. Tetapkan Pilihan
Pada bagian ini, Anda harus
memilih salah satu dari ide yang sudah Anda buatkan daftarnya dan tentunya memilih berdasarkan kemungkinan
tingkat keberhasilan terbesar dan risiko
kegagalan terkecil. Dimulai dengan menyeleksi dan meringkas pilihan menjadi lebih sedikit, dan Anda dapat
mempertimbangkan beberapa hal yang telah
dibahas pada langkah-langkah sebelumnya, antara lain:
a. Ketahui keahlian yang dimiliki dan ilmu yang
dikuasai.
b. Pilih yang memiliki ketertarikan tertinggi; semakin 'Anda
menyukai bisnis tersebut, semakin besar
peluang keberhasilannya.
c. Pilih yang memiliki keunikan atau memiliki
perbedaan dengan bisnis yang sudah ada,
sehingga pelanggan menemukan sesuatu yang berbeda dan menarik perhatiannya.
Keunikan ini akan membuat usaha Anda tidak mudah ditiru oleh calon pesaing. Ingat moto kedua: "beda......
beda...... dan beda!!!"
d. Lihat
tren yang berkembang, gaya hidup, dan perilaku pelanggan yang potensial agar siklus hidup produk dapat bertahan lama dan tetap berada pada masa pertumbuhan sehingga menghindari masa penurunan
atau kejenuhan dan selalu melakukan
inovasi.
e. Kemudahan
akses menjadi hal yang patut dipertimbangkan, jangan sampai ide terbuang begitu
saja dan hanya dalam mimpi. Pikirkan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku,
peralatan pendukung, lokasi, dan komunikasi yang dapat mempertahankan bisnis dalam jangka panjang.
f. Pilih
yang tidak melibatkan Anda secara penuh dalam pelaksanaannya nanti. Harus
diingat bahwa sebagai wirausahawan, Anda tidak akan mengerjakan sendiri semua kegiatan, Anda harus terus berpikir
dan melakukan kegiatan untuk membesarkan dan mengembangkan usaha yang
juga memerlukan waktu yang banyak dalam persiapannya. Buatlah pendelegasian
wewenang atau duplikasi pengelolaan serta
membuat sistem yang dapat mengatur semuanya apabila kita tidak ada atau sedang berada di luar tempat
usaha.
g. Jangan terlalu boros untuk menginvestasikan
modal, apalagi melebihi kemampuan keuangan Anda.
h. Lakukan
simulasi kecil sebelum bisnis dijalankan, agar mengetahui segala kemungkinan yang terjadi dan akan mudah
mempersiapkan segala sesuatunya serta
mempercepat mengatasi permasalahan.
i. Jangan lupa setelah segala sesuatunya dapat
tergambar jelas dan sangat layak untuk dilakukan,
Anda harus berani untuk melakukan semuanya. Seseorang yang ingin mahir bersepeda, maka dia harus langsung menaiki
sepeda itu, meski pertama-tama mungkin perlu
menggunakan roda pembantu, kemudian akan bisa dengan dua roda, walaupun dalam
kenyataannya pasti menemui berbagai kesulitan dan merasakan pula jatuh di jalanan atau menabrak pohon.
Semua itu harus dilakukan langsung dan bukan
hanya teori, sekali lagi harus langsung praktik. Ingat moto yang ketiga: "lakukan..., lakukan...,
dan lakukan!!!"
Setelah kita memutuskan bisnis apa
yang ingin dijalankan, hal yang perlu menjadi pertimbangan berikutnya adalah
memilih jalur usaha yang tepat atau memilih beberapa prospek bisnis, Arida
harus memutuskan jalur mana yang ingin dipilih untuk memiliki bisnis sendiri.
Terdapat tiga jalur utama yang dapat dipilih: memulai bisnis baru, membeli
bisnis yang sudah ada, mengembangkan bisnis yang sudah ada, dan kemitraan atau
waralaba (franchise).
-oOo-
![]() | |||||||
Sejarah Pusat Pasar Pusat Pasar (juga dikenal dengan nama Pajak Central) adalah sebuah pasar besar yang terletak di Pusat Pasar, Medan Kota, Kota Medan, Indonesia. Gedung Pusat Pasar pada masa kini terhubung dengan gedung Medan Mall,sebuah pusat perbelanjaan modern. Usul untuk mendirikan sebuah pasar besar yang dikelola pemerintah diterima dengan bulat dalam sebuah sidang Gementeraad pada tanggal 29 April 1929. Pembangunan pun mulai dilaksanakan pada 2 April 1931, namun sempat tersendat akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun tersebut. Pembangunan baru diselesaikan pada 21 Desember 1932. Pusat Pasar dibuka pertama kalinya pada 1 Maret 1933. Kompleks pasar dibagi kepada empat gedung. Pada tahun-tahun awal kios-kios Pusat Pasar tidak banyak ditempati pedagang karena keadaan ekonomi yang kurang baik dan alasan bahwa memindahkan kios dari tempat asal ke Pusat Pasar akan merepotkan. Untuk mengatasi masalah ini, maka pada tahun 1942 ongkos penyewaan kios diturunkan hingga semurah-murahnya dan jumlah pembayaran disesuaikan dengan kesanggupan sang penyewa. Pusat Pasar Sidikalang Perusahaan Daerah (PD),Pusat Pasar Dairi (dalam Gambar). Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kab Dairi Amister Lumbangaol, diwakili Sekretaris Dinasnya Edy Banurea diruang kerjanya ,menjelaskan, kondisi pajak sentral Sidikalang yang selama ini menjadi tumpuan tempat jual beli hasil pertanian dari pelosok Kabupaten Dairi. Dia mengatakan, dari hasil pendataan sebanyak 1323 unit ruang sejenis lapak akan dibagikan kepada pedagang menurut jenis dagangannya. Namun, kondisi sekarang yang siap untuk ditempati dari hasil pendataan hanya 495 unit berada di blok A dan Blok B peruntukan pedagang jenis bahan kering seperti kelontong, barang imitasi dan tukang mas, selanjutnya masih di blok A juga menjadi tempat berjualan jenis jualan kain, sepatu, dan jasa lainnya. Secara rutin setiap hari pekan Rabu dan Sabtu Pemerintah Dairi akan melakukan penertiban dan pembinaan kepada pedagang yang berada di lokasi pusat Pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi demikian dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Drs Erwin Sihotang ketika dijumpai wartawan harian berita sore 7 bulan yang lalu, namun hingga kini kesemerautan masih saja terlihat, drainese air tidak jelas hingga mengakibatkan jalan becek, serta banyaknya sampah yang berserakan inilah kenyataan yang sangat ironis dan belum adanya perubahan yang signifikan. |










