Calon Bupati Dairi 2014 Sebuah Wacana
Perhelatan Pemilukada Kab. Dairi tampak terlihat menggeliat
dengan munculnya Baliho dan stiker mobil yang lalu lalang, demikian juga di
media online dari pengamatan kami yang sangat siap bertarung adalah Parlemen Sinaga dengan websitenya yang Parlemen Sinaga.com yang cukup elegan. Sementara calon
Bupati/Wakil berikutnya seperti Ir. Luhut Matondang, MG Lingga-Bosmen Silalahi (Madu Bos), Tumpu
Capah Reinfil Capah, Citra Efendi Capah, Abdul Muin Angkat, Naik Angkat,Tikki Angkat, Jansen Sinamo, Zuhri
Bintang, Delfi Ujung Passiona-Insanuddin Lingga, Selain incumbent, Johnny –Irwansyah Pasi , yang terbaca mbah google
Website/blog Abdul Muin Angkat yang eksis sejak lama dan mengungkapkan ide-ide
visionernya , Robert Hendra Ginting demikian juga rajaaidilangkat.blogspot.com cukup
bombastis dengan mengusung website / blog nya dengan nama Sidikalang sidangkat
Tanah leluhur dan Sidikalang Insan Cita.com, dan yang lainya.
Pantauan
SSTL dari calon yang sudah siap adalah tentunya nama Johnny Sitohang
–Irwansyah Pasi, SH dan
Drs. Passiona Sihombing –Insanuddin Lingga, S. Sos, M. Si Sementara Parlemen
Sinaga digadang-gadang dengan Ir. Tumpu Capah, Naik Angkat-Benpa, Ali
Wongso Halomoan Sinaga-Abdul Muin Angkat (dari Pelangi perantau Jakarta), Jansen Sinamo-Zuhri Bintang( mazu), MG Lingga-Bosmen Silalahi (Madu Bos) dan
tentunya balon-balon yang lain akan muncul diperkirakan lebih dari lima calon
akan bertarung sebagaimana periode yang lalu.
Ketar ketir incumbent mulai terlihat dengan mengerahkan segala
daya upaya persiapan yang solid ini terlihat dengan aspek aspek politis lima tahun
lalu selama masa rezim mereka di periode kedua nantinya. Tampaknya di Tanah Pakpak
Sangat mungkin adanya kejutan yang dahsat jika kita melihat perhelatan Cabup
kali ini sangat membara dan memanas nantinya karena keberanian kaum muda untuk
mengaum, dan tentunya soliditas dari kubu Pelangi yang menjadi trenseter
penguatan calon menjadi sebuah lobi-lobi yang mengedepankan semangat membangun
dengan pertarungan misi visi yang visioner. Namun demikian tidak dapat di
pungkiri kekuatan Uang juga menjadi sebuah keniscayaan, bermiliar-miliar akan
ditumpahkan yang pastinya adalah bagaimana sang calon mampu untuk menggandeng,
mengusung, mensinerjikannya,memamg disinilah incumbent memiliki nilai lebih,
namun demikian tentunya pengaruh pengaruh dari pusat juga tidaklah bisa di
nafikan begitu saja, walau Pt,dpm tidak seperti llima tahun yang lalu, namun yang
pasti lobi-lobi politik tingkat tinggi jangan sampai menggadaikan Kab. Dairi
demi kepentingannya.
Apapun
dan Siapapun Cabupnya kita sangat mengapresiasi dan rakyat dairi begitu cerdas
menyikapinya maka pantas dan penting bagi calon untuk berlaga dengan misi visi
untuk membangun dairi lebih maju lagi dimasa masa depan dengan egaliter,
visioner, meningkatkan kualitas suber daya manusia, dan kesejahteraan rakyat
dairi yang berkeadilan dengan tetap menjunjung kualitas sumber daya manusia dan
kesejahteraan rakyat yang berkeadilan dengan tetap menjunjung tinggi
nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan kearifan lokal budaya Papkpak, meningkatkan
kualitas dan kuantitas infrastruktur untuk mewujudkan kemajuan kemajuan dan
daya saing daerah dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan
di Dairi.
Di era percepatan informasi dan
perubahan yang begitu pesat pada tahun 2013 tak terasa telah memasuki jelang
bulan ke tiga yani di bulan Maret, perubahan cuaca dan suhu mengiringi cara dan
pola kita di keseharian semakin terperangkap rutinitas semu meski demikian ada
hal baru dimana harapan ditahun ini kita bersama-sama, di mana banyak harapan dan
semangat yang tertoreh gepita yang menggelora dalam rangka menjemput rezeki baru
dari berbagai sumber, berbagai arah mata angin, termasuk dari kegiatan karir
profesional sebagai suatu keharusan, yang tentunya menjadi idaman setiap
individu untuk bisa dicapai demi kesuksesan dan pencapaian pribadi yang utuh
dan berintergritas. Oleh karena itu, semestinya kita analisa secara mendalam
mengenai peluang sektoral yang mempengaruhi kesuksesan anda dimasa depan.
Refensi ini adalah salah satu dari sekian banyak membentang yang perlu anda pikirkan
sehingga anda tidak hanya terjerembab
dalam keruhnya riuh kota metropolitan yang kian tak bersahabat dengan kemampuan
anda beradaptasi.
Adapun uraian ini agar anda meraih sukses di
Seluruh kawasan Nusantara utamanya di Kota Sidikalang, Salak, Sidiangkat, Sumbul,
dan lainnya sebagai gambaran di uraikan
secara singkat dibawah yakni :
Salah satu Sektor yang paling berpeluang di Kabupaten
Dairi adalah Pertambangan pt.dpm.co.id para pencari kerja secara umum, biasanya karena faktor gaji yang tinggi. memasuki
tahun 2013, bisnis Mining sedang mengalami pasang surut akibat ketidakstabilan
harga di pasar dunia serta Indonesia, namun bidang usaha tambang masih banyak peminat pelamarnya dan
tidak kalah dengan jumlah peminat pelamar Teknologi Informatika, bahkan bidang
ini (Mining) termasuk sektor usaha paling potensial untuk diburu Job Seekers
karena juga merupakan salah satu komoditi utama & penting yang selalu digunakan
pada setiap negara didunia.
Anda pasti setuju bahwa Bidang IT adalah yang masih sentral pencari pekerja dan semakin digandrungi, khususnya pada kesempatan karirnya sendiri, di mana seiring dengan makin pesatnya Demand perusahaan yang memerlukan tenaga berspesifikasi keamanan serta pemeliharaan sistem komputerisasi yang efektif. Bahkan ditinjau pada faktor Future Growth-nya, sektor IT sejatinya akan terus melonjak pesat, Era mobile masa kini sudah menghadirkan program berkualitas berbasis Mobile Application.
Sektor yang tak kalah pesatnya adalah masuknya Perbankan , tentu saja Anda akan menyetujuinya bahwa tetap akan menjadi prioritas Sebab, jika dikaji dari fungsi Banking yang notabene menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan perekonomian di tanah air, apalagi kota sidikalang akan munculnya bank-bank lainya sebagai percepatan pertumbuhan investasi selain itu juga semakin melonjaknya persaingan institusi perbankan, baik yang berstatus swasta maupun milik negara. Diperlukannya banyak tenaga handal guna di posisikan pada devisi-devis penting di bagian perbankan yakni Teller, CS BO, GM, MM dan lain sebagainya
Tak Kalah pentingnya untuk membangun Pendidikan yang layak di nusantara juga semakin menuntut adanya tenaga spesialis pendidikan, yang khususnya ditujukan bagi para penyedia layanan kemampuan atau pengetahuan tidak formal, seperti institusi yang mengadakan proses pelatihan dan dan proses sertifikasi pada tingkat individu maupun korporasi. Dalam sektor ini juga didedikasikan bagi para pekerja profesional pada ruang lingkup Soft Skill, seperti Motivator, dan lain sebagainya.( walau tak dipungkiri CPNS adalah rating tertinggi idaman dan harapan terbesar di dua kabupaten tersebut bahkan sebagai batu loncatan bagi masyarakat sumut)Dan yang terakhir adalah Pertanian yang menjadi andalan di dua kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat tentunya sangat berpeluang membuka lahan pertanian secara individu dan korporat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2012 tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 41,20 Juta jiwa atau sekitar 43,4% dari jumlah total penduduk Indonesia. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 4,76% atau sebesar 1,9 juta dibandingkan Agustus 2011. Indonesia menempati urutan ke 3 dunia setelah China (66% ) dan India (53,2%).
Sektor pertanian di
Indonesia sungguh sangat strategis untuk meningkatkan taraf hidup penduduk di
pedesaan, penyediaan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia. Oleh karena itu,
pembangunan sektor pertanian ke depan seyogianya dengan sasaran utama
peningkatan kesejahteraan masyarakat petani dan pemantapan ketahanan pangan
nasional.
Komitmen Pemerintah untuk
memajukan sektor pertanian sudah besar. Mengingat kemampuan pendapatan negara
terbatas, alokasi biaya pembangunan sektor pertanian menjadi tidak ideal.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2013 untuk alokasi anggaran
program sektor pangan sebesar Rp. 83 triliun atau sepertiga dari anggaran
belanja pegawai yang besarnya mencapai Rp 241 triliun. Anggaran pangan tersebut
hanya mencakup untuk 2 (dua) kegiatan, yaitu stabilisasi harga pangan bagi
pemenuhan kebutuhan rakyat sebesar Rp. 64,3 triliun, serta pembangunan
infrastruktur irigasi Rp. 18,7 triliun.
Dengan 7% dari total
anggaran di APBN 2013, diharapkan anggaran untuk sektor ini mampu menyelesaikan
berbagai persoalannya, termasuk persoalan ketenagakerjaan. Mengacu pada ukuran
Organisasi Pangan Dunia (FAO), dana bagi sektor pertanian suatu negara,
diharuskan sebesar 20% dari total anggaran untuk membiayai pembangunannya.
Kini saatnya peran para
perantau untuk memberikan dukungan
secara nyata agar terdorongnya sektor pertanian agar menumbuhkan minat
berwirusaha Mereka yang berpendidikan rendah pada umumnya
adalah petani yang tinggal di daerah pedesaan, kondisi ini juga semakin
menyulitkan dengan semakin berkurangnya upaya pendampingan dalam bentuk
penyuluhan pertanian. Di sisi lain, bagi sebagian besar penduduk pedesaan,
sudah kurang tertarik lagi bekerja dan berusaha di sektor pertanian, sehingga
mengakibatkan semakin tingginya urbanisasi ke perkotaan. Mereka yang
berpendidikan rendah pada umumnya adalah petani yang tinggal di daerah
pedesaan, kondisi ini juga semakin menyulitkan dengan semakin berkurangnya
upaya pendampingan dalam bentuk penyuluhan pertanian. Di sisi lain, bagi
sebagian besar penduduk pedesaan, sudah kurang tertarik lagi bekerja dan
berusaha di sektor pertanian, sehingga mengakibatkan semakin tingginya
urbanisasi ke perkotaan.
Hal hanya
dapat ditekan dengan mengembangkan agroindustri pertanian di pedesaan, karena
dapat membuka peluang keterlibatan seluruh pelaku, termasuk kelompok penduduk
di pedesaan. Kelompok ini sesungguhnya dapat lebih memegang peranan penting
dalam seluruh proses produksi usaha tani. Mereka berpeluang menjadi penyediaan
dan distribusi sarana produksi, usaha jasa pelayanan alat dan mesin pertanian,
usaha industri pasca panen dan pengolahan produk hasil pertanian, usaha jasa
transportasi, pengelolaan lembaga keuangan mikro, sebagai konsultan manajemen
agribisnis, serta tenaga pemasaran hasil-hasil produk agroindustri. perlunya
pembangunan pertanian dilakukan secara komprehensif dan terpadu dengan
pengembangan sektor komplemennya (agroindustri, penyediaan kredit, teknologi
melalui penyuluhan, dan pasar), sehingga menghasilkan nilai tambah di luar
lahan dan upah tenaga fisik mereka.
Demikianlah kiranya
semoga tulisan ini bermanfaat dengan pendekatan kajian oleh Rajbani Fundation sebagai
awal pemetaan dan peluang sebesar besarnya bagi masyarakat umumnya dan
masyarakat pemegang hak ulayat tanah pakpak utamanya.
Jonny Lingga holds a degree in Development Economics from North Sumatra University (USU) Medan. He was a member of PT. Kaltim Prima Coal's (KPC) first Graduate of Development Program in 1992. After two years in the Accounting Department of KPC, he moved to PT Freeport Indonesia (PTFI) in Papua where he worked for more than sixteen years in various management roles. He spent five year years as the Chief Operations Accountant, four years as the Senior Contracts Negotiator and seven years as the PTFI Government Relations Manager. He joined PT Dairi Prima Mineral in April 2011 as the CSR Manager.
SIAPAPUN PEMIMPINNYA MELURUSKAN PROGRAM KERAKYATAN
Adalah suatu yang sangat mendesak bagi pemerintahan akan datang, siapapun Pemimpinnya program kerakyatan untuk kesejahtraan sosial hendaknya menjamin Kesehatan, Pendidikan dan memberi jaminan social bagi golongan yang tidak mampu dan rakyat yang kesulitan ekonomi.
UUD 1945 telah mengamanatkan dalam Pembukaannya berisi salah satu tujuan pokok Negara adalah “memajukan kesejahteraan umum” Hal ini berarti, setiap warga Negara memungkinkan mencapai kesejahteraan lahir dan bathin sebagai hak asasi manusia yang diberikan oleh Pemerintah. Tujuan Keadilan soisal adalah untuk menyusun suatu masyarakat yang equal adan teratur dimana semua warga negaranya mendapat kesempatan yang sama untuk membangun suatu kehidupan yang layak dan mereka yang lemah kedudukannya mendapat bantuan seperlunya. Pemerintah sebagai pemimpin Negara bertugas untuk memajukan kesejahteraan yang merata dan menuntut kepada warganya memberikan sumbangan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebaliknya, Pemerintah Wajib menjamin agar setiap warganya mencapai kesejahteraan taraf hidup minimum yang layak bagi kemanusiaan.
Keadilan Sosial adalah keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomi, politis, sosial, budaya, dan ideologis dalam masyarakat. Struktur-struktur itu merupakan struktur kekuasaaan dalam dimensi dimensi utama kehidupan masyarakat. Keadilan sosial berkenaan dengan kebaikan bersama dan bisa di sebut sebagai keadilan bersama. Keadilan sosial mengatur hubungan masyarakat dengan warganya dan sebaliknya. Keadilan Sosial adalah kondisi suasana kehidupan masyarakat dimana setiap warganya merasa aman dan tentram, lahir dan bathin, karena prinsip-prinsip keadilan yang dianggap berlaku dan disetujui masyarakat yang bersangkutan, diakui dan dilaksanakan secara tertib oleh seluruh anggota masyarakat.
Jelaslah bahwa paparan tesebut diatas adalah seluruh pengambilan keputusan dilakukan oleh Penguasa terhadap rakyatnya dalam upaya memajukan kesejahteraan umum secara adil kepada seluruh lapisan rakyat untuk menikmati hasil –hasil pembangunan. Namun apa yang terjadi jika kita tidak melihat Penguasa tidak mengubahnya? Mengubah dan bahkan membongkar struktur ekonomis, politis, social, budaya, dan idiologis yang menyebabkan segolongan orang tidak dapat memperoleh apa yang menjadi hak mereka atau tidak mendapat bagian yang wajar dari harta kekayaan dan hasil pekerjaan yang telah mereka lakukan secara keseluruhan.
Pemerataan Pendapatan dalam arti Pembagian pendapatan Nasional termasuk salah satu kewajiban dasar Negara. Keadilan tidaklah sempurna kalau implikasinya hanya terbatas pada bidang penegakan hukum semata. Tanpa perwujudan keadilan sosial dan ekonomi, maka ketimpangan-ketimpangan yang sangat tajam didalam masyarakat akan tetap muncul. Dalam Alqur’an menaruh perhatian yang sangat besar utuk mewujudkan hal yang demikian dan mengecam keras kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam Masyarakat Arab disaat itu, Tahuid di kedepankan dan keadilan sosial adalah doktrin paling awal yang ditanamkan Alquran kepada masyarakat Arab di Mekkah. Kepedulian sosial sangat ditekankan dalam Alqur’an sebagai bentuk ajaran yang terpenting demi membangun masyarakat yang adil dan makmur. Ayat Alqur’an mengingatkan kita agar harta kekayaan tidak hanya terbatas sirkulasinya pada sekelompok orang kaya saja. Orang-orang yang bertaqwa adalah orang yang menyadari dalam harta kekayaan yang mereka miliki terdapat hak-hak orang lain didalamnya. Perhatian penuh harus dan hendaknya diberikan kepada lapisan masyarakat yang belum dapat hidup wajar sebagai manusia.
Dalam kedilan sosial terkandung makna bahwa manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Namun persamaan kesempatan ini tidaklah sama dengan pengertian yang dikembangkan oleh masyarakat Kapitalis-Liberal.
Dalam persamaan kesempatan menurut Alqur’an termuat pengertian bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mencapai kehidupan yang layak dan sejahtera. Mengusahakan keadilan sosial ekonomi merupakan salah satu kewajiban Negara yang paling mendasar atau fundamental agar Negara dapat memecahkan konflik-konflik internal dalam masyarakat hal ini hendaknya dilakukan melalui pendekatan insidental dan struktural, mengupayakan terwujudnya keadilan dan persaudaraan diantara manusia, serta mengawasi distribusi sumber daya produktif, dan mengusahakan perluasan kesempatan kerja bagi seluruh masyarakat.
Pendekatan Insidental dan Struktural suatu keharusan
Dimensi kemanusiaan yang sangat serius adalah masalah kemiskinan yang merupakan sebuah gejala universal. Kemiskinan juga merupakan yang tidak bisa dianggap enteng bahkan mudah untuk dicarikan solusinya karena sudah ada sejak lama. Dengan kata lain Kemiskinan merupakan kenyataan abadi dalam kehidupan manusia jadi tak layak kita katakan memberantas Kemiskinan dalam sebuah slogan dalam hubungan ini, isu-isu kesenjangan dan ketimpangan sosial ekonomi semakin mencuat kepermukaan bahkan sebagai komenditi yang semata mencari popularitas semata agar mereka dianggap pro rakyat jelata.
Ajaran Islam sangat berpotensi mendobrak kebekuan untuk menanggulangi kemiskinan yang menjadi perhatian bersama, namun mengapa dikalangan umat Ilam sendiri begitu banyak yang terkena dampaknya. Hal inilah Para Ulama dan Cendekiwan harus berusaha memberi solusi dan mereka digarda depan mengkawal dan menyebarkan sepirit islam yang bersumber dari ajaran islam itu sendiri. Islam sebagai ajaran yang fungsional dan tetap relevan dengan kondisi zaman, tetap terkait dengan persoalan kemanusiaan namun umat islam sekarang lemah pemahaman ditataran pelaksanaannya di lingkungan keluarga bagi terdegradasi dan mereka kosong atas nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.(Mendapatkan rezeki yang halal )
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan Rezki kepada siapa yang dikehendaki dan menyempitkannya, sesungguhnya Dia maha mengetahui lagi maha melihat akan hamba-hambaNya ( Al isra /17;30)
Dalam ayat lain di surah al AnNahl /16;71) “Allah melebihkan sebagian kau dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezki itu) tidak mau memberi rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama(merasakan rezki itu. Maka mereka mengingkari nikmat Allah.”
Kedua ayat ini mendeskripsikan adanya pengelompokan orang kaya dan orang miskin disebabkan oleh besar kecilnya perolehan rezki yang diterima oleh masing-masing pihak. Padahal disisi lain, Allah telah menyediakan sejumlah kemungkinan-kemungkinan itu, manusia perlu berusaha/ beriktiar semaksimal mungkin sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing.
Untuk dapat melakukan aktifitas masing-masing manusia telah dibekali Allah dengan berbagai kemampuan. Namun dalam kenyataannya manusia dapat memiliki kemampuan yang berbeda, baik secara vertical orang dapat berbeda dalam tingkatan kemampuan baik kemampuan teknis maupun kemampuan managerial.
“ Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan dia meninggikan sebagian dari kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, Untuk mengujimu tetang apa yang diberikanNya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanya ,dan sesunggunya Dia Maha Pengampun lagi maha Penyayang( Al An’am6/165 )
Adanya perbedaan kemampuan , dan ketidak adilan dalam kekayaan, dan juga kesempatan dalam mendapatkan sumber daya atau sarana ekonomi, dapat ditengarai menjadi penyebab perbedaan perolehan rezeki yang diperoleh seseorang. Hal inilah disyaratkan dalam Alqur’an Surah Al Ahqaf /46;19
“ Bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan pekerjaaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan”
Kata Miskin berasal dari kata sakana yang berarti” diam atau tenang” sedang kata Fakir berasal dari kata fakr yang pada mulanya berarti tulang punggung. Faqr adalah orang yang patah tulang punggungnya, dalam arti beban yang dipikulnya sedemikian berat sehingga “mematahkan” tulang punggungnya. Banyak rumusan tentang miskin dari mulai PBB mengkatagorikan seseorang itu miskin, maupun menurut versi Pemerintah serta menurut perseorangan berbeda-beda. Hasil telaah fiqih membuat rumusan miskin menurut Ali Yafi orang yang memiliki harta benda atau mata pencaharian atau kedua-duanya, tetapi menutupi seperdua atau lebih dari kebutuhan pokok. Sedangkan yang dimaksud Fakir ialah mereka yang tidak memiliki sesuatu harta benda atau tidak mempunyai mata pencaharian tetap, atau mempunyai harta benda tetapi hanya menutupi kurang dari seperdua kebutuhan pokoknya. Deskripsi angkanya adalah dengan menggunakan angka 1 -10 sebagai indeks. Bagi yang memperoleh penghasilan 5-9 dapat digolongkan miskin dan jika hanya berpenghasilan 4 kebawah, digolongkan sebagai Fakir.
Sementara menurut Ash Shidddieqy, tidak ada perbedaan yang signifikan diantara keduanya antara fakir dan miskin. Ia mendefenisikan keduanya sebagai” Mereka yang berhajat, namun tidak dapat mencukupi hajatnya (kebutuhannya). Perhatian pemerintah, kepedulian sosial, keterjangkauannya biaya pendidikan anak dan juga kesehatan, merupakan hak golongan fakir dan miskin. Kepedulian dalam bentuk material maupun bentuk non material ini bertujuan agar beban kemiskinan mereka tertanggulangi, setidaknya dapat berkurang. Berlaku baik terhadap golongan ini seiring dengan perintah berlaku baik terhadap orang tua, karib kerabat dan anak yatim yang dalam istilah Alquran disebut Al yatama atau dzi al qurba.
Pro kontra pun menjadi ladang bagi cara pandang para ilmuawan dalam menangani problem sosial ini mereka melahirkan suatu pendapat ada yang mengatakan kemiskinan struktural artinya sekelompok orang miskin bukan karena kelemahan/ nasib malang individual yasng buruk, tetapi akibat dari struktur sosial yang menentukan golongan itu. Masoed menamakan kemiskinan struktural dengan kemiskinan buatan (artifisal). Kemiskinan struktural lebih banyak diakibatkan oleh munculnuya kelembagaan yang mengakibatkan anggota masyarakat tidak dapat menguasai sumberdaya, saran dan fasilitas ekonomi yang ada secara merata karena struktur yang membatasi mereka tidak memberi kemungkinan untuk itu. Artinya terdapat struktur sosial yang membatasi peluang ekonomi dan aksesnya bagi golongan social tertentu, sehingga mereka mengalami proses pemiskinan. Kemiskinan struktrral adalah kemiskinan sebagai akibat buruk struktur sosial. Munculnya orang miskin karena dimiskinkan oleh orang lain. Biasanya proses pemiskinan itu disebut proses eksploitatif. Jadi kemiskinan buatan tidak berkorelasi langsung dengan kalangan sumberdaya.
Sedang kaum radikal lebih cenderung mengatakan bahwa kemiskinan itu berasal dari luar ( Faktor eksternal) artinya, suatu masyarakat miskin karena memang di sengaja, dan dilestarikan dalam kondisi itu. Dari pendapat diatas dapat dipahami bahwa kaum radikalis yang menjadi penyebab kemiskinan bukanlah akibat langka sumber daya, tetapi ketidak adilan dalam memperoleh sumberdaya yang menjadi titik tekan mereka. Satu contoh adalah umat Islam Ethopia yang mayoritas, secara sistimatis dimiskinkan oleh minoritas non – muslim. Lebih tegasnya lagi bahwa yang menjadi masalah bagi negara-negara miskin bukan karena kekurangan sumberdaya, kecakapan tekhnologi , pranata-pranata modern ataupun ciri-ciri kebudayaan yang merangsang pembangunan, melainkan karena mengalami penghisapan oleh sistim Kapitalis meliputi seluruh dunia dan juga oleh agen-agen imprialis tertentu, baik asing maupun didalam negeri.
Kemiskinan diakibatkan yang kedua adalah kemiskinan internal yang berada dala diri seseorang atau lingkungan. Lebih lanjut faktornya dapat diperinci menjadi Tingkat pemilikan faktor produksi rendah. Rendahnya kualitas sumber daya manusia, tingkat keterampilan yang rendah pengalaman kerja yang rendah dan sebagainya. Tingkat tabungan yang rendah sebagai rendahnya pendapatan, sehingga habis dikonsumsi.
Lemahnya jiwa wirausaha, prespektif internal mendekati masalah kemiskinan melalui tiga tingkatan analisis yaitu individu, keluarga, dan masyarakat. Pada tingkat individual kemiskinan ditandai sifat fatalisme atau pasrah pada nasib, boros, bergantung pada orang lain dan rendah diri. Pada tingkat keluarga, kemiskinan ditandai dengan jumlah anggota keluarga besar. Sementara pada tingkat masyarakat kemiskinan terutama ditunjukan oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi masyarakat secara efektif. Artinya mereka sering memperoleh perlakuan sebagai objek yang harus digarap daripada sebagai subjek yang perlu diberi peluang dan kesempatan untuk berkembang.
Lemahnya jiwa wirausaha, prespektif internal mendekati masalah kemiskinan melalui tiga tingkatan analisis yaitu individu, keluarga, dan masyarakat. Pada tingkat individual kemiskinan ditandai sifat fatalisme atau pasrah pada nasib, boros, bergantung pada orang lain dan rendah diri. Pada tingkat keluarga, kemiskinan ditandai dengan jumlah anggota keluarga besar. Sementara pada tingkat masyarakat kemiskinan terutama ditunjukan oleh tidak terintegrasinya kaum miskin dengan institusi masyarakat secara efektif. Artinya mereka sering memperoleh perlakuan sebagai objek yang harus digarap daripada sebagai subjek yang perlu diberi peluang dan kesempatan untuk berkembang.
Paham fatalistik membawa seseorang kepada kurang nya kepercayaan terhadap kemampuan diri, sehingga ada keengganan mengaktualisasikan diri untuk bekerja keras, dan adanya pemahaman yang keliru bahwa persoalan kaya miskin sudah ditentukan Tuhan. Iniu adalah bertentangan denag petunjuk Alquran yang memerintahkan manusia berusaha mengaktulisasikan segala potensi yang dimilikinya.
Kemiskinan juga diakibatkan dengan rendahnya tingkat pendidikan. Kemiskinan intlektual dipastikan akan menempatkan seseorang pada posisi marginal, sekaligus pada posisi yang lemah dalam persaingan. Kekayaan intlektual akan meningkatkan kualitas individu, sehingga lebih dapat bersaing dalam mencari lapangan perkerjaan yang layak. Dalam hal ini Allah berjanji akan mengajarkan berbagai hal yang belum diketahui oleh manusia bagi siapa saja yang mau mengaktualisasikan potensi diri ( Al Baqarah /2;31)
Investasi pendidikan adalah suatu investasai masa depan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Orentasi hidup boros secara individu dan pejabat Negara adalah watak seseorang yang tidak memiliki orentasi hidup kemasadepan, ia tidak menyiapkan investasi Padahal Islam mengajarkan umatnya agar senantiasa memiliki orentasi dan menyiapkan investasi untuk hari depan ( Surah Yusuf 43-49)
Dapatlah disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang siknifikan antara sikap boros dan terjadinya kemiskinan. Ketergantungan pada pihak lain akan melemahkan kepribadian seseorang, lebih dari itu , sikap ini akan menghambat seseorang mandiri. Keadaan ini kondusif bagi merebaknya kemiskinan, padahal ajaran Islam melarang pemeluknya meminta-minta. Dari hasil penelusaran inilah dapat dilihat dua faktor utama pendekatannya sehingga, mengusahakan pemerataan perlu adanya redistribusi pendapatan dan kekayaan serta memberi peluang dan kesempatan yang adil kepada semua orang yang memenuhi syarat.
Dalam rangka memberi solusi dan pertolongan kepada masyarakat miskin dan yang lemah lainnya. Pertama Adalah Pendekatan insidental langsung ditangani atau dilakukan secara langsung. Membantu langsung kepada golongan yang kurang mampu tergantung dana yang tersedia dalam masyarakat yang mampu kepada yang membutuhkan. Dengan cara seperti ini persoalan kemiskinan dapat diatasi untuk sementara waktu ketika terjadi bencana-bencana ditanah air misalnya pendekatan seperti ini efektif sekali. Sumber dana penanggulangan yang bersifat konsumtif dapat dialokasikan dari berbagai salauran agama seperti fidiyah, kafarat, Zakat dan infak. Disamping bantuan spontanitas masyarakat luas demi rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial. Kedua adalah pendekatan Struktural Potensi Zakat yang terstruktur suatu potensi besar apa bila dikelola secara baik dan benar jika 10 jt umat saja aktif berzakat sepuluh ribu perbulan maka dana yang terhimpun pun mencapai 100 M perbulan dan pertahun telah berjumlah 1,2 T pertahunnya. Potensi yang siknifikan inilah perlu terus digali oleh umat yang mayoritas di negeri ini. Agar dapat digunakan untuk ikut menggerakan perekonomian umat, disamping potensi-potensi lain sehingga taraf hidup umat menjadi meningkat.
Dapatlah disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang siknifikan antara sikap boros dan terjadinya kemiskinan. Ketergantungan pada pihak lain akan melemahkan kepribadian seseorang, lebih dari itu , sikap ini akan menghambat seseorang mandiri. Keadaan ini kondusif bagi merebaknya kemiskinan, padahal ajaran Islam melarang pemeluknya meminta-minta. Dari hasil penelusaran inilah dapat dilihat dua faktor utama pendekatannya sehingga, mengusahakan pemerataan perlu adanya redistribusi pendapatan dan kekayaan serta memberi peluang dan kesempatan yang adil kepada semua orang yang memenuhi syarat.
Dalam rangka memberi solusi dan pertolongan kepada masyarakat miskin dan yang lemah lainnya. Pertama Adalah Pendekatan insidental langsung ditangani atau dilakukan secara langsung. Membantu langsung kepada golongan yang kurang mampu tergantung dana yang tersedia dalam masyarakat yang mampu kepada yang membutuhkan. Dengan cara seperti ini persoalan kemiskinan dapat diatasi untuk sementara waktu ketika terjadi bencana-bencana ditanah air misalnya pendekatan seperti ini efektif sekali. Sumber dana penanggulangan yang bersifat konsumtif dapat dialokasikan dari berbagai salauran agama seperti fidiyah, kafarat, Zakat dan infak. Disamping bantuan spontanitas masyarakat luas demi rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial. Kedua adalah pendekatan Struktural Potensi Zakat yang terstruktur suatu potensi besar apa bila dikelola secara baik dan benar jika 10 jt umat saja aktif berzakat sepuluh ribu perbulan maka dana yang terhimpun pun mencapai 100 M perbulan dan pertahun telah berjumlah 1,2 T pertahunnya. Potensi yang siknifikan inilah perlu terus digali oleh umat yang mayoritas di negeri ini. Agar dapat digunakan untuk ikut menggerakan perekonomian umat, disamping potensi-potensi lain sehingga taraf hidup umat menjadi meningkat.
Untuk mencapai maksud tersebut diatas , dan dapat terhidar dari overlapping terhadap sasaran zakat, maka sertiap LPZ( lembaga Pengelola Zakat) harus membuat pemetaan dan koordinasi. Upaya pemberdayaan masyarakat miskin melalui dana batuan zakat itu diperlukan beberapa syarat yakni adanya berkelanjutan, adanya limit waktu, dapat diukurnya faktor-faktor keberhasilan. Secara kuantitatif dan kualitatif. Dapat menjadi jembatan teguhnya hati pada iman, dan menambah ketaatan pada Allah Swt.
Pendayagunaan zakat secara benar akan berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat dan negara, Islam mewajibkan umatnya untuk mengusahakan dan menginvetasikan harta benda sehingga akan mendapatkan manfaaatnya bagi masyarakat luas. Perintah tersebut tercermin dengan jelas dal;am penetapan nishab zakat 2,5 persen dari harta kekayaan,. Diusahakan atau tidak oleh pemiliknya, wajib di keluarkan sebagai zakat. Dengan demikian wajib juga lah kita medistribuskikan zakat tepat dengan sasaran dan lebih berdampak nyata di tengah-tengah kehidupan nyata.
Dengan pendekatan yang diuraikan diatas dapatlah kita simpulkan penegakan dan menegasikan kepada sosok kepemimpinan nasional agar pemerintahan rezim 2014 nantinya mengarahkan perubahan sistim kepada sistim kerakyatan . Semoga
Dengan pendekatan yang diuraikan diatas dapatlah kita simpulkan penegakan dan menegasikan kepada sosok kepemimpinan nasional agar pemerintahan rezim 2014 nantinya mengarahkan perubahan sistim kepada sistim kerakyatan . Semoga






