image05 image06 image07

300x250 AD TOP

About Me

Foto Saya

memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa dilevel terkecil
hak cipta Rajbani Fundation. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Sports

Games

Movies Post

TERPOPULER

Slide Rekomendasi Artike Blogger

Business

?max-results=7">

Music

Category

Video

728x90 AdSpace

Powered by Marketnesia.com

Blogger news

AD (728x90)

Travel

Fashion

Followers

Design

Movies

About

 Mengenang Pejuang Vetran Sumut Alm Kapten Basir Angkat

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Fashion

Slider

Sports

News

Movies

Latest News

Follow by Email

Games

Recent Post

?max-results=7">

Feature Label Area

Rabu, 01 Juli 2015

Tagged under:

Pesawat Hercules jatuh di Kota Medan

(30/06/2015)
"Tidak ada korban selamat, saya baru saja dari lokasi kejadian," kata Kepala Staf TNI AU, Marsekal Agus Supriatna, kepada kantor berita AFP.
Ia menambahkan 49 jenazah telah dibawa dari lokasi jatuhnya pesawat ke rumah sakit.
Pesawat angkut bermesin empat ini mengangkut lebih dari 100 orang kata juru bicara TNI AU.
"Menurut data kami, ada 113 orang di dalam pesawat, termasuk 12 awak," kata juru bicara TNI AU, Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, kepada kantor berita Reuters.

Jumat, 19 Juni 2015

Tagged under:

Hadis Doif berkaitan dengan Ramadhan


Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang otentik. Dengan ini, Islam tidak memberi celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.


Karena pentingnya hal ini, tidak heran apabila Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan perkataan yang terkenal:


الإسناد من الدين، ولولا الإسناد؛ لقال من شاء ما شاء



“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.”(Lihat dalam Muqaddimah Shahih Muslim, Juz I, halaman 12)


Dengan adanya sanad, suatu perkataan tentang ajaran Islam dapat ditelusuri asal-muasalnya.
Oleh karena itu, penting sekali bagi umat muslim untuk memilah hadits-hadits, antara yang shahih dan yang dhaif, agar diketahui amalan mana yang seharusnya diamalkan karena memang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta amalan mana yang tidak perlu dihiraukan karena tidak pernah diajarkan oleh beliau.



Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadits lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadits, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadits yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadits, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم


“Biasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim.”


Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunan-nya (2358), Adz Dzahabi dalam Al Muhadzab(4/1616), Ibnu Katsir dalam Irsyadul Faqih (289/1), Ibnul Mulaqqin dalam Badrul Munir (5/710)



Ibnu Hajar Al Asqalani berkata di Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341) : “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga didhaifkan oleh Asy Syaukani dalam Nailul Authar (4/301), juga oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Dan doa dengan lafadz yang semisal, semua berkisar antara hadits lemah dan munkar.



Sedangkan doa berbuka puasa yang tersebar dimasyarakat dengan lafadz:



اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين



“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, aku memohon Rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.”


Hadits ini tidak terdapat di kitab hadits manapun. Atau dengan kata lain, ini adalah hadits doif. Sebagaimana dikatakan oleh Al Mulla Ali Al Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih: “Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan tambahan ‘wabika aamantu’ sama sekali tidak ada asalnya, walau secara makna memang benar.”



Yang benar, doa berbuka puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallamterdapat dalam hadits:



كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله



“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:


ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله


/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/


(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)”



Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud (2357), Ad Daruquthni (2/401), dan dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232 juga oleh Al Albani di Shahih Sunan Abi Daud.


tautkan juga ke http://goo.gl/6D2NNV

Kamis, 30 April 2015

Tagged under:

Menghilangkan JavaScript dan CSS yang memblokir perenderan di konten

Rabu, 11 Maret 2015

Tagged under: ,

Mengenang 111 tahun Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy (10 Maret 1904-2015)

Ini Adalah Unduhan status facebook Prof. Moch.Nur Ichwan dengan fanspage MNI yng sangat inspiratif dalam rangka mengenang Prof. TM Hasbi Ash shiddieqy.

 "Sebagaimana ulama, pendapat-pendapat Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy ada yang progresif ada pula yang konservatif. Pemikirannya pun mengalami pergeseran-pergeseran. Namun, pendapatnya tentang keniscayaan ijtihad dan keterbukaan dalam menerima kelompok "minoritas dalam Islam" masih sangatlah relevan". ungkap Prof. Moch.Nur Ichwan



fanspage di bawah ini kita diajak untuk mengkritisi dan meneliti lebih jauh tentang kutipan pernyataannya. berikut  gambar dan tanggapan sampai pada akhir melihat situs Mc Gill 


AA :   Buktinya mana pak Moch Nur Ichwan? adakah bukunya yg mengulas khusus riwayat              imam bukhori muslim dari golongan tersebut di atas

MNI :   Abdul Aziz: Kutipan verbatim di atas dari pidato pengukuhan doctor HC dalam Ilmu             Syariah di Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975, yang berjudul "Ruang                  Lingkup Ijtihad para Ulama dalam Membina Hukum Islam". Saya belum tahu apakah             Hasbi membahasnya secara khusus. Sebenarnya hal ini bukan hal baru di kalangan      para ahli hadits. Anda bisa baca diskusi2 tentang hal ini misalnya     di http://www.ahlalhdeeth.com/ atau http://majles.alukah.net/. Rawi Mu'tazilah: misalnya 'Amr bin 'Ubaid. Rawi-rawi Ibadhi (Khawarij moderat): Imran bin Hattan, Jabir bin Zaid al-Azdi, al-Walid bin Katsir al-makhzumi, Ikrimah Maula Ibn Abbas. Rawi-rawi Syi'ah: Ibad bin Ya'qub al-Rawajini, Ubaidullah bin Musa al-Kufi, Aban bin Taghlib, 'Adi bin Tsabit, Abdul Malik bin A'yan al-Kufi, Auf bin Abi Jamilah, Ali bin Ja'd, Fithr bin Khalifah al-Makhzumi, Muhammad bin Fudhail, Sa'id bin 'Amr, Khalid bin Mukhlid al-Qathwani. Banyak banget ya? Bahkan al-Qathwani disebut "min kibari syuyukhi al-Bukhari" (termasauk salah satu guru besar al-Bukhari). Sebenarnya Hasbi kurang, belum menyebut golongan Qadariyah, yang lebih banyak lagi. Silakan yang tertarik meneliti lebih jauh.

L L : saya penasaran, apakah ada biografi orang per orang yg menyampaikan matan hadits? misalnya si fulan hidup tahun berapa lalu riwayat hidupnya gimana. Masalahnya selama ini kita cuma dikasih tahu matannya saja dan dari si fulan dari si fulan lain tanpa tahu dgn pasti siapa saja orang-orang ini.

Mbak Luthfa Lathiff: Ada. Biasa disebut kitab-kitab jarh wa ta'dil. Misalnya Mizan al-I'tidal, Tahdzib al-Kamal, Tahdzib al-tahdzib.

Lebih jauh lihat Tesis MA Yudian Wahyudi di McGill university

Jumat, 06 Maret 2015

Tagged under: ,

20 Gelar Laqab sebagai Pengenal dan Pembeda para Ahli Hadis


Laqab adalah merupakan suatu gelar yang di berikan kepada seseorang karena suatu hal yang berkenaan dengan dirinya.
Banyak penulis yang membahas khusus masalah ini. Seperti Abu Bakar Ahmad bin Abdurrahman asy-Syairazi dan bukunya mengenai ini sangat bermanfaat. Kemudian Abu al-Fadhl bin al-Falaki al-Hafizh. [1]
            Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesalahan dan menempatkan suatu laqab kepada yang bukan pemiliknya.
            Apabila laqabnya tidak disukai oleh orangnya, maka para ulama hadis menyebutnya sebagai pengenal dan pembeda dan bukan sebagai celaan, ejekan maupun olokan. Wallahu al-Muwafiq li ash-Shawwab.
            Al-Hafiz Abdul Ghani bin Said al-Mashri mengemukakan, ada dua orang mulia yang harus diberikan laqab jelek, yaitu Muawiyah bin Abdul Karim dengan laqab “Adh-Dhaal” karena dia pernah tersesat di jalanan Makkah dan Abdullah bin Muhammad dengan laqab adh-Dhaif, karena tubuhnya yang lemah bukan berkenaan dengan hadisnya.
            Ibnu Shalah menyatakan, yang ketiga adalah ‘Arim Abu an-Nu’man Muhammad bin al-Fadhl as-Saudsi. Hal ini disebabkan dirinya adalah orang yang shaleh dan jauh dari ‘Aramah (perbuatan buruk yang merusak).
            Ghundar. Ini adalah laqab Muhammad bin Ja’far al-Bashri yang meriwayatkan dari Syu’bah. Juga laqab Muhammad bin Ja’far ar-azi yang meriwayatkan dari Abu Hatim ar-Razi. Juga Muhammad bin Ja’far al-Baghdadi al-Hafizh al-Jawwal syaikh al-Hafizh Abu Naim al-Ashbahani dan yang lainnya. Juga Muhammad bin Ja’far bin Durran al-Baghdadai yang meriwayatkan dari Abu Khalifah al-Jumahi serta lainnya.
            Ghunjar. Ini adalah laqab Isa bin Musa at-Tamimi Abu Ahmad al-Bukhari[2] yang meriwayatkan dari Malik dan ats-Tsauri serta yang lainnya. Kemudian Ghunjar terakhir adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Bukhari al-Hafizh,[3] penulis “Tarikh Bukhar1”, yang wafat pada tahun 1412.
            Sha’iqah. Muhammad bin Abdurrahim guru Bukhari diberi laqab ini. Hal ini disebabkan kekuatan hafalan dan ingatannya.
            Syabaab. Dia adalah Khalifah bin Khayyath al-Muarrikh.
Zunaij. Dia adalah Muhammad bin Amru ar-Razi, guru Muslim.[4]
Rustah. Dia adalah Abdurrahman bin Umar.
Sunaid. Dia adalah al-Husain bin Daud al-Mufsir.
            Bundar. Dia adalah Muhammad bin Basyar. Disebut demikian karena dia bundaru al-Hadis.[5]
Qaishar. Ini adalah laqab Abu an-Nadhr Hasyim bin a-Qasim guru imam Ahmad bin Hambal.
Al-Akhfasy. Banyak orang yang diberi laqab ini, seperti Ahmad bin Imran al-Bashri an-Nahwi yang meriwayatkan dari Zaid bin al-Hubab.
Ibnu Shalah mengemukakan, para ahli Nahwu memberi laqab ini kepada tiga orang terkenal. Diantaranya adalah Abu al-Khattab Abdulhamid bin Abdul Majid. Dia disebutkan oleh Syibawaih di dalam bukunya yang terkenal. Kedua. Abu al-Hasan Said bin Mas’adah, di dirwayatkan darinya dalam buku Syibawaih. ketiga. Abu a-Hasan Ali bin Sulaiman, murid al-Abbas bin Yahya (Tsa’lab) dan  Muhammad bin Yazid (al-Mubarid).
            Murabba’.[6] Ini adalah laqab Muhammad bin Ibrahim al-Hafizh al-Baghdadi.
Jazarah. Dia adalah Shalih bin Muhammad al-Hafizh al-Baghdadi.
            Kilajah. Dia adalah Muhammad bin Shalah al-Baghdadi.
            Ma Ghammahu. Dia adalah Ali (bin al-Hasan bin) Abdushamad al-Baghdadi al-Hafizh. Dia juga dipanggil dengan ‘Allanu Ma Ghammahu. [7]
            Ubaid al-‘Ijl. Ini adalah laqab Abu Abdullah al-Husain bin Muhammad bin Hatim al-Baghdadi.
            Menurut Ibnu Shalah, mereka ini adalah para hafiz dari Baghdad, kesemuanya adaah murid Yahya bin Muayyan dan dialah yang memberikan mereka laqab-laqab ini.
Sajjadah. Dia adalah al-Hasan bin Hammad, salah seorang sahabat Waqi’, al-Husain bin Ahmad dan Syaikh bin Udaiu.
Abdaan. Ini adalah laqab sejumlah orang. Di antaranya adalah Abdullah bin Utsman, guru Bukhari.
Mereka ini adalah yang disebutkan Syaikh Abu Amru.



[1] Di antara mereka adalah Abu al-Walid ad-Dubagh, Abu al-Farj in al-Jauzi dan Syaikhul Islam Abu al-Fadhl Ahmad ibn Hajar al-Asqalani. Karangannya adalah yang paling baik, mutakhir dan lengkap. At-Tadrib (h. 232)
[2] Aslinya Abu Muhammad, dan ini adalah salah. Hal ini sudah kami sahihkan dari Ibnu Shalah, ath-Tahdzib dan al-Mughni
[3] Demikian disebut disini, hal benar dan sesuai dengan Ibnu Shalah (h.231), Tadzkirah al-Huffazh (Jld. 2 h. 239). Di dalam al-Mughni disebutkan Muhammad bin Muhammad. Sepertinya ini dihubungkan kepada kakeknya
[4] Ini laqab Abu Ghasan Muhammad bin Amru al-Ashbahani ar-Razi guru Muslim.
[5] Maksudnya adalah banyak menghafal hadis. Di dalam kamus disebutkan Bundaru al-Hadits maksudnya adalah orang menghafal hadis
[6] Kata ini dalam bentuk ism maf’ul
[7] Jadi, dia memiliki dua laqab. Kata Ma Ghammahu adalah lafaz nafyi yang bertemu dengan kata kerja ghamma, sebagaimana yang diberi baris oleh Ibnu Shalah
Tagged under: ,

Urgensi Tentang Pemikiran Pembelajaran Melalui Pengembangan Model Pembelajaran

ABSTRAK

The urgent of think about learning model is the varities supplying in providing teaching subject enrolling the aspect before and after learning.
Urgensi pemikiran tentang model Pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran yang dilakukan guru serta segala fasilitas yang terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung dalam proses belajar mengajar Pembelajaran melalui model bertujuan untuk ‘ membantu siswa menemukan makna diri (jati diri) di dalam lingkungan sosial dan memecahkan dilemma dengan bantuan ‘kelompok’. Dengan pembelajaran melalui model siswa akan mengetahui perjalanan hidup serta aktivitas kerja keras seseorang dalam mencapai kesuksesan. Urgensi Pemikiran pembelajaran melalui pengembangan model pembelajaran terutama pada belajar model dapat dilakukan dengan fase-fase, yaitu fase perhatian, fase retensi, fase reproduksi dan fase motivasi, fase-fase ini akan menghasilkan penampilan seseorang. Dengan menggunakan fase-fase tersebut secara sistematis akan dapat memberikan pembelajaran melalui model secara efektif dan efisien.

Kata Kunci : Urgensi Pemikiran, Model Pembelajaran
62-0627-22849
 DAFTAR PUSTAKA
Istarani, 58 Model Pembelajaran Inovatif: Referensi Guru Dalam Menentukan Model Pembelajaran. Medan: Media Persada, cet ke-3, 2012.

Wina Sanjaya, Kurikulum Pembelajaran Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP. Jakarta: Prenada Media Group, 2008.

Faturrahman Pupuh, Strategi Belajar Mengajar  (Bandung: Refika Aditama, 2007

Roestiyah NK, Strategi Belajar Mengajar  .Jakarta: Rineka Cipta,, 2008.

Hamzah B.Uno, Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif)  .Jakarta: Bumi Aksara, 2007

Joyce Barker, Cooperative Learning in Student’s Role, (New York: Beverly Hills, 1999

Rusman, Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2012

Robert Gagne dalam Syaodih Nana, Teori-Teori Belajar  (Jakarta: Universitas Indonesia, 1984.

Moedjiono, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, 1992.

Anas Sudjono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.

Saifullah Ali, Pendidikan dan Pengajaran (Surabaya: Usaha Surabaya, 1983.

Abdul Syakur Terj. Kaidah-Kaidah Pendidikan ( Bandung: Toha Putra, 2011.


Abdul Majid dan Dian Andayani,  Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004  (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005

Muhammad Buchori, Teknik-Teknik Evaluasi Dalam Pendidikan (Semarang: Jemars, 1983.








Minggu, 22 Februari 2015

Tagged under:

Petunjuk Inventarisasi Penguasaan Tanah Leluhur di Kawasan Hutan




Base Camp Sidikalang. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014, PB.3/MENHUT-II/2014, 17.PRT/M/2014, 8/SKB/X/2014 tentang Tata Cara Penyelesaian Penguasaan Tanah yang berada di dalam Kawasan Hutan.

Deputian Bidang Pengaturan dan Pengendalian Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Peratanahan Nasional menyusun Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah dalam kawasan hutan sebagai pedoman dan arahan pelaksanaan Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) oleh Tim IP4T dalam rangka penyelesaian penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan. 


 Untuk lebih jelasnya ditautkan klik disini