photo 4f32bd0a-9ff4-4784-8cfc-fce5cd030657_zps55794f6b.jpg

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo 496b979e-e26b-4217-9d4f-ebd64916b266_zps33d87f4b.jpg

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

 photo d3e8c320-21b0-453c-ba3c-cd56b84db616_zps5d715a66.jpg

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 Agustus 2014

Migration, “Globalised” Islam, and the Russian State: A Case Study of Muslim Communities in Belgorod and Adygeya Regions

By :
 https://utoronto.academia.edu/MatthewLight


Abstract:
In post-Soviet Russia, changing migration patterns have led to the formation of Muslim communities in new regions, and to increased contacts between Russian and foreign Muslims.  This article examines two Russian regions, Belgorod Oblast and the Republic of Adygeya, in which such post-Soviet mobility is causing political conflicts over the governance and rights of Muslim communities.  In Belgorod, regional authorities have blocked construction of a mosque for a new Muslim community.  In Adygeya, authorities seek to restrict foreign influences on local Muslims.  In both regions, officials still operate on the outdated Soviet assumption that they can contain the mobility of Islam.


                                                         
Part I.     Introduction:  Migration and the Post-Soviet Islamic Revival in Russia
Migration does not just involve the movement of people.  It also entails the movement of cultures, ideas, and institutions.  While Russia’s post-Soviet Islamic revival has received extensive scholarly attention, this paper analyzes an important dimension of mosque-state relations in contemporary Russia which until now has not been fully theorised:  how changing post-Soviet patterns of migration are setting the stage for new disputes between organised Muslim communities and political authorities at both the federal and regional levels.  The article examines the effects of post-Soviet mobility on Muslim communities through two regional case studies.  Migration within Russia and into Russia from other post-Soviet states is creating new Muslim communities in regions where none have ever existed.  These new communities are increasingly demanding recognition of their Muslim institutions.  In addition, other aspects of migration—including both the recently regained right of Russian Muslims to travel abroad to Muslim countries, and liberalised entry and residence in Russia by foreign Muslims—are leading to the emergence of new community structures, methods of recruiting personnel, and ideas about Islam that conflict with those held by local Muslim hierarchies.  In short, post-Soviet migration challenges the ability of the Russian state to control Russian Islam and steer it in officially approved directions. 
Russia is a multi-ethnic state that for centuries has had a substantial Muslim minority.  At times, and in some respects, the state’s policy toward Muslim religious institutions has been encouraging.  The Russian Empire went further than other contemporary European states in creating officially supported Islamic institutions, in this respect anticipating the policies of contemporary European countries with large Muslim minorities (Crews, 2006, 88-90, 369).  For example, in the late 18th century, the Empress Catherine II commissioned a Russian translation of the Koran, authorised the opening of mosques and Muslim schools throughout her realm, and created a state-sponsored institution (the Muslim Religious Board, whose institutional descendants exist to this day) to supervise the religious affairs of her Muslim subjects (Yemelianova, 2002, 44). look : https://utoronto.academia.edu/MatthewLight

Sabtu, 12 Juli 2014

Global Share media sosial Terbaru

Globalshare Merupakan web sosial media baru yang hampir sama dengan facebook yang melebelkan dirinya sebagai sosial media masa depan, namun bedanya globallshare ini kita tidak dibatasi dalam mencari teman dan postingan kita dapat dilihat oleh semua pengguna goballshare diseluh dunia, globallshare juga memberikan peringkat member teraktif untuk mengapresiasi keaktifan mereka. Selain itu web ini memberi kesempatan untuk kita para pengguna untuk berperan sebagai pemilik web ini,  kok bisa, gmna caranya? 



Pendaftaran gratis dan semua akan tetap gratis
About Globallshare · Peraturan Penggunaan · Kebijakan Privasi


Raja Angkat (2641752)
Indonesia






/ /
verizon.com, aol.*, hotmail.com, live.com, windwslive.com, msn.com, facebook.*
jika anda tidak menerima email dalam beberapa menit, mohon hubungi penyediaan layanan email anda dan anda dapat komplain atau memilih penyediaan layanan yang lain. Rekomendasi : gmail.com ( dijamin akan menerima kiriman dalam satu menit )









  

Jadilah pemilik

Sebuah situs jejaring terbesar di dunia mewujudkan pendapatan dari beberapa miliaran dolar setiap tahun dengan mengaktifkan beberapa pasilitas gratis untuk pengguna di web mereka.
Tujuan GlobAllShare bukan hanya untuk memungkinkan penggunaan gratis bagi pengguna, tapi untuk membuat mereka merasa komunitas global mereka sendiri dan dengan demikian mereka akan membentuk sebagai mereka merasa tepat. Itulah sebabnya GlobAllShare memastikan Status kepemilikan untuk setiap pengguna dalam bentuk saham gratis selama tahap pra-organisasi.
Setiap anggota GlobAllShare, yang bergabung dengan masyarakat selama tahap pra-organisasi dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan global daripadanya, mungkin mendapatkan saham GlobAllShare terus semua cuma-cuma dan setiap bulan akan menerima dividen dari laba global dalam proporsi saham yang dimiliki setelah usaha ini diluncurkan.

Memiliki pendapatan dari keuntungan global

GlobAllShare berbagi keuntungan global dengan para penggunanya, yang telah memberi kontribusi pada pertumbuhan global dan menyebarkan selama periode pra-organisasi.
Setelah usaha itu diluncurkan pemegang saham GlobAllShare akan menerima setiap bulan dividen mereka dari 70% dari laba global dalam proporsi saham yang dimiliki, sehingga setiap pemegang saham akan mendapatkan penghasilan bulanan yang konstan.
Pemegang saham GlobAllShare tidak akan hanya mendapatkan dividen bulanan, tetapi juga dapat menjual saham mereka pada nilai nominal, mendapatkan jumlah yang langsung dan besar dengan cara ini.

Dapatkan saham Anda sendiri

Anda juga bisa mendapatkan saham Anda dalam komunitas GlobAllShare hanya selama tahap pra-organisasi. Yang perlu Anda lakukan adalah untuk mengundang teman-teman dan kenalan ke website GlobAllShare itu.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda berhasil, Anda akan mendapatkan 1 GlobAllShare saham langsung. Tetapi Anda tidak mungkin hanya mendapatkan saham setelah mengundang kenalan Anda sendiri, tapi setelah setiap pengguna lanjut diundang oleh teman-teman Anda juga, apalagi setelah kenalan teman 'juga, karena melalui 7 tingkat berikutnya setelah masing-masing teman Anda, yang menyadari 5 undangan sukses Anda juga akan mendapatkan 1 share lebih GlobAllShare.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda berhasil, Anda akan mendapatkan 1 GlobAllShare saham langsung. Tetapi Anda tidak mungkin hanya mendapatkan saham setelah mengundang kenalan Anda sendiri, tapi setelah setiap pengguna lanjut diundang oleh kenalan Anda juga, apalagi setelah kenalan teman 'juga, karena melalui 7 tingkat berikutnya setelah masing-masing teman Anda, yang menyadari 5 undangan sukses Anda juga akan mendapatkan 1 share lebih GlobAllShare.

penghasilan terus menerus

Setelah minat Anda dalam komunitas global GlobAllShare Anda mungkin memiliki penghasilan bulanan yang terus-menerus, karena Anda dibayar dividen dari laba global dalam setiap bulan, dalam proporsi jumlah saham yang Anda miliki.
Jika Anda telah mengundang 5 teman-teman Anda ke komunitas GlobAllShare berhasil dan teman diundang juga mengajak 5 teman-teman mereka dalam 7 tingkat berikutnya setelah Anda, maka Anda mungkin akan berhak atas dividen berikut dalam setiap bulan.
diperbarui 15 Undangan1 GAS Saham
diperbarui 225 Undangan5 GAS Saham
diperbarui 3125 Undangan25 GAS Saham
diperbarui 4625 Undangan125 GAS Saham
diperbarui 53 125 Undangan625 GAS Saham
diperbarui 615 625 Undangan3 125 GAS Saham
diperbarui 778 125 Undangan15 625 GAS Saham
Total 19.531 GAS Saham
Sesuai dengan contoh, Anda mungkin mendapatkan sama sekali 19.531 GlobAllShare saham beralasan, setelah itu Anda akan membayar dividen bulanan setelah peluncuran global usaha. Jika, misalnya, Anda dibayar hanya $ 0,25 dividen dari laba global bulan, Anda akan mendapatkan $ 5.000 per bulan. Anda bahkan mungkin mendapatkan dividen bulanan $ 0,5 atau $ 1,0 setelah setiap saham Anda, dengan demikian penghasilan bulanan sebesar $ 10.000 atau $ 20.000 dapat dengan mudah dihasilkan.
Anda dapat memonitor jumlah dan nilai saham Anda serta jumlah dividen bulanan Anda padaWebOffice secara permanen.

uang instan

Sebagai anggota dari komunitas GlobAllShare Anda mungkin tidak hanya mendapatkan penghasilan bulanan dalam bentuk dividen, tetapi sejumlah besar uang juga karena Anda dapat menjual saham Anda segera.
Setelah peluncuran global usaha ini, Anda dapat menjual saham Anda pada nilai nominal, sehingga membuat sejumlah besar uang langsung. Mari kita ambil contoh: jika nilai nominal saham adalah $ 10 setelah meluncurkan bisnis dan sesuai dengan contoh di atas Anda memiliki 19.531 saham GlobAllShare, Anda dapat menjual mereka untuk sama sekali $ 195.531, sehingga Anda mendapatkan jumlah besar segera. Jelas, nilai nominal saham dapat dengan mudah mencapai $ 20 atau $ 40 per saham, tergantung pada jumlah orang yang menggunakan portal komunitas GlobAllShare di seluruh dunia.
Perlu dicatat bahwa pengguna dapat membeli saham GlobAllShare hanya selama masa pre-organisasi sesuai dengan kinerja mereka, oleh karena itu, pada saat peluncuran global usaha hanya mereka akan memiliki saham yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan GlobAllShare.
Setelah inisiasi usaha tidak ada saham lebih lanjut akan dikeluarkan, sehingga saham dapat dibeli dari mereka secara eksklusif yang terlibat dalam pembentukan global jaringan dan menerima saham atas kontribusi mereka.

Best regards,
Tim globallshare
GlobAllShare™ World Wide © 2012-2014.
www.globallshare.com | support@globallshare.com





Selasa, 24 Juni 2014

Murabbi, Mu’allim, Muaddib, Mudarris, Muzakki

Dalam konteks pendidikan islam pendidik di sebut murabbi, mu’allim, muaddib, mudarris, muzakki, dan ustadz.
1.      Murabbi
Istilah murabbi merupakan bentuk (sighah) al-ism al fail yang berakar dari tiga kata. Pertama, berasal dari kata raba,yarbu yang artinya zad dan nama ( bertambah dan tumbuh ). Contoh kalimat dapat di kemukakan, artinya, saya menumbuhkannya. Kedua, berasal dari kata rabiya, yarba yang mempunyai makna tumbuh (nasya’) dan menjadi besar ( tarara’). Ketiga, berasal dari kata rabba , yarubbu yang artinya, memperbaiki, menguasai, memimpin, menjaga, dan memelihara. Kata kerja rabba semenjak masa Rasulullah sudah di kenal dalam ayat  al-Qur’an dan Hadist nabi.
Firman Allah SWT :



Artinya: “Dan ucapkanlah Wahai Tuhanku, sayangilah mereka berdua, sebagaimana ia telah menyayangiku semenjak kecil. “ (Q.S. al-Isra’ : 24)
Dalam bentuk kata benda, kata rabba digunakan untuk Tuhan, hal tersebut karena tuhan juga besifat mendidik, mengasuh, memelihara, dan bahkan menciptakan.   Firman Allah SWT:


Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. ( Q.S. al-Fatihah:2).
Oleh karena itu istilah murabbi sebagai pendidik mengandung makna yang luas,yaitu:
1.       Mendidik peserta didik agar kemampuannya terus meningkat.
2.      Memberikan bantuan terhadap peserta didik untuk mengembangkan potesnsinya.
3.      Meningkatkan kemampuan pesrta didik dari keadaan yang kurang dewasa menjadi dewasa dalam pola pikir, wawasan, dan sebagainya.
4.      Menghimpun semua komponen-komponen pendidikan yang dapat mengsukseskan pendidikan.
5.      Memobilisasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
6.      Bertanggung jawab terhadap proses pendidikan anak.
7.      Memperbaiki sikap dan tingkah laku anak dari yang tidak baik mnjadi yang lebih baik.
8.      Rasa kasih sayang mengasuh peserta didik, sebagaimana orang tua mengasuh anak-anak kandungnya.
9.      Pendidik memiliki wewenang, kehormatan, kekuasaaan, terhadap pengembangan kepribadian anak.
10.  Pendidik merupakan orang tua kedua setelah orang tuanya di rumah yang berhak atas petumbuhan dan perkembangan si anak.
Secara ringkas term murabbi sebagai pendidik mengandung empat tugas utama yaitu:
1.      Memlihara dan menjaga fitrah anak didik menjelang dewasa.
2.      Mengembangkan seluruh potensi menuju kesempurnaan.
3.      Mengarahkan seluruh fitrah menuju kesempurnaan.
4.      Melaksanakan pendidikan secara bertahap.
2.      Mu’allim
          Mu’allim berasal dari al-fi’l al-madhi ‘alama, mudhari’nya yu’allimu dan mashdarnya al-ta’lim. Artinya, telah mengajar, sedang mengajar, dan pengajaran. Kata mu’allim memiliki arti pengajar atau orang yang mengajar. Istilah mu’allim sebagai pendidik dalam Hadist Rasulullah adalah kata yang paling umum di kenal dan banyak di temukan. Mu’allim merupakan al-ism al-fa’il dari ‘alama yang artinya orang yang mengajar. Dalam bentuk tsulasi mujarrad, mashdar dari ‘alima adalah ‘ilmun, yang sering di pakai dalam bahasa indonesia disebut ilmu.
Dalam proses pendidikan istilah pendidikan yang kedua yang di kenal sesudah al-tarbiyyat adalah al-ta’lim. Rasyid ridha, mengartikan al-ta’lim sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu.
Firman Allah SWT:


Artinya: “Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) Kami telah menutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat kami kepada kamu dan kami mensucikan kamu dan mengajarkan kepada kamu apa yang telah belum kamu ketahui.” (Q.S. al_Baqarah : 251).
            Berdasarkan ayat di atas, maka mu’allim adalah orang yang mampu untuk merekonstruksi bangunan ilmu secara sistematis dalam pemikiran peserta didik dalam bentuk ide, wawasan, kecakapan, dan sebagainya, yang ada kaitannya dengan hakekat sesuatu. Mu’allim adalah orang yang memiliki kemampuan unggul di bandingkan dengan peserta didik, yang dengannya ia di percaya menghantarkan peserta didik ke arah kesempurnaan dan kemandirian.
3.      Muaddib
Mu’addib merupakan al-ism al-fa’il dari madhinya addaba. Addaba artinya mendidik,   sementara mu’addib artinya orang yang mendidik atau pendidik. Dalam wazan fi’il tsulasi mujarrad, mashdar aduba adalah adaban artinya sopan, berbudi baik. Al-adabu artinya kesopanan. Adapun mashdar dari addaba adalah ta’dib, yang artinya pendidikan.
            Secara bahasa mu’addib merupakan bentukan mashdar dari kata addaba yang berarti memberi adab, mendidik. Adab dalam kehidupan sehari-hari sering di artikan tata krama, sopan santun, akhlak, budi pekerti. Anak yang beradab biasanya sering di pahamisebagai anak yang sopan yang mempunyai tingkah laku yang terpuji.
            Dalam kamus bahasa arab, Al-mu’jam al-wasith istillah mu’addib mempunya makna dasar sebagai berikut :
1.      Ta’dib berasal dri kata “aduba-ya’dubu”yang berrti melatih, mendisiplinkan diri untuk berprilaku yang baik dan sopan santun.
2.      Kata dasarnya “adaba-yadibu” yang artinya mengadakan pesta atau perjamuan yang berarti berbuat dan berprilaku sopan.
3.      Addaba mengandung pengertian mendidik, melatih, memperbaiki, mendisiplin, dan rmemberikan tindakan.
Dalam kitab-kitab hadist dan kitab lain-lainya tentang agama islam, pengertian adab adalah etiket atau tata cara yang baik dalam melakukan suatu pekerjaan, baik ibadah ataupun mu’amalah. Karena itu ulama menggariskan adab—adab tertentu dalam melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan Hadist. Adab tertentu itu misalnya, adab memberikan salam, minta izin untuk memasuki sebuah rumah, adab berjabat tangan dan berpelukan, adab hendak tidur, adab bangun tidur,adab berwudhu, dan masih bnyak adab-adab yang lainnya yang tdak bsa di sebutkan satu persatu, karena setiap pekerjaan kita sllu didasari dengan adab.
            Berdasarkan tinjauan etimologi di atas, maka secara terminologi mu’addib adalah seorang pendidik yang bertugas untuk menciptakan suasana belajar yang dapat menggerakkan peserta didik untuk berprilaku atau beradab sesuai dengan norma-norma, tata susila, dan sopan santun yang berlaku dalam masyarakat.
4.      Mudarris
Secara etimologi mudarris berasal dari bahsa arab, yaitu shigat al-ism al-fa’il dari al-fi’il       al-madhi darrasa. Darrasa artinya mengajar sementara mudarris artinya guru, pengajar. Kata yang mirip dengan mudarris adalah al-midras adalah suatu rumah untuk mempelajari al-Qur’an, sama hal nya dengan al-midras orang Yahudi, adalah suatu tempat untuk mempelajari kitab mereka. Dalam bentuk al-fi’il al-madhi tsulasi mujarrad, mudarris berasal dari kata darasa, mudhari’nya yadrusu mashdarnya darsan/dirasatan, artinya telah mempelajari, sedang/akan mempelajari dan pelajaran. Mashdar dari darasa adalah durusan, yang artinya hilang, hapus, buruk.
            Secara terminologi mudarris adalah orang yang memiliki kepekaan intelektual dan informasi, serta memperbaharui pengetahuan dan keahliannya secara berkelanjutan, dan berusaha mencerdaskan peserta didiknya, memberantas kebodohan mereka, serta melatih ketrampilan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
            Berdasarkan pengertian tersebut, terlihat bahwa mudarris adalah orang yang mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain dengan metode-metode tertentu dalam membangkitkan usaha peserta didik agar sadar dalam upaya meningkatkan potensinya. Dalam bahasa yang lebih ringkas mudarris adalah orang yang dipercayakan sebagai guru dalam upaya membelajarkan peserta didik.
5.      Mursyid.
 Mursyid adalah istilah lain yang di pergunakan untuk panggilan pendidik dalam pendidikan islam. Secara etimologi istilah mursyid berasal dari bahasa arab dalam bentuk al-ism al- ja’il  dari al-fi’al al-madhi rassyada artinya ‘allama; mengajar. Sementara mursyid memiliki persamaan makna dengan kata al-dalil dan mu’allim, yang artinya penunjuk, pemimpin, pengajar, dan istruktur. Dalam bentuk tsulasi mujarrad mashdar nya adalah rusydan/ rasyadan, artinya balaghah rasyadu ( telah sampai kedewasaanya). Al-rusydu juga mempunyai arti al-‘aqlu, yaitu akal, fikiran,kebenaran, kesadaran, keinsyafan. Al-irsyad sama dengan al-dilalah, al-ta’lim, al-masyurah artinya petunjuk, pengajaran,nasehat, pendapat, pertimbangan, dan petunjuk.
Berdasarkan pengertian secara etimologi diatas, maka mursyid secara terminologi adalah merupakan salah satu sebutan pendidik/guru dalam pendidikan islam yang bertugas untuk membimbing peserta didik agar ia mampu menggunakan akal fikirannya secara tepat, sehingga ia mencapai keinsyafan dan kesadaran tentang hakekat sesuatu atau mencapai kedewasaaan berfikir. Mursyid berkedudukan sebagai pemimpin, penunjuk jalan, pengarah, bagi peserta didiknya agar ia memperoleh jalan yang lurus.
6.      Muzakki
Sebagaimana istilah yang di pakai untuk pendidik sebelumnya, maka muzakki juga merupakan kalimat ism dalam bahasa arab dengan shigat al-ism al-fa’il atau yang melakukan suatu perbuatan. Muzakki berasal dari al-fi’il madhi empat huruf, yaitu zakka yang artinya nama dan zakka adalah menyucikan, membersihkan, memperbaiki, dan menguatkan. Dalam bentuk kata lain terdapat juga tazakka artinya tashaddaq, yakni memberi sedekah, berzakat, menjadi baik bersih. Azzakat sama artinya dengan al-Thaharat dan Al- Shadaqat, yakni kesucian, kebersihan, shadaqat, dan zakat.
Berdasarkan pembahasan secara bahasa di atas, maka secara istilah muzakki adalah orang yang membersihkan, mensucikan sesuatu agar ia menjadi bersih dan suci terhindar dari kotoran. Apabila di kaitkan dengan pendidikan islam, maka muzakki adalah pendidik yang bertanggung jawab untuk memelihara, membimbing, dan mengembangkan fitrah peserta didik, agar ia selalu berada dalam kondisi suci dalam keadaan ta’at kepada allah terhindar dari perbuatan yang tercela.[1]


[1] Ramayulis dan samsul nizar, filsafat..., .h. 139-144

Industri Musik sebuah telaah


 Benarkah...? Industri Musik menggilas kesadaran kecerdasan pikiran
 Industri musik mengacaukan lantunan ayat - ayat suci menjadi bait yang
 kering makna....

 Mari kita baca karya  Iwan Awaluddin Yusuf[1]

awalnya musik berkembang melalui upacara adat/keagamaan sebagai instrumen latar dalam proses ritual. Drum yang kita kenal dan dijual bebas saat ini awalnya adalah salah satu alat yang digunakan dalam ritual keagamaan di Afrika. Dalam perkembangannya industrialiasi musik mengubah fungsi musik menjadi panggung hiburan dengan segala hiruk-pikuk dan ornamennya.
Perkembangan industri musik di kawasan Eropa dan Amerika sebenarnya dimulai dari penjualan tulisan lirik lagu dan pencetakan sheet musik (notasi). Perusahaan paling tersohor kala itu adalah ”Tin Pan Alley” yang memproduksi notasi musik untuk konsumsi para musisi dan penyanyi terkenal.
Selama akhir tahun 1800-an sampai dengan awal tahun 1900-an, berkembang aktivitas re-produced music dengan menggunakan perlengkapan mekanik berbentuk music box/Nickelodeons untuk konsumsi publik. Pada tahun 1877 Thomas Edison menemukan teknologi rekaman akustik. Ia berhasil membuat phonograf (terbuat dari silinder yang diputar) dan berfungsi sebagai alat untuk memainkan musik rekaman. Beberapa tahun kemudian, yakni tahun 1882, Emile Berliner menyempurnakannya dengan model baru yang diberinama gramophone (seperti halnya phonograf tapi berbentuk flatdisk). Pada tahun 1890 Lippincot memulai penggunaan koin untuk mengoperasikan phonograf di Penny Arcades (sebuah arena hiburan komersial).
Tahun 1906 Victor Talking Machine Company memperkenalkan phonograf yang lebih sederhana sehingga dapat dinikmati di rumah-rumah. Salah satu merek phonograf yang paling populer kala itu adalah “Victrola”. Phonograf berkembang pesat dan menjadi produk massal. Pada akhir Perang Dunia II, lebih dari 2 juta phonograf jenis ini laku setiap tahun. Rekor penjualan terjadi pada kurun waktu 5 tahun, yakni tahun 1914 dengan penjualan 23 juta unit menjadi 107 juta unit pada tahun 1919.
Setelah Perang Dunia II, industri musik Amerika diramaikan jenis kelahiran musik baru yang sangat berpengaruh, yakni musik rock. Rock merupakan musik populer di Amerika yang merefleksikan pencampuran budaya di negara itu. Rock, khususnya jenis rock ‘n roll dianggap mampu menekan perbedaan/kesenjangan selera muda dan tua (isu di tahun 1950-an). Rock adalah musik yang menyatukan berbagai genre musik sebelumnya, yakni:Rhytm & Blues (R&B) yang dikenal sebagai musik rakyat, musiknya orang kulit hitam, dan kental akan isu ras; Country & Western (C&W) yang berbasis pada gitar dengan topik lagu berkisar pada kmiskinan, kerasnya hidup, cerita tentang kesedihan, dan sebagainya;White Popular (POP) dicirikan oleh musik/lirik yang sentimental. Musik POP seringkali diidentifikasikan dengan simbol sex, uang, kekuasaaan, status, dsb; serta Jazz yang dikenal sebagai musik dengan bercitarasa tinggi dan kaya akan improvisasi.
Jika dipetakan, perkembangan dan kemajuan yang mendorong tumbuhnya industri musik di Amerika dapat disederhanakan dengan titik tonggak sejarah penting sebagai berikut:
Pertama, masa penemuan, eksperimentasi dan eksploitasi, yang berlangsung pada akhir tahun 1800-an sampai Awal tahun 1900-an. Ditandai dengan beberapa persitiwa:
  • Penemuan awal yang menjadi cikal bakal recorded music. Di antaranya phonograf, monograf, gramofon, dsb. Temuan ini kemudian diproduksi massal dan menjadi konsumsi publik.
  • Ditemukannya electriomagnetic recording dan diproduksi secara massal oleh Minnesota Mining and Manufacturing Company (3M).
  • Dikembangkan record & record player. Dalam hal ini Peter Goldmark memperkenalkan microgroove 33 1/3 rpm long playrecord yang mampu menyajikan musik selama 25 menit.
  • Dikenalnya marketing procedur. Di masa ini dikenal adanya konsep straight line marketing system yang merangkaikan kepentingan manufaktur ,distributor, retailer, dan consumer. Di era ini pun semakin disadari pentingnya kontrol sehubungan dengan penyanyi, musisi, studio, dan manufaktur untuk menghasilkan rekaman yang berkualitas.
  • Lahirnya aliran musik rock yang sangat luas dinimkati masyarakat, menyebabkan animo terhadap industri rekaman semakin besar.
Kedua, pada pertengahan tahun 1960-an, industri musik pun masih cukup melambung tinggi. Hal ini didukung oleh beberapa faktor:
  • Penemuan FM Radio menyebabkan kualitas dan daya jangkau pemutaran musik semakin luas. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya penjualan kaset.
  • Keuntungan yang besar dalam bisnis musik menyebabkan pengusaha rekaman berlomba-lomba menciptakan “bintang” dengan suatu rekayasa kerjasama.
  • Perkembangan musik kala itu bermakna lebih dalam karena menyangkut keterlibatan sikap budaya (cultural involvement). Contoh: musik rock merupakan bagian yang cukup vital dalam menyampaikan opini tentang anti perang dan merefleksikan realitas politik/penyimpangan budaya.
Ketiga, Pada tahun 1970-an saat Amerika dilanda krisis ekonomi, perkembangan bisnis musik pun mengalami berbagai hambatan. Semuanya dapat berjalan normal kembali karena terobosan, kreativitas, dan teknologi yang dikembangkan dalam industri rekaman. Salah satu yang menonjol adalah Music Video yang berkembang di tahun 1983. Michael Jackson menjadi ikon perkembangan industri musik kala itu. Kehadiran Music Television (MTV) yang dirilis pada tahun 1981 juga telah membawa pengaruh besar pada perkembangan music recording dewasa ini. Pengaruh MTV sebagai barometer musik dunia mau tak mau mempengaruhi tren musik bagi masyarkat, terutama kaum muda.
Perkembangan Musik di Indonesia
Di luar akar budaya musik tradisonal Indonesia yang telah terbentuk selama ratusan tahun, pada abad XX, perubahan dalam teknologi rekaman dan praktik pemasaran ala Barat mempengaruhi pola produksi dan konsumsi musik di Indonesia. Menurut Sen dan Hill (2001:194-195), alat musik gramofon buatan Amerika diimpor ke Hindia Belanda pada awal tahun 1900-an. Saat itu, menurut catatan sejarah, terdapat tiga perusahaan rekaman milik orang Cina, dua antaranya berada di Batavia dan satu berada di Surabaya. Perusahaan rekaman milik orang Cina ini beroperasi melayani permintaan pasar kecil di kalangan elit perkotaan (Ensikopedi Musik, 1992: 237-238).
Pada tahun 1951, sebuah perusahaan pribumi bernama IRAMA mulai memproduksi rekaman piringan hitam. Pada 1954 perusahaan rekaman REMACO dan DIMITA juga melakukan hal serupa. LOKANANTA, perusahaan rekaman milik negara yang didirikan di Solo tahun 1955 segera mendominasi industri rekaman dalam negeri dan berfokus pada musik-musik Jawa. Dominasinya berlangsung singkat kerena perubahan teknologi pada tahun 1960-an mengakibatkan masuknya perusahaan serta teknik produksi yang baru dalam industri musik di seluruh dunia, termasuk Indonesia (Sen dan Hill, 2001: 195).
Tanggal 17 Agustus 1959 saat Presiden Soekarno membacakan pidato Manifesto Politik, mendesak anak-anak muda untuk melawan kebudayaan dari negara-negara nekolim (Neo-Kolonialisme dan Imperialis Barat) termasuk musik-musik ala Barat yang dianggapngak-ngik-ngok. Kritik ini melahirkan tumbuhnya musik pop Indonesia yang lebih nasionalistis (Sen dan Hill, 2001: 195). Selain itu juga terjadi pelarangan pemutaran musik-musik barat, dan pembakaran kaset yang dinilai mengusung semangat Amerikanisasi dan westernisasi.
Perubahan politik dari Orde Lama ke Orde Baru pada 1965-1966 membuka kembali pasar musik Indonesia bagi produk Barat dan mendorong tumbuhnya berbagai kelompok band pop baru. Lagu-lagu yang sebelumnya dilarang digabungkan dengan aliran musik pop mereka. Lagu-lagu dari grup band Barat seperti Rolling Stone dan Deep Purple, atau dari Indonesia seperti Rollies dan God Bless terus-menerus dimainkan di stasiun-stasiun radio amatir dan pertunjukan konser musik rock di berbagai kota besar di Indonesia selalu dipenuhi penonton (Hatley, dalam Sen dan Hill, 2001: 197).
Pada tahun 1990-an industri musik Indonesia berjaya di Asia Tenggara. Menurut data yang dihimpun Sen dan Hill (2001: 199) dari Euromonitor, International Marketing Data and Statistics (1997), industri musik Indonesia termasuk kecil di dunia, namun tergolong paling besar di Asia Tenggara. Angka resmi tahun 1995 (tidak termasuk bajakan) menunjukkan bahwa total eceran musik rekaman di indonesia mencapai hampir US$ 290 juta, kurang dari US$ 12880 juta angka penjualan di Amerika. Sebagai perbandingan, angka penjualan musik di Filipina hanya 16% dari penjualan di Indonesia, di Singapura hanya 31%, Malaysia 50%, dan Thailand 65%.

[1] Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media dan Budaya Populer (PKMBP) dan Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2MEDIA), Yogyakarta.