Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

PERTAHANAN PAKPAK

PERTAHANAN PAKPAK

Judul yang mungkin tak terbayangkan oleh siapapun dan belum ada yang menulisnya dan google Reader lagi meng Up date dan langsung memantau informasi terbaru judul ini yang muncul di situs- situs yang sudah ditentukan dan menempatkannya di mesin enginenya teratas. Dari Penelitian berbagai sumber juga belum ditemukan judul ini ketika menelusuri buku-buku klasik belum ada yang menguak secara menyeluruh atau sepotong-sepotong sekalipun, entah mungkin juga sang londo-londo lupa menyimpannya di perpustakaan Leiden di Belanda. Tapi karena ketidak mampuan sang Londo meg Islamkan secara total Suku Pakpak Dairi bahkan dari cerita mulut kemulut bahwa meninggalnya Sisingamangaraja XII di Tanah PakPak, dan bahkan kemungkinan Islamnya Sisingamangaraja ada bukti-bukti mendekatkan kepahaman Sisingamangaraja dari mulai pedangnya dan lain sebagainya. dan mengapa hingga ia sampai bergrliya dan sampai tetes darah penghabisan beserta orang-orang pakpak ketika itu. Dan mengapa tidak kompromis saja dan dia Membangun saja Istana Kerajaan yang diinginkan. Dalam karya Klasiknya The Art of War, Sun Tzu berkata: kalau kita tahu tentang musuh kita dan kita tahu tentang diri kita sendiri, kita tidak perlu takut menghadapi ratusan pertempuran.Sun Tzu sendiri terinspirasi kekuatan Islam di negaranya sendiri dan mungkin saja juga sikap survival bagi manusia dalam mempertahankan dirinya Dan yang terpenting dari semuanya adalah the Art of War yang dimaksud Sun Tzu apabila ia hidup pasti mengatakan sejarah Islam adalah suatu Peradaban Fantastis dalam fakta-fakta sejarah Hidup dimasa Rasulullah Saw. Disinilah Perubahan Peradaban manusia sehingga layak menguak sejarah masuknya Islam dan diIslamkannya suku-suku Pakpak Yaitu leluhur nenek moyang kita yang menerima dengan tulus dan memaknakan Islam, coba kita lihat banyaknya bukti-bukti yang akurat tentang Penguatan Islam di Tanah Pakpak. Dalam Hadist Qudsi terurai dan sangat jelas bahwa Ulama,Tokoh –Tokoh Islam Pakpak dimasa lalu begitu memegang Tiga macam Orang yang di Cintai oleh Allah, Dia Ridho kepada mereka dan senang dengan mereka, yaitu :
• Pertama orang yang apabila satu golongan orang mundur dari medan peperangan, ia maju sendiri dengan gigihnya demi karena Allah SWT, adakalanya terbunuh dan adakalanya ditolong oleh Allah dan diselamatkan oleh Allah, maka Allah berfirman (kepada Para malaikatNYa) ” Lihatlah oleh kalian hamba-Ku ini, bagaimana dirinya bertahan dengan sabarnya dimedan peperangan demi karena Aku (Allah).”
• Kedua Orang yang mempunyai istri cantik dan kasur yang empuk lagi baik, lalu melakukan qiam dimalam harinya, maka Allah berfirman” Ia meninggalkan syahwatnya dan justru berzikir mengingat-Ku, seandainya suka tentu ia melanjutkan tidurnya.”
• Ketiga Dan orang yang berada dalam perjalanannya bersama dengan suatu rombongan, ia tetap tidak tidur meskipun mereka tertidur, lalu ia bangun melakukan qiammya dipenghujung malam hari, baik dalam keadaan susah maupun senang ( diketengahkan oleh Thabrani di dalam Kitab Mu’jamul Kabirnya melalui Abu Darda ra. )

Hadist Quqsi diriwayatkan Thabrani diatas adalah Sebuah Pegangan bagi kita sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Pentingnya Pengorbanan dan itu hendaknya kita pertahankan.Sekarang bagaimana dengan kita ketika menghadapi Perubahan zaman . Sudah kah kita Peduli dengan Sesama ? wallahu a’lam bissawab.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "PERTAHANAN PAKPAK"