Home » » SUMBER DAYA PRODUKTIF DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA

SUMBER DAYA PRODUKTIF DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA

SUMBER DAYA PRODUKTIF DAN PERLUASAN KESEMPATAN KERJA




Secara terminology sumber daya mengandung arti segala Sesutu baik itu berwujud maupun tidak berwujud (intangible) yang dapat didaya gunakan manusia untuk mencapai hasil, misalnya ; perlatan, waktu, ketersediaan dn tenaga. Dalam kehidupan ini dikenal tiga macam sumber daya utama yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan (rekayasa teknologi). Ketiga daya ini menjadi sumber daya nasional sebagi kekuatan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.

Sumber daya alam (natural resources) berupa potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi selanjutnya, sumber daya manusia adalah potensi manusia yang dengan akal budinya menemukan cara dengan menciptakan( membentuk nilai) atau nilai tambah  pada setiap sumber daya yaitu; alam, manusia atau sesuatu yang merupakan buatan manusia atau sesuatu yang merupakan buatan manusia itu sendiri melalui penerapan ilmu, sins dan teknologi.
Menurut  ajaran islam sumber daya alam merupakan anugrah Allah kepada sekalian manusia. Manusia diperintahkan untuk menciptakan kemakmuran (Hud/11: 22)  Suber daya alam adalah sumber rezeki. Manusi ditunjukan sumber rezekinya ada pada Sumber daya alam (AlBaqarah/2:22) mereka yang memanfaatkan SDA, tentu saja mereka memiliki kemampuan. Oleh karena itu SDA perlu dikembangkan. Dari teknologi tersebut, dapat dipahami secara umum bahwa sumber daya adalah sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai dalam kondisi dimana manusia menemukannya. Defenisi lain Sumber Daya adalah” Segala anugrah Allah yang harus disukuri, dinikmati dengan penuh tanggung jawab demi tercapainya pengembangan fitrah mnusia secara optimal dengan sepenuhnya memperhatikan kelestarian lingkungan jangka panjang”
             Dari jabir ra berkata rasulullah Saw bersabda,” tiada seorang muslimpun yng menanam tanaman, kecuali apa yang dimakan dan yang dicuri dari tanaman tersebut, baginya adalah pahala sedekah apa yang dimakan binatang baginya adalah pahala sedekah dan apa yang dimakan burung dari tanaman tersebut baginya adalah pahala sedekah. Pahala tersebut tidak dapat dikurangi oleh seorangpun dan baginya (penanam) pahala sedekah. (Hr. Muslim)
 Hal  itu menggambarkn betapa islam sangat menghrgai usaha manusi untuk memakmurkan dan memanfatkan suber daya alam.
Pertanian merupakan industri dsr dn menjadi tulang punggung peningkatan kesejahteraan bangsa. Karena selain menyedikan bahan makanan yang amat penting ia berfungsi menyediakan bahan baku untuk industri hilir.
Peran penting dunia pertnin pada masa dahulu kala hingga pada masa abad pertengahan perkembangan itu di munculkan dan ketika kita telaah pad masa itu muncullah apa yang dimaksud mazhb Physiocratism yakni merek yang mempercayaai adanya hokum alam. Alirn ini memberikn perhatian khusus pada bidng usha pertanian dan memuji jalan kodrat, hingga melarang pemerintah untuk mencmpuri berputarnya roda perekonomian. Menurut mereka hanya alam yang ada isinya, maka pertanian dianggap sebagi dsar pokok dari kehidupan perekonomian yang mendtngkan manfaat bukan adalah pertanin, bukan perdagngan  (ajrn Marktilisme). Pertanian merupakan sumber kemkmuran yang sunguh-sungguh. Sebb, hanya pertninsj yng dpat mendatangkan hasil lebih diatas pembiayaan. Karena lain-lain usaha manusia itu tidak ada yng dapat mendatangkan hasil lebih, maka hanya pertanian yng harus membayar pajak. Karen kaum petani yang paling produktif, maka quenay menganjurkan agar kebijakan-kebijakan yng dimbil oleh pemerintah harus ditujukan terutama untuk mneningkatkan taraf hidup para petani.
Kemakmuran negara dari dahulu sering ditandai  oleh tingginya tingkat efektifitas pertanian. Dinegaar yang miskin  umumnya lebih 60 persen penduduknya bekerja untuk menghasilkan bahan makanan, sedangkan  dinegara-negaar yng relatif kaya jumlah mereka hanya berkisar 12-15 persen saja dan jumlah produksi bahan maakanan sering melebihio kebutuhan dlm negeri sendiri, sehingga dapat di eksport kenegara-negara lain Karena itu negra-negara maju dapat membebaskan sebagian penduduknya dri sector pertnian dn bekerja di sector industri sekuder dan tersier. Ini menunjukn kemmpuan petni dlm menghidupi bangsanya.
Negara dengan kondisi iklim yang cukup baik untuk pertanian cenderung berpenduduk banyak. Itulah sebabnya mengapa delta-delta yang luas dicina dan india berpenduduk banyak dn mengapa pulau jawa di Indonesia dan beberapa bagian di Luzon filiphina berpenduduk sangt padat . Sektor pertanian adalah sumb er ketersediaan pangan dan bahan mentah yng diperlukan dlam proses modernisasi sebuah negara. Dalam perekonomian negara yang sedang berkembangpendatan yang diperoleh dri sector pertanian menjadi dasar permintaan akn produksi industri. Surplus pendptan petani dri barang yang mereka hasilkan menjadi dasar pengeluaran untuk sandang, perumahan dan alat perlengkapan termasuk berbagai barabf sederhana untuk keperluan petani, upuk, pestisida dn juga  mesin- mesin. Terdapat beberp contoh  negara yang menggantungkan perolehan  devisa international pada ekspor pertanian, misalnya Malaysia bergatung pada kter kelp dbn sawit sert hasil hutan. Filiphina bergantung pada gula, kelapa serat pisang-pisangan, Thailand bergntung pada beras jagung dn buah-buahan. Sebelum minyak bumi booming pendapatn ekspor indonsesia pad tahun 70an Indonesia bergantung pada pendapatan dari karet kopi dn kopra. Salah satu peranan sector pertanian dalamPDB yang sekaligus dapat menunjukan kemampuan dalaam menciptakan lapangn kerja. Walaupun telah terjadi transformsi structural pada perekonomian nasional, hingga saat ini perna sector pertbnianb masih menyumbang hamper 25 persen terhadap PDB( produk domestic Bruto).
Untuk menjdikn sector pertanian sebagai induk pembnguan, maka hal itu baru mmungkin terjadi apabila pemerintah mampu membina keterkaitan sector pertnian dengan  sector industri dan sector lain dlm ekonomi. Kererkaitan yng dibina antara sector industri dengan pertanian- sector industri yang memproduksi ribun macm barang-barang konsumsi rakyat dengan menggunakan bahan-bahan mentah pertanian dn masing-masing sector itu mampu melibatkan banyak orng dalam proses produksinya. Merupakan proses peningkatan daya beli yang kukuh dida lm negeri. Untuk itu pemerintah harus mengembangkan sector ekonomi yang memiliki keunggulan komperatif dalam pasar global dengan ekonomi yang recource based, terutaama yang berbasis sumber pertanian.
Sektor tradisional dn informal akan mendapat perhatian, karena sector ini dianggap membuka lapangan kerja dalam berbagai kelebihnnya antara lain sifat kemandiriannya cukup besar, daya tahan tinggi, bersifat padat karya serta mampu menyediakan barang dengan harga rendah.
Disamping pertanian, Alquran juga menyinggung tentang Hutan, hutan tumbuh diderah basah yang banyak turun hujan. Hutan terdiri atas pepohonan yang batangnya menjulang tinggi keatas dengan cabang, ranting dan daun. Dedaunan juga berperan penting mengambil udara yang berisi oksigen dn karbondioksida akar dan cabang dan beranting menghujam ketanah untuk mengabil air dan bahan makanan. Akar juga berperan sebagai penahan pohon agar tidak tumbang. Pohon pun menjdi kokoh.  Dalam hal ini Allah telah memberikan ilustrasi dan analogi kepada manusia bahwa kata-kata yang baik ibarat akar sebatang pohon yang kokoh. Dan juga filosofi Budaya pakpak menyatakan "Tunande I kayu temas “ mengisyaratkan kita bersandar pada kayu yang kokoh artinya kita senantisa merenungkan dari apa yang telah diajarkan oleh rasulullah melalui Alquran menyebutkan “ Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan? Kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang kelangit.(QS Ibrahim/14:24)
Kawasan Hutan di Indonesia di bagi kedalam hutan lindung (30,4juta hektar) pelestrian alam (18.7 juta hektar) kawasan hutan produksi terbatas (30,4 juta hektar) kawasan hutan Produksi tetap(33,1 juta hektr) seluruhnya berjumlah 113 juta hektar. Dengan adanya hutan persediaan air akan terjamin, hidup satwa liar akan berlangsung dengan baik, dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dn mungkin juga menghasilkan bahan tambang. Menurut fungsi hutan di Indonesia di bagi menjadi hutan lindung, hutan produksi, hutan wisata dan suaka.
Untuk itu dituntut pengelolan yang sungguh sungguh dan professional dan bertanggung jawab tidak hanya dari segi finansialnya, tetapi juga pengelolaan sumber hutan secara utuh. Pengelolan hutan ini diarahkan pada tercapainya keseimbangan antara penggunaan dan pengembangan hutan sebagi bagian dari pengelolan sumber daya alam dan mineral.

Thanks for reading & sharing Sidikalang Sidiangkat

Previous
« Prev Post

0 Comments:

Post a Comment

Slide Rekomendasi Artike Blogger

Facebook

FOLLOW US @ INSTAGRAM

 Mengenang Pejuang Vetran Sumut Alm Kapten Basir Angkat
Rajbani Fundation. Powered by Blogger.

Tags

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

About

Valid XHTML 1.0 Transitional

< Text Back Links Exchange
Free Apple TM ani MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com

Recent Posts