Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Satelit cuaca Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) Jatuh Ke Bumi



Satelit cuaca Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik NASA akan jatuh ke Bumi dalam hitungan hari. NASA memperkirakan, satelit tersebut sampai di tanah pada Jumat, 23 September.

Puing satelit seberat enam ton itu berpotensi jatuh di daerah pemukiman padat penduduk dengan kesempatan puing menimpa orang sangatlah kecil, yakni 1:3.200. Penduduk Indonesia boleh bernafas lega karena kemungkinan untuk jatuh di wilayah tanah air sangat tipis.

"Kemungkinan puing menjatuhi wilayah pemukiman kecil sekali," ujar Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, kepada INILAH.COM. "Satelit semacam ini biasanya jatuh melewati ekuator. Mengingat posisi Indonesia berada di ekuator, maka kemungkinan kejatuhan puing (di Indonesia) akan sangat kecil."

Menurut laporan NASA, satelit tersebut akan jatuh di antara 57 derajat lintang utara dan 57 derajat lintang selatan. Setengah puing satelit ini akan terbakar di atmosfer dan sisanya bakal sampai ke tanah. Prof. Thomas menambahkan bahwa sebagian puing dari satelit NASA tersebut akan jatuh ke lautan, gunung dan gurun.

Saat ini, posisi satelit berada di 190 km di atas permukaan bumi dan kecepatan untuk sampai pada titik kejatuhan adalah 120 km. Titik tersebut akan terjadi dalam hitungan hari. Menurut Prof. Thomas, kecepatan kejatuhan puing satelit ikut dipengaruhi sinar matahari.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Satelit cuaca Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) Jatuh Ke Bumi"