Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Casa 212-200 Pesawat Naas






Seluruh penumpang beserta kru pesawat Casa 212-200 milik maskapai PT Nusantara Buana Air (PT NBA) yang jatuh di hutan Bahorok, Sumatera Utara, diduga akibat benturan keras.

"Dugaan sementara kematian seluruh penumpang akibat benturan keras saat pesawat jatuh.(innalilah wainnaillaihi Rojiun)Apalagi kecepatan pesawat jenis Casa ini bisa mencapai 140 knot (setara 259 kilometer per jam)," kata Kepala Badan Search and Rescue (SAR) Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo di Medan, Sabtu, 1 Oktober 2011.

Namun begitu, ia meminta semua pihak untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab tewasnya seluruh penumpang dan kru pesawat tersebut.

Karena untuk memastikan penyebab kematian, mereka masih perlu penyelidikan lebih lanjut dari pihak yang berkompeten dalam hal ini, yaitu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kondisi pesawat saat ditemukan dalam keadaan tidak terbakar, namun mengalami kerusakan di beberapa bagian.

Pesawat dengan register PK-TLF itu terbang dari Bandar Udara Polonia, Medan, tujuan Bandar Udara Alas Leuser Kutacane, Aceh Tenggara. Penerbangan pukul 07.00 pada Kamis dijadwalkan tiba di Kutacane pukul 08.03 WIB. Pesawar buatan PT Dirgantara Indonesia pada 1989 itu ditemukan pada ketinggian gunung sekitar 3.000 meter.

Casa 212-200 yang jatuh di Gunung Kapur, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi ringsek. Pesawat milik maskapai PT Nusantara Buana Air, yang membawa 18 penumpang termasuk kru.

Sejarah Casa
Pada akhir 1960-an, Angkatan Udara Spanyol masih mengoperasikan pesawat kuno Junkers Ju 52 dan Douglas C-47. CASA merancang C-212 sebagai alternatif modern, prototipe pertama terbang pada 26 Maret 1971. Pada 1974, Angakatan Udara Spanyol memutuskan untuk membeli C-212 untuk memordenisasi armadanya.
Ketika maskapai penerbangan sipil melihat keberhasilan tipe ini pada operasi militer, CASA membuat versi komersial sipil yang dikirim pertama kali pada bulan Juli 1975. Sampai 2006 masih tercatat beberapa pesawat ini masih operasional di seluruh dunia termasuk Merpati Nusantara Airlines untuk jalur perintis di Timur Indonesia.

Seri 200

Versi lebih panjang dengan mesin baru diperkenalkan pada tahun 1979. CASA C-212-200 juga populer sebagai pesawat skydiving, dikenal karena mempunyai kapasitas besar, menanjak dengan cepat dan pintu keluar belakang yang besar.
  • C-212 seri 200M - versi militer; dikenal juga dengan nama T-12D di Spanyol dan Tp 89 untuk Angkatan Udara Swedia. Spesialis ASW dan maritime patrol aircraft juga diproduksi untuk versi ini.
  • NC-212-200 - C-212-200 - dibuat di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia.


Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Casa 212-200 Pesawat Naas"