Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Zakat & Pajak












Perbedaan
Pajak
Arti Nama
bersih, bertambah dan berkembang
Utang, pajak, upeti
Dasar Hukum
Al-Qur`an dan As Sunnah
Undang-undang suatu negara
Nishab dan Tarif
Ditentukan Allah dan bersifat mutlak
Ditentukan oleh negara dan yang bersifat relatif Nishab zakat memiliki ukuran tetap sedangkan pajak berubah-ubah sesuai dengan neraca anggaran negara
Sifat
Kewajiban bersifat tetap dan terus menerus
Kewajiban sesuai dengan kebutuhan dan dapat dihapuskan
Subyek
Muslim
Semua warga negara
Obyek Alokasi Penerima
Tetap 8 Golongan
Untuk dana pembangunan dan anggaran rutin
Harta yang Dikenakan
Harta produktif
Semua Harta
Syarat Ijab Kabul
Disyaratkan
Tidak Disyaratkan
Imbalan
Pahala dari Allah dan janji keberkahan harta
Tersedianya barang dan jasa publik
Sanksi
Dari Allah dan pemerintah Islam
Dari Negara
Motivasi Pembayaran
Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Ketaatan dan ketakutan pada negara dan sanksinya
Ada pembayaran pajak dimungkinkan adanya manipulasi besarnya jumlah harta wajib pajak dan hal ini tidak terjadi pada zakat
Perhitungan
Dipercayakan kepada Muzaki dan dapat juga dengan bantu ‘amil zakat
Selalu menggunakan jasa akuntan pajak







Persentase Progresif antara Pajak dan Zakat

Pajak dengan persentase tetap ialah yang telah ditetapkan persentasenya dengan satu ketentuan, meskipun kekayaan bertambah banyak. Sedangkan pajak progresif semakin besar presentasenya sesuai dengan pertambahan kekayaan, seperti 10% untuk ribuan pertama, 12% untuk ribuan kedua, 14% untuk ribuan ketiga, dan seterusnya.
Presentase zakat sudah ditetapkan, tidak dengan persentase progresif, meskipun kekayaan yang dikeluarkan zakatnya semakin besar. Untuk uang misalnya, persentase zakatnya 2,5% baik bagi yang memiliki uang yang mencapai nishab ataupun yang memiliki seribu kali nishab. Apa hikmah di balik itu?

Tujuan pajak progresif adalah untuk mengembalikan keseimbangan dan mendekatkan kesenjangan. Tujuan ini sangat serius diwujudkan dalam Islam, tetapi dengan cara di luar zakat. Sistem waris (harta pusaka), wasiat, larangan riba, larangan penimbunan, dan larangan cara-cara haram lainnya, adalah upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Zakat yang diambil dari orang mampu/kaya dan diberikan kepada fakir miskin, memiliki peran besar dalam mewujudkan tujuan di atas.


Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Zakat & Pajak"