Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Memulai Pembangunan dari Desa ( Matanari)


Sungguhkah anda meresapi lantunan tembang lawas ketika anda masih dijenjang pendidikan dasar sampai saat usia anda sekarang,  mungkin anda masih ingat sang pencipta L. Manik komponis nasional kelahiran tanah pakpak yang melegenda. Judul nya adalah "desaku yang ku cinta" Tak banyak anak generasi sekarang menyanyikannya karena tak hapal bait yang sederana dan mudah diingat, yah begitulah fenomena sekarang.

Sebagaimana judul tulisan diatas senantiasa dirindukan oleh mereka yang tentunya cinta akan kampung halaman leluhur mereka yaitu desa tercinta. Pertanyaanya apakah kita masih perduli dan konsern membangun desa kita? sebuah pertanyaan yang menggugah kita bersama dan kesemua pertanyaan itu juga terarah kepada mereka yang perduli tanpa basa basi. mereka yang ada pada institusi terpenting pengambil kebijakan. Mereka yang memiliki kewenangan penganggaran. Fakta misalnya di Kab. Dairi ketika kita masuk ke desa Matanari Kec. Tiga ligga (sekarang masih dusun secara administratif masuk ke desa ujung teran padahal  layak disebut desa karena desa ujung teran relatif lebih sedikit penduduknya, inilah fakta 100 KK lebih) jalannya sampai sekarang juga belum teraspal sampai ke desa tersebut padahal didinas PU  pemkab. Dairi terdata  jalan tersebut sudah diaspal. masyarakat  desa terus mengeluhkan hal tersebut dan mereka menganggap diskriminasi, apa lagi lampu listrik terkadang kurang arus walau ada arus tapi tak dapat hidup lampunya yang lebih parah lagi adalah lampu sering kelap kelip mati hidup. pantauan kami masih juga padahal hari ini merah desember dan akhir tahun.Sementara itu sekolah hanya ada pada tingkat Sekolah Dasar namun tingkat SMPnya sangat jauh dari desa matanari hingga mereka berjalan 16 kilometer pp setiap harinya dengan jalan yang naik turun hingga sumbul karo kec. tigalingga..Selanjutnya desa matanari adalah salah satu penghasil beras yang berkualitas dan mereka juga penyumbang ketahanan pangan bagi kab. Dairi. sepantasnya ada kepedulian Pemkab Dairi untuk turun langsung walau tahun 2012 ini tidak ada kunjungan kerja  mereka paling tidak ditahun 2013 kita tunggu aksi mereka! bagi Umat Islam khusunya yang ada di kab. Dairi mari kita memberikan menyisihkan dana infak sadokah kita demi sebuah Masjid yang representatif, karena di desa matanari masjidnya juga sangat memprihatinkan sudah bocor dan sangat layak untuk kita renofasi bersama bahu membahu karena desa matanari sangat membutuhkan uluran tangan anda.
Sebuah cerita pekan lalu seorang aktivis penggerak pertanian dari Karo menagis  tersedu di tengah pertemuan konsultasi yang diselenggarkan UNDP di Medan. apa masalahnya, ternyata hingga kini pembangunan pertanian dihadapkan pada keterbatasan dan penurunan kapasitas sumber daya diiringi lemahnya sistim alih teknologi dan kurang tepatnya sasaran. Langkanya akses layanan usaha dan modal, panjangnya rantai tata niaga dan tak adilnya sistim pemasaran, begitu juga rendahnya kualitas dan mentalitas dan ketrampilan sumber daya petani begitu menyedihkan termasuk kelembagaan dan posisi tawar petani. dan lemahnya koordinasi antar lembaga dan birokrasi serta belum berpihaknya kebijakan ekonomi makro. kesemuanya  itu adalah degradasi di tingkat desa, bukan hanya desa matanari di kec. tiga lingga namun hampir merambah disemua tingkatan desa-desa se nusantara. 
Akhirnya tak ada kata lain kita harus membangun dan membangun, bangun anak negeri bangun putra putri pertiwi walau kita didesa yakinlah usaha akan sampai karena didesa tempat lahirku dan ayah bundaku serta handai tolanku segenap tumpah darahku juga tempatku bersemayam di hati dan ditanah airku.


Share this article :
+
Previous
Next Post »
1 Komentar untuk "Memulai Pembangunan dari Desa ( Matanari)"

Kungker Bupati Rencana 28 April 2013, Desa Matanari gunjang ganjing warga desa membicarakannya,Semoga Tindak lanjut tulisan ini menjadi perubahan Nyata Sehingga janji-janji Pemilu Kada Kemarin terealisasikan. Semoga