Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Masjid

MASJID
Pendahuluan
Tepat jam 12 wib pada 17 Agustus 2010 di H U T ke 65 Negeri yang bernama Indonesia. Saya terinspirasi menulis tentang Masjid bukanlah kebetulan belaka tetapi kita tidak melupakan Sejarah Manusia berada dipermukaan Bumi Allah ini. Dimulai dengan Sujudnya manusia Ditanah Tanda Penghambaan kepada Sang Khalik maka Oleh karena itulah di perintahkan untuk Mendirikan Baitulah Rumah Allah..Yang menarik bila kita kaitkan pada hari ini adalah mengapa kita di hari Kemerdekaan ini kita tetap saja upacara yang tidak dibarengi sujud syukur dan lebih terlihat melebihkan Penghormatan bendera. Semoga kita meluruskan niat untuk apa sesungguhnya kita Hormat bendera. walau sekedar symbol ketika kita berpuasa bulan ramadhan ini. kita disibukan dengan suguhan upacara bendera, pengibaran bendera mulai didarat dilaut, digunung, digoa pokoknya mencari tempat2 yang seolah olah itu adalah sebuah Kebangkitan, sebuah semangat yang setelah itu hanya seremonial. Dan ini adalah fenomena yang menggejala di Indonesia. Berangkat dari Itulah sesungguhnya mempersatukan manusia dalam satu Barisan / Jamaah adalah di Mesjid dalam sekup yang lebih luas lihat bagaimana Masjidil Haram sebagai kiblat umat Islam datang dari berbagai Negara untuk beribadah Haji. Artinya Bahwa ada yang lebih luas lagi selain nasionalisme bila kita melihat semangat , Spirit, Subsatansi Proklamasi Indonesia. Bangkitnya Semangat masyarakat Indonesia Atas Rahmad dan Taufiq Hidayah Allah sehingga Penjajahan terhapuskan di bumi pertiwi.
Nah ternyata 65 tahun Merdeka kita telah dikalahkan banyaknya bangunan rumah ibadah umat Nasrani dan isu seputar bentrok di Bekasi baru baru ini mengindikasikan seolah olah mereka di larang beribadah dan mendirikan rumah ibadahnya di wilayah Negara Indonesia. Bagaimana sesungguhnya sikap kita menyikapi ketika secara menyeluruh di tanah tumpah Negara Indonesia ini mereka merasa dijolimi atas hal tersebut? Bukankah mereka begitu diberi keleluasaan mulai dari proses hengkangnya Belanda dan mereka dengan mudah mendapatkan kembali Rumah ibadah di Jogjakarta (di wilayah propinsi lainnya). Sebagaimana penelitian skripsi penulis lakukan tahun 1998. Ini adalah PR bagi kita dari pada kita terus sakit hati dan terpancing oleh cara2 mereka maka alangkah elegannya kita mencoba merenungkan kembali semangat yang ada dalam Alquran dan Hadits Rasulullah tentang Masjid. Dari titik tolak inilah kita mencoba mengisi kemerdekaan ini dengan membangun Masjid serta memakmurkan Masjid-masid ditanah air.

Mesjid dalam Alquran

Dalam Alquran ada dua macam kalimat yang berhubungan dengan Masjid, yaitu Masjid dalam bentuk Mufrad (tunggal) yang terdapat 22 tempat: enam tempat di surah Al Baqarah, 1 di Surah Maidah 2 di surah Al A’ raf, 1 di surah Al Anfal, 4 di surah Attaubah 3 di surah Al Isra’ 1 di surah Alhaj, 2 tmpat dalam surah Alfath 1 di surah Attaubah, 1 di surah Alkahfi. Bentuk jamak dalam kalimat Masjid terdapat dalam enam tempat: 2 di surah Albaqarah, 2 disurah Attaubah, 1 disurah Al Haj, 1 dari surah Al Jin. Dengan demikian maka dalam alquran terdapat 28 tempat yang menyebut masjid
Adapun dari segi isinya maka masjid dalam alquraan dapat dibagi dua yang pertama adalah yang berhubungan dengan mesjid Haram, yaitu ada ada dal 15 tempat, dan tidak berhubungan dengan Masjidil Haram 13 tempat.
Apa Motivasi kita Mendirikan Masjid?

Adapun motivasi kita tidak lain didalam Al-Quran jelas-jelas disebutkan bahwa mendirikan Masjid harus didasari dan didorong oleh taqwa kepada allah SWT.Al Quran Menyatakan “Jangan lah kau sebahyang dalam masjid itu selama-lamanya, sesungguhnya Masjid itu didirikan atas dasar taqwa.(masjid Quba )sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat didalamnya. Didalamnya ada orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih ( At taubah 108) .Itulah masjid yang pertama didirikan rasululah,danmengajarkan agama menghimpun umat. Tetapi orang Munafik tidak suka dengan apa yang dilakukan rasulullah kemudian kaum Munafik dimadinah membangun Masjid tandingan Jelas sekali di Q.S. At_taubah 107 Allah berfirman:” Dan diantara orang Munafik itu ada yang mendirikan masjid karena hendak mendirikan kemudhratan pada orang mukmin, dank arena kekafirannya, begitu pula untuk memecah belah atra orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasulnya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan”. Allah menjadi saksi bahwa sesunggunya mereka itu adalah pendusta dalam sumpah”. Karena yang dimaksud ayat diatas yang berkaitan tentunya dari kedua ayat tersebut adalah orang yang telah memerangi Allah dan Rasulnya sejak dahulu, ialah seorang Pendeta Nasrani bernama Abu Amir ArRahib, yang ditunggu tunggu kedatangannya oleh orang munafik dari siria untuk sembahyang di Masjid yang mereka dirikan, serta membawa tentara romawi yang akan memerangi kaum muslimin. Akan tetapi kedatangan Abu Amir ArRahib ini tidak jadi, karena ia mati di Siria. Nabi dilarang oleh Allah SWT untuk melakukan sholat dalam mesjid itu,bahkan lalu masjid itu dirobohkan.
Dengan itu jelaslah bahwa motif mendirikan Masjid dan meramaikanya adalah hanya taqwa kepada Allah SWT. Tujuan-tujuan lain diluar tujuan taqwa kepada Allah SWT harus dihindari dalam pembinaan dan kemakmuran Masjid itu, apakah itu untuk kepentingan pribadi atau materi idiologi, semua harus dihindarkan.(bersambung)
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Masjid"