Dilema Sang SultanJogya,diantara keistimewaanya..

Festifal Budaya Yogyakarta 1995/6 mewakili utusan Sumatera Utara Kabupaten Dairi Adat Budaya Pakpak.  Dan kita Peduli dengan Budaya tapi hanya sebatas keperluan bukan maksud hidup.  bagaimana Komentar anda?

Post a Comment

2 Comments

  1. eksistensi dari budaya kali ini telah dilucuti pemamfaatan pada saat momentum dari orang-orang opurtunis, nilai kepemudaan yang di kombinasikan dengan kebudayaan dijual demi proyek kepentingan se-pihak.
    tinjau ulang peranan organisasi kepemudaan yang menempelkan nama budaya itu, sejauh mana memperkenalkan ke pada dunia luar, atau tak usah jauh pemeliharaan budaya saja, masihkah.

    "malam berganti pagi,
    saatnya yang tua undur diri.
    sadari pentingnya re-generasi.
    jangan sampai akhirnya jual diri."

    Njuah-njuah

    ReplyDelete
  2. ku terharu membaca sajakmu
    mata berkaca-kaca dgn spiritmu
    wahaiyang muda...
    betapa mahalnya regenerasi itu
    meninggalkan jejak yang jelas
    itupun banyak yang tak mau!

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)