Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Timteng Bergolak

Kita senantiasa terhenyak dengan banyaknya orang dibunuh dalam keadaan tanpa daya, jutaan dipaksa pergi mengungsi tak tentu arahnya. Untuk kesekian kalinya umat Islam ditohok komitmen ukhuwwah Islamiyyahnya yang selalu didengung-dengungkan sebagai ikatan yang paling kuat di muka bumi ini. Ada apa dengan umat Islam? Satu hal, kekuatan Islam selalu berbanding lurus dengan kesehatan gerakan Islam. Dalam sejarah Islam, nyata terlihat peran dan fungsi gerakan Islam sebagai pemandu umat menuju hidup Islami. Disamping itu, gerakan Islam yang tumbuh di saat-saat umat menghadapi kondisi kritis, banyak berperan dalam membendung arus perusakan Islam dan umatnya yang tak henti dilakukan oleh musuh-mush Islam. Mereka laksana kesatuan prajurit yang bekerja di saat-saat prajurit lain tertidur. Tulisan ini mencoba untuk mencari tahu dan menggali apa yang menyebabkan umat Islam pada umumnya dan pergerakan Islam khususnya mengalami kemunduran di berbagai bidang. Diilhami oleh penulis-penulis sebelumnya (Dr. Nu'man dan Dr. Muhsin), Dr. Yusuf Qardhawi membagi kajiannya dalam dua bahasan. Pertama, apa yang menyebabkan kemunduran umat Islam, dan kedua, bagaimana langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Kemunduran Umat --------------- Permasalahan yang dihadapi umat Islam kini bukan hanya sekedar masalah kelemahan yang muncul diberbagai bidang, tapi lebih merupakan lenyapnya kesadaran, hilangnya cita-cita serta semangat yang menjadi ruh umat sebelumnya. Ringkasnya umat Islam telah melupakan Allah, sehingga Allah melupakan mereka (lihat QS. 59:19). Disamping adanya rintangan dari luar (seperti Yahudi dan Nashoro) penulis juga menganalisa tubuh gerakan Islam itu sendiri. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para pendukung gerakan Islam dalam memaksimalkan potensi dan peluang yang ada, di antaranya: lemahnya kritik ke dalam. Gerakan Islam bukan milik perorangan, tapi milik umat Islam secara keseluruhan dan juga milik generasi Islam selanjutnya. Mereka berhak mengetahui seluk-beluk kekuatan gerakan Islam dan titik kelemahannya sebagai suatu pelajaran berharga. Penulis mendeteksi ada sebagian pengikut gerakan Islam yang takut membuka kritik ke dalam. Mereka beranggapan kritik merupakan tindakan pengacau. Mereka juga takut untuk mengkritik pendapat para pemimpin gerakan Islam, khawatir dianggap suka menuduh/berdiri di pihak musuh untuk melawan mereka. Semestinya tidak demikian. Abul A'la Al Maududi misalnya, sebagian tulisannya menerima kritikan dari Abu Hasan An Nadwi. Tapi hal itu tidak membuat Maududi merasa sesak. Ada pula sebagian lain yang takut kalau lawannya mempergunakan kritik ke dalam ini untuk mengacau gerakan Islam dan tokoh-tokohnya, lalu lawan itu mengumpulkan titik-titik kelemahannya, kemudian ditampilkan menurut konsepsi lawan denga dibesar-besarkan tanpa menyebut sumber aslinya. Alasan ini menurut penulis tidak dapat dijadikan "hujjah" untuk menghilangkan kepentingan kritik dan saran. Adanya kritik lisan malah menjaga gerakan Islam tetap berada di rel yang tepat. Ada sebagian anggota gerakan yang sering berpaling dari pemikiran yang tegas berlaku. Dia merasa sempit karena adanya golongan yang berfikir bebas dengan tendensi pembaharuan mereka. Tidak heran jika seorang da'i yang cukup alim seperti Dr. Mustafa As Siba'i mendapat perlakuan di atas, hanya disebabkan beliau menamakan keadilan UU Islam dengan Sosialisme Islam. Padahal ini adalah ijtihad beliau. Langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan ---------------------------------------------- Dalam bagian lain penulis menyodorkan beberapa langkah yang dipandang cukup layak untuk menjadi obat bagi lesu dan melemahnya gerakan Islam menghadapi tantangan dan ancaman masa kini: ==> Pertama, memberikan kesadaran bahwa mereka adalah tumpuan harapan masa depan. Karena itu mereka harus mempunyai catatan kegiatan yang telah dilakukan baik mengenai keberhasilan ataupun kegagalan yang dialami. Karena kegagalan gerakan Islam, bukan berarti habis peranannya. Sebagaimana dikatakan Har Gibb, seorang orientalis, "Gerakan Islam biasanya bergerak cepat dan mencengangkan. Ia muncul dengan tiba-tiba, sebelum pengamat mengetahui gejala-gejalanya. Hal ini menjadikan pengamat maju mundur (ragu-ragu). Gerakan Islam tidak pernah berkurang kecuali krisis kepemimpinan. Yang diperlukan adalah tampilnya Salahuddin yang baru." ==>Kedua, berusaha mendekatkan kelompok-kelompok Islam yang bekerja untuk kejayaan Islam. Tujuan utamanya adalah menampakkan titik-titk kesepakatan yang harus dilakukan bersama dan menutup jalur perpecahan yang memungkinkan timbulnya perselisihan. Anjuran untuk bekerja secara kolektif, teratur dan terencana tidak berarti menyia-nyiakan usaha di luar kerja kolektif. Karena mungkin mereka bisa memberikan suatu pengabdian untuk Islam melalui lembaga atau institusi masing-masing. Disamping itu, Dr. Yusuf Qardhawi juga menyajikan 20 prinsip usaha pengarahan untuk gerakan Islam, di antaranya: - merubah sikap suka berdebat menjadi suka bekerja, - merubah sikap suka provokasi (suka bicara berkobar-kobar) menjadi sikap penyajian ilmiah (sistem pengkajian), - merubah sikap bangga diri menjadi sikap introspeksi, - dan lain-lain. Dan jangan lupa, gerakan Islam akan berhasil bila didukung oleh seluruh massa Islam, dengan Islam dan untuk Islam. Secara singkat, kelemahan gerkan Islam terdapat pada semua segi dan sangat menyeluruh, tidak hanya pada gerakan Islam, tapi melanda seluruh umat Islam. Karena itu penulis menegaskan bahwa perbaikan itu harus dimulai dari diri sendiri (individu), baru kemudian mengajak orang lain. Walaupun begitu, tanda-tanda kemenangan akan lebih besar bila kita tidak berputus asa dari rahmat Allah. Wallahu a'lam bish shawwab.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Timteng Bergolak"