Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

40 hari almarhum Ustaz Jeffry Al Bukhori


Menjadi Sebuah tembang kenangan , Lagu Sepohon kayu, daunnya rimbun. Lebat bunganya serta buahnya. Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya. Barangkali banyak umat yang masih terkenang lantunan merdu itu mengalir dari mulut seorang ustad. Ia, sang ustad yang menarik hati itu, tak pernah terdengar menggurui. Dia berkhotbah seperti sedang berbincang dengan kerabat.

Dia melantunkan ayat suci, dan kadang diselingi dengan lagu yang dinyanyikan dengan suara serak khas.  Gayanya santai. Ramah. Wajahnya terlihat tulus. Setiap kali muncul, dia bak magnet yang menarik jamaah mengalir dari berbagai penjuru. Dakwahnya tak pernah layu.

Jefri Al-Buchory, sang Ustad itu, sungguh tak tergantikan. Dia akrab dipanggil Uje, semacam akronim dari UJ alias “Ustad Jefri”.  Dia kerap memakai bahasa yang populer di tengah warga kota. Guyonannya membunuh jarak antara mimbar dan massa.

Selasa, 4 Juni 2013, keluarga menggelar acara tahlilan 40 hari almarhum Ustaz Jeffry Al Bukhori. Acara tersebut sudah dimulai sejak pukul 19.30 WIB. Lebih dari 1.500 tamu dan jamaah dari dalam maupun luar kota datang.

"Masyarakat sangat mendukung acara ini, baik di Jakarta, luar Jakarta seperti Tasikmalaya, Padang, Sumedang, dan masih banyak lagi. Ada pula tamu yang datang langsung dari Singapura," lanjut Ustaz Muhammad Kardi, kerabat Uje kepada VIVAlife.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "40 hari almarhum Ustaz Jeffry Al Bukhori"