Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Kegenitan berujung malapetaka

Dia adalah Jenderal Al  Sisi ternyata memiliki “hubungan yang kuat dengan para pejabat AS pada tingkat diplomatik dan militer”.
Dia pernah belajar di Washington, menghadiri beberapa konferensi militer di sana, dan terlibat dalam “kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan perang dan operasi intelijen dalam beberapa tahun terakhir”, demikian kata prof  Mumtaz dari Kairo. El Sisi lahir di Kairo pada tanggal 19 November 1954.
Prediksi Soal Tes CPNS 2013
Setelah lulus dari Akademi Militer Mesir pada tahun 1977, ia bertugas di korps infanteri, mendapatkan pengalaman tempur dari Marshal Tantawi dan anggota SCAF dan menjadi perwira tinggi termuda.
Tawfiq Ukasha, menuduh Al Sisi sebagai “orang mereka (Ikhwan)  di Scaf”, dan ada laporan yang juga menggambarkan bahwa istri Al Sisi mengenakan cadar menutupi wajah yang biasa dikenakan oleh beberapa Muslimah konservatif.
Sebagaimana gambaran diatas AL Sisi memainkan peran yang sesungguhnya jauh dari apa yang di gambarkan prof Mumtaz dan Tawfiq apakah kaki tangannya amerika atau ikwan . Apakah pesona publik yang tenang dan  jauh dari tokoh militer yang tegas tampaknya dia mampu memainkan dua peran sekaligus itulah makna kegenitannya yang berujung maut dan malapetaka bagi rakyatnya sendiri.
Setelah ultimatum kepada pemerintah dan lawan-lawannya untuk menyelesaikan krisis di negara itu dalam waktu 48 jam, maka helikopter militer membuat simpati pendemo dengan melemparkan ribuan bendera Mesir di atas para demonstran di Tahrir Square.
Kerumunan para demonstran bersorak menanggapi kejadian itu dengan meneriakan “Rakyat (Sekuler, Nasrani, Kiri dan Syiah)  dan tentara di satu pihak.
Dibutuhkan waktu bagi petinggi elit dimesir jangan sampai egoistis lupa akan makna hakiki nilai-nilai islam yang ditanamkan para pendahulu mereka ditanah para Anbia, sosok mereka tak pantas ditiru dikancah moderenitas era islam kekinian. Tengolah Albaradai cabut dari negeri yang penuh kengerian dari perbuatannya.

Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kegenitan berujung malapetaka"