Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

IAIN Sumut menuju Universitas Islam Negeri 2016


Untuk mendukung perubahan IAIN menjadi UIN pada tahun 2016, sejumlah sivitas akademik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara melakukan studi banding ke UIN Jakarta pada Jum'at (13/06/2014), di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr Al Rasyidin MA, IAIN Sumatera Utara menjelaskan, kehadirannya ke UIN Jakarta untuk mendapatkan masukan dan strategi,  serta teknik yang harus dipersiapkan IAIN Sumatera Utara menjadi universitas. "Kehadiran kami di sini untuk menimba ilmu tentang proses perubahan IAIN dan UIN," ujarnya.
Rombongan yang terdiri atas sejumlah wakil dekan dan pejabat itu, disambut oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Moh Matsna, MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA, Kepala Pustik Panda Dr Husni Teja Sukmana MSc, Kepala Perpustakaan Amrullah Hasbana MA, serta beberapa pejabat lainnya.
“Silahkan tanyakan proses dan langkah apa saja yang harus dilalui untuk menjadi universitas. Di sini juga sudah hadir beberapa pejabat terkait yang mendukung terwujudnya UIN Jakarta, ujar Matsna dalam sambutannya.
Sudarnoto mengungkapkan, mimpin transformasi IAIN Jakarta menjadi UIN Jakarta dirintis sejak masa Prof Dr Harun Nasution menjadi rektor. "Rintisan beliau adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dosen-dosennya untuk belajar ke luar negeri," katanya.
Dijelaskannya, dengan banyaknya dosen yang kuliah di luar negeri, maka UIN Jakarta dapat melakukan kerjasama dan punya jaringan luar negeri. "Kerjasama luar negeri ini penting sebagai titik awal menjadi universitas," terang peraih megister bidang Islamic Studies dari McGill University itu.
meningkatkan kualitas dan daya saing, IAIN Sumatera Utara akan mengirim sejumlah dosen keluar negeri untuk mengikuti berbagai program seperti visiting professor, doctoral research, post doctoral program dan non degree training. Kegiatan ini merupakan implementasi proyek pengembangan empat IAIN yakni IAIN-SU, IAIN Palembang, IAIN Semarang dan IAIN Mataram yang didukung melalui dana Islamic Development Bank.
Demikian disampaikan Ketua Project Implementing Unit IDB untuk IAIN SU, Dr. phil Zainul Fuad, MA kepada wartawan di Kampus II Jalan Willem Iskander, Sabtu (9/3). Dikatakan, kegiatan ini dilaksanakan bersama PIU IAIN lain dan PMU Kemenag. Adapun negera-negara yang menjadi target program ini adalah Mesir, Turki, Saudi Arabia, India, Inggris, Jerman, Belanda, Australia, Malaysia dan Singapura, ungkap Fuad.
Persiapan Menuju UIN
Sementara Rektor IAIN-SU, Prof. Dr. Nur A Fadhil Lubis yang ditemui terpisah menyatakan, program ini dipersiapkan untuk memperkuat kompetensi dosen IAIN dalam rangka transformasi kelembagaan menjadi universitas yang saat ini sedang digodok di Menpan. Menurut Rektor, penguatan kompetensi dosen ini sangat penting sebab dosen menjadi ujung tombak kemajuan sebuah universitas. Kita telah menandatangai Pakta Integritas dengan IDB untuk proyek pengembangan IAIN-SU ini. Sebab, kata dia menyangkut arah pengembangan UIN ke depan, kita tidak ingin terjebak dengan anggapan bahwa menjadi UIN dengan dibukanya program-program studi umum akan memarginalkan studi-studi keislaman. “Justru kita akan perkuat studi-studi keislaman. Karenanya kita perlu melakukan benchmarking dengan melihat universitas-universitas lain di dunia Islam,” jelas Rektor.
Seperti di Malaysia dan Pakistan terdapat International Islamic University yang studi-studi Islamnya begitu kuat. Universitas al-Azhar di Mesir yang terkenal dengan studi keislaman justru juga memiliki studi-studi umum yang cukup bagus. Begitu juga di Turki dan negara-negara lain. Karenanya melalui program pengiriman ke luar negeri ini, para dosen diharap mengambil sisi-sisi positif kemajuan Universitas Islam baik dalam maupun luar negeri untuk dikembangkan di Sumatera Utara, ujarnya.
Internasionalisasi IAIN-SU
Kemudian sisi lain yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan wawasan global para dosem dengan mengikuti perkembangan keilmuan di dunia internasional. Prof Fadhil mengakui antusias dosen untuk mengikuti forum-forum internasional di luar negeri tinggi. Sejumlah dosen telah mempresentasikan paper, menulis jurnal inter luar negeri bahkan menjadi asisten profesor di luar negeri. Dengan adanya proyek IDB ini, kita tingkatkan partisipasi dosen terutama guru besar dan doktor pada forum-forum internasional di luar negeri. Program-program yang didisain memang menuntut para dosen untuk memiliki output yang jelas, seperti publikasi jurnal, buku, makalah yang di presentasi pada forum internasional atau proposal penelitian dengan kemitraan dan kerjasama luar negeri. 
Lebih lanjut Zainul Fuad menjelaskan menyangkut proses pengiriman, bahwa komunikasi dengan pihak-pihak luar negeri sudah intensif dilakukan. “Kita segera merancang pertemuan dengan universitas-universitas di luar negeri untuk membuat MoU,” ucap Fuad. Dikatakan, saat ini PIU sedang merekrut dosen-dosen yang akan dikirim dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Proses seleksi oleh tim khusus yang terdiri dari beberapa guru besar dan unsur pimpinan akan dilakukan mulai 13-18 Maret diikuti dengan Pre-departure Program untuk pemantapan bahasa dan wawasan budaya dan lingkungan akademik negara yang dituju.
Program dimulai bulan Mei sampai Oktober dengan jangka waktu yang bervariasi. Intensitas pengiriman dilakukan selama 4 tahun kedepan. Tahun ini akan dikirim 40 orang.untuk non-degree training diprioritaskan bidang manajemen proyek, manajemen perguruan tinggi, ekonomi Islam, bahasa asing, dan bidang pengembangan masyarakat. “Sedangkan untuk bidang-bidang lain akan dilakukan tahun depan,” ungkapnya.


Maket UIN Sumatera Utara


Konversi IAIN SU menjadi UIN SU dilaksanakan dengan target sebagai berikut:
  • UIN Sumatera Utara menjadi lembaga pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan baik antara ilmu-ilmu agama dan umum.
  • UIN Sumatera Utara menjadi wadah pengembangan bidang-bidang kajian yang dikelola. Perkembangan ini mengambil indikator pertambahan jumlah fakultas dan prodi yang dikelola.
  • Berkembangnya wilayah pengabdian alumni, sebagai konsekuensi logis dari pertambahan jumlah fakultas dan prodi.
  • Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh universitas, dan untuk memenuhi tuntutan stakeholders yang semakin beragam terhadap peran Perguruan Tinggi.
  • Berkembang dan terpeliharanya nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap identitas budaya, tradisi, dan agama yang merupakan kekayaan warisan budaya manusia.
  • Terbinanya fondasi yang lebih kuat untuk pengembangan budaya manusia yang otentik dan universal berlandaskan pada nilai-nilai Islam.
  • Terwujudnya pendidikan yang mempertemukan pelbagai budaya dan tradisi dalam hubungan satu sama lain, tertanamnya semangat keberagaman/ kemajemukan, dan meningkatnya hak-hak manusia untuk memelihara identitas masing-masing dalam dialog kreatif secara timbal balik.(piu.iainsu.ac id./uin jkt.ac.id)

Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "IAIN Sumut menuju Universitas Islam Negeri 2016"