Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Mengenang 111 tahun Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy (10 Maret 1904-2015)

Ini Adalah Unduhan status facebook Prof. Moch.Nur Ichwan dengan fanspage MNI yng sangat inspiratif dalam rangka mengenang Prof. TM Hasbi Ash shiddieqy.

 "Sebagaimana ulama, pendapat-pendapat Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy ada yang progresif ada pula yang konservatif. Pemikirannya pun mengalami pergeseran-pergeseran. Namun, pendapatnya tentang keniscayaan ijtihad dan keterbukaan dalam menerima kelompok "minoritas dalam Islam" masih sangatlah relevan". ungkap Prof. Moch.Nur Ichwan



fanspage di bawah ini kita diajak untuk mengkritisi dan meneliti lebih jauh tentang kutipan pernyataannya. berikut  gambar dan tanggapan sampai pada akhir melihat situs Mc Gill 


AA :   Buktinya mana pak Moch Nur Ichwan? adakah bukunya yg mengulas khusus riwayat              imam bukhori muslim dari golongan tersebut di atas

MNI :   Abdul Aziz: Kutipan verbatim di atas dari pidato pengukuhan doctor HC dalam Ilmu             Syariah di Universitas Islam Bandung pada 22 Maret 1975, yang berjudul "Ruang                  Lingkup Ijtihad para Ulama dalam Membina Hukum Islam". Saya belum tahu apakah             Hasbi membahasnya secara khusus. Sebenarnya hal ini bukan hal baru di kalangan      para ahli hadits. Anda bisa baca diskusi2 tentang hal ini misalnya     di http://www.ahlalhdeeth.com/ atau http://majles.alukah.net/. Rawi Mu'tazilah: misalnya 'Amr bin 'Ubaid. Rawi-rawi Ibadhi (Khawarij moderat): Imran bin Hattan, Jabir bin Zaid al-Azdi, al-Walid bin Katsir al-makhzumi, Ikrimah Maula Ibn Abbas. Rawi-rawi Syi'ah: Ibad bin Ya'qub al-Rawajini, Ubaidullah bin Musa al-Kufi, Aban bin Taghlib, 'Adi bin Tsabit, Abdul Malik bin A'yan al-Kufi, Auf bin Abi Jamilah, Ali bin Ja'd, Fithr bin Khalifah al-Makhzumi, Muhammad bin Fudhail, Sa'id bin 'Amr, Khalid bin Mukhlid al-Qathwani. Banyak banget ya? Bahkan al-Qathwani disebut "min kibari syuyukhi al-Bukhari" (termasauk salah satu guru besar al-Bukhari). Sebenarnya Hasbi kurang, belum menyebut golongan Qadariyah, yang lebih banyak lagi. Silakan yang tertarik meneliti lebih jauh.

L L : saya penasaran, apakah ada biografi orang per orang yg menyampaikan matan hadits? misalnya si fulan hidup tahun berapa lalu riwayat hidupnya gimana. Masalahnya selama ini kita cuma dikasih tahu matannya saja dan dari si fulan dari si fulan lain tanpa tahu dgn pasti siapa saja orang-orang ini.

Mbak Luthfa Lathiff: Ada. Biasa disebut kitab-kitab jarh wa ta'dil. Misalnya Mizan al-I'tidal, Tahdzib al-Kamal, Tahdzib al-tahdzib.

Lebih jauh lihat Tesis MA Yudian Wahyudi di McGill university
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk " Mengenang 111 tahun Prof. TM Hasbi Ash-Shiddieqy (10 Maret 1904-2015)"