Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

Raih Peluang...

MERAIH PELUANG ? (BUNG…KUS)

Indonesia adalah Negara kepulauan terdiri atas 17.504 pulau dengan keragaman dan kekayaan budaya bangsa. Terdapat 1.068 suku bangsa, dan berkomenikasi dengan 665 bahasa daerah diseluruh Nusantara. Kemudian jika kita lihat karunia yang melimpah dari sumber daya alam, Flora Fauna mencakup seluruhnya berjumlah 3.025 dan tumbuhan berjumlah 47.000 . 12% dari seluruh species didunia. Jika kita hitung semuanya betapa semestinya rakyat Indonesia mensyukuri (alhamdulillah)apa yang dihamparkan dibumi kita yang sangat-sangat kaya . namun bagaimana kenyataanya tidaklah demikian dengan kenyataanya seolah tidak berdampak pada hajat hidup orang banyak. Bukan maksud menyalahkan para Pemimpin Bangsa kita yang gagah perkasa dengan kekuasaannya, atau dengan apologetiknya yang tersistimatis.
Hanya saja sebagai anak bangsa idealnya kita tidak terjajah lagi dari segi pemikiran pembodohan yang tersistimatis, rekayasa yang didalangi oleh mereka yang haus akan kekuasaan, kepentingan pribadi dari pada kepentingan hajat hidup masyarakatnya. Pragmatisme kebijakan yang mejerat rakyat bahkan memeras darah dan menghisapnya adalah suatu masalah yang sangat mendasar betapa akhirnya kita melihat vampire yang dulu hanya cerita menjadi kenyataan didepan mata. Hal ini setidaknya menjadi bebalnya hati generasi sekarang terhadap respon positip nilai keagamaan yang ditransformasikan tercueki bahkan akhirnya bersikap negative thinking
Apa memang sejauh itu sudah menggejala di Indonesia dengan carut marutnya segala sistim dimasyarakat kita? Tentunya kita punya harapan dan peluang untuk meraih kemenangan dengan mengoptimalkan Spritualitas bangsa yang selama ini masih setengah hati, bahkan hampir terdegradasi.
Kenyataannya ketika kebekuan dan ketidak seimbangan dalam segala aspek kehidupan maka perlunya jiwa dibangkitkan dengan menghancurkan kesombongan diri yang selama ini merasuk di diri kita masing-masing. Apalagi kita sangat haus dan merindukan sosok Pemimpin sejati yang begitu di cintai oleh rakyatnya karena kesolehan, kedalaman ilmu islammya, pemahaman siasyah islam utuk melidungi kepentingan islam dalam rangka equilibrium dunia. Dan Menghantarkan rakyatnya menuju gerbang yang trasparan bahwa tidak layak hidup bermegah-megah dan cinta dunia tapi cinta akhirat dengan mentradisikan kader-kader anak bangsa yang tangguh dimasa –masa depan dan mewariskan kekuatan keislaman yang kenal dan paham kebahagian dan kejayaan hanya ada dalam agama islam yang sempurna. Sehingga tidak memfokuskan berantas kemiskinan tapi yang hakiki adalah bagaimana memberantas kemiskinan hati, yang selama ini kita tercabik-cabik oleh ketidak pastian bahwa semua dalam rangka kepedulian kita antara sesama dengan saling mengingatkan bahwa dunia kita bangun bukan untuk pribadi, keluarga kita saja tapi untuk umat manusia secara keseluruhan,
Meraih peluang dengan jalan kreatif bukan hanya mengakali atau menyiasati industri, ekonomi yang sebadan dengan itu, namun kreatif yang menurut pemahaman Dunia Tercerahkan era masa depan adalah memberi dan senatiasa memberi secara istiqomah penalaran perekonomian yang saling sharing dan terwujud dalam syariah islam yang tersebar dari seluruh aktifitas sehari-hari. Nah meraih peluang kreatif dimasa depan tidak melulu hak-hak milik intlektual bukan lah softwearnya tapi didalam hati bukan didalam otak/ brainnya saja mana mungkin kita menyerahkan segala sistim dengan mesin- mesinnya saja. Jadi dengan demikian kita bisa katakan dan terbantahkan pola pemikiran yang ada ketika mengatakan asset berupa ide-Ide adalah ide itu sendiri dan berdiri sendiri.
Maka Sesungguhnya kita hidup hanya meraih peluang apakah hidup kita mau mewariskannya dalam bentuk amalan yang sepanjang hayat dikenang dan diteruskan atau kita hanya menekankan untuk kalangan sendiri, hak milik intlektual yang lainnya cari sediri atau bayar upeti. Oleh karena itu meraih peluang sesungguhnya diera masa depan lebih condong pada sistim syar’i islam yang mementingkan bagi hasil dan hasil akhir ketika meninggalkan duniapun kita rela serela-relanya.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Raih Peluang..."