Tanah Pakpak.. Tanah Leluhur

tAKHRIJUL hADITS

(( مَنْ أهانَ السُّلطَانَ أَهَانَهُ الله )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن ) lanjutan hadist hasan.
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النبي - صلى الله عليه وسلم - ، فقال : يَا رسولَ الله حسن رواه ابن ماجه وغيره بأسانيد حسنة ، دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ إِذَا عَمِلْتُهُ أحَبَّنِي اللهُ وَأحَبَّنِي النَّاسُ ، فقال : (( ازْهَدْ في الدُّنْيَا يُحِبّك اللهُ ، وَازْهَدْ فِيمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبّك النَّاسُ )) حديث
• Syaikh Al Albani berkata, ''Hadits ini shahih atau sekurang-kurangnya berderajat hasan dengan syahid (riwayat lain) hadits yang mursal, dan riwayat-riwayat lain yang berhubungan dengan hadits tersebut". Hadits syahid berderajat mursal dengan sanad jayyid (bagus) yaitu: "Berbuatlah zuhud, niscaya engkau akan dicintai Allah, dan adapun kepada manusia, maka berbuatlah demikian kepada mereka, niscaya mereka akan mencintaimu". (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam Al Hilyah (8/41). Hadits tersebut juga dihasankan oleh An-Nawawi, AI Iraqi, dan Al Haitsami. Lihat Ash-Shahihah hadits no. 944).
Takhrijul Hadits

A.Pengertian

Kata takhrij adalah bentuk masdar dari fiil madhi “kharaja yakhruju takhrijan berarti mengeluarkan sesuatu dari tempatnya.
Pengertian takhrij menurut ahli hadis memiliki 3 macam pengertian yaitu :
1. Usaha mencari sanad hadis yang terdapat dalam hadist karya orang lain. Yang tidak sama dengan sanad yang terdapat dalam kitab terebut
2. Suatu keterngan bahwa hadist yang dinukilkan ke dalam kitab susunannya itu terdapat kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya. Misalnya, penyusun hadist mengakhiri penulisan hais dengan kata-kata : “akhrajul Bukhari” artinya hadis yang dinukilkan itu terdapat di kitab Jamius Sahih Bukhari. Bila ia mengakhirinya dengan kata Akhrajuk muslim berarti hadis tersebut terdapat dalam kitab Sahih Muslim
3. Suatu usaha mencari derajat, sanad, dan rawi hadis yang tidak diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu Kitab. Misalnya :
• Takhrij Ahadisil Kasysyaaf karya Jamaluddin Al Hanafi adalah suatau kitab yang mengusahakan dan menerangkan derajat hadis yang terdapat dalam kitab tafsir alKasysyaaf oleh pengarangnyatidak menerangkan derajat hadistnya, aapakah sahiih ,hasan atau lainnya.
• Al Mugny an Hamlil Asfar karyaa Abdurrahim al Iraqy adalah kitab yang menjelaskan derajat-derajat suatu hadist yang terdapat dalam kitab Ihya ulumuddin karya Al Gozaly.

B. Apa manfaat kita mempelajari Takhrijul Hadist

Ada beberapa manfaat yang dapat kita petik dari mempelajari takhrijul hadist antara lain adalah sebagai berikut;
1. Memberikan informasi bahwa suatu hadis termasuk hadist sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun sanadnya.
2. Memberikan kemudahan bagi orang yang mau mengamalkan setelah tahu bahwa hadis adalah Hadis makbul (dapat diterima), Dan sebaliknya tidak mengamalkannya apabila diketahui bahwa suatu hadis adalah mardud (tertolak).
3. Menguatkan keykinan bahwa suatu Hadis adalah benar-benar berasal dari Rasulullah yang harus kita ikuti karena adanya bukti-buukti yang kuat tentangh kebenaran hadis terebut, baik dari segi sanad maupun matan.

C. Kitab kitab yang diperlukan dalam takhrij

Adapun kitab-kitab yang pertama adalah

1. HIDAYATUL BARI ILA TARTIBI AHADISIL BUKHARI
Penyusun kitab ini adalah Abdurahman ambar al misri atTahtawi kitab ini disusun khusus untuk mencari hadist hadis yang termuat dalam Sahih al bukhari. Lafal-lafal hadist disusun menurut aturan urutan huruf abjad arab, namun hadist-hadist yang dikemukakan secara berulang dalam sahihnbukhari tidak dimuat seccara berulang dalam kamus diatas. Dengan demikian perbedaaan lafal-lafal dalam matan hadist riwayat al bukhari tidak dapat diketahui lewat kamus tersebut.

2. MU`Jam AlFazi wal a ssiyyama al garibu minha atau firis litartibi ahadis sahih Muslim

Kitab Tersebut merupakan salah satu juz yakni juz ke V dari kitab Sahih Muslim yang dissunting oleh Muhammad abdul Baqi , jus V ini merupakan kamus teradap Jus ke I-V yang berisi:
a. Daftar urutan judul kitab serta nomor hadis dan jus yang memuatnya
b. Daftar nama para Sahabat Nabi yang meriwayatkan Hadist yang termuat dalam sahihh Muslim
c. Daftar awal matan hadist dan bentuk sabda yang tersusun menurut abjad serta diterangkan nomor-nomor hadis yang diriwayatkan oleh bukhari, bila kebetulan hadist tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari.

3 Miftahus Sahihain

Kitab yang disusun oleh Muhammad Safii bin Mustafa al Tauqiah. Kitab ini dapat digunakan untuk mencari hadist-hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan diriwayatkan oleh Muslim. Akan tetapi hadist-hadist yang dimuat dalam kitab ini hanyalah hadist-haist yang berupa sabda nabbi (Qauliyah) saja. Hadist-hadist tersebutt disusun menurut abjad dari awal lafal matan hadist.

4. Al bughyatu fi tartibi ahadasi al hilyah

Kitab ini disusun oleh Sayyid abdull aziz bin Al sayyid muhamamad bin Syyid Al Qammari. Kitab hadis tersebuut memuat dan menerangkan hadist-hadist yang tercantum dlam kitab yang disusun Abu Nuaim al Asabuni (W 430 H) yang berjudul hilyatul auliyai wababaqatul asfiyai. Sejenis kitab tersebut diatas adalah kitab Miftahut tartibi li ahadisi tarikhil khatib yang disusun oleh Sayyid as Siddiq alQamari yang memuat dan menerangkan hadist-haddist yang tercantum dalam sejarah yang disusun oleh abu Bakar bin ali bin Subit bin Ahmad Al –bagdadi (4 jilid)

5. Al Jamius Sagir

Kitab ini disusun oleh imam jalaludin Abdurrahman As Suyuti (w 91 H).Kitab kamus Hadis tersebut memuat hadist-hadist yang terhimpun dalam kitab himpunan kutipan hadis yang disusun oleh Assuyuti. Juga kitab JamUl jawani Hadis yang dimuat dalam kitab jamius Sugir disusun berdasarkan urutan abjad dari awaal lafal matan hadist. Sebagaian dari hadis-hadis itu ada yang dituliss secara lengkap dan ada pula yang tertulis sebagian sebagaian saja, namun telah mengandung pengertian yang cukup.
Kitab hadist tersebut juga menerangkan nama nama sahabat nai yang meriwayatkan hadis yang bersangkutan dan mana-nama Mukharijnya selain itu, hamper setiap hadis yang dikutip dijelaskan kualitasnya menurut penilaian yang dilakukan atau disetujui oleh Assuyuti.

6. Almujam Al Mu fahras li alfazil hadis nabawi

Penyusun kitab ini adalah sebuah tim dari kalangan orientalis. Diantara anggota tim yang paling aktif dalam kegiatan proses penyusunan ialah Dr. Arnold john Wensinck (w1939) seorang professor bahasa-bahasa semit, termasuk bahasa Arab di Universitas Leiden, Negri Belanda.
Kitab ini dimasksudkan untuk mencari Hadist berdasarkan petunjuk lafal Matan Hadist.Berbagai lafal yang disajikan tidak dibatasi hanya lafal-lafal yang berada di tengah maupun dibagaian lain dari matan hadist. Dengan demikian, kitab Mujam mampu memberikan informasi kepadaa pencari matan dan sanad Hadis asal saja sebagian dari lafal matan yang dicarinya itu telah diketahuinya.
Kitab mujam ini terdiri dari Tujuh juz dan dapat digunakan untuk mencari hadist-hadist yang terdapat dalam sembilan kitab Hadist yakni; Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu daud, Sunan Turmuzi, Sunan Nasai, Sunan inu Majah, Sunan Daromi, Mawatta Ibnu Malik, Dan Masnad Ahmad.

D. Cara Melaksanakan Takhrijul Hadist

Secara garis besar Menakhrij hadist (Takhrijul Hadist) dapat dibagi menjadi dua cara dengan menggunakan kitab-kitab sebagaimana telah disebutkan diatas. Adapun macam cara Takhrijul Hadist yaitu :

1.Menakhrij hadist telah diketahui awal matannya, maka hadist tersebut dapat dicari atau ditelusuri dalam kitab-kitab kamus Hadist dengan dicari huruf awal yang sesuai diurutkan dengan abjad.
Contohnya hadist Nabi “ Laisa Syadidu Bissur ah.” Untuk mengetahui lafal lengkap dari penggalan matan tersebut langkah yang harus dilakukan adalah menelusuri penggalan matan itu pada urutan awal matan yang memuat penggalan matan yang dimaksud. Ternyata Halaman yang ditunjukan memuat penggalan lafal tersebut adalah halaman 2014. Berarti lafal yang dicari berada pada halaman 2014 juz Iv setelah diperiksa, maka diketahui bahwa bunyi lengkap matan hadst yang dicari adalah ” An abi hurairata annna rasululahi sallallahu alaihi wasalam qala : laisa syaddidu bisyurati innaama syadidu allaji yamliku nafsahu indal ghaib” artinya : ( Hadist ) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah bersabda (ukuran ) orang yang kuat (Perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi, tetapi yang disebut orang yang kuat itu adalah orang yang mampu meuasai dirinya tatkala dia marah”
Apabila hadist tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah, maka sesudah lafal matan dan nama sahabat periwayatan hadist yang bersangkutan ditulis, nama Imam Muslim disertakan. Biasanya kalimat yang dipakai adalah “ Rawahu Muslim” Nama sahabat periwayatan hadist dalm contoh diatsa adalah Abu hurairah, dapt pula ditulis sesudah Muslim dan tidak ditulis diawal matan, kalimat yang dipakai berbunyi “ Rawahu Muslim an abi Hurairah”
Dalam Kitab Sahih Muslim dicantumkan dicatatan kaki sebagaimana lajimnya.
Kaus yang disusun oleh Muhammmad Fuad Abdul Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadist nabi yang dalam bentuk selain sabda bahkan hadist yang berupa sabda pun tidak disebutkan seluruhnya. Contoh: “yassiru walatu`assiruu “Al Hadist. Lafal hadist tersebut tidak termuat dalam kamus, padahal Sahih Muslim memuatnya dalam juz III halaman 1359, nomor urut hadist 1734. Hadist yang memuat dalam kaamus adalah Hadist yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama dengan nomor urut hadist 1733 lafal bunyi :” “yassira walatu`assira”
2.Menakhrij dengan Topik Masalah (Takhrijul Hadist bil Mundu`i)
Upaya untuk mendapatkan atau mencari hadist terkadang tidak didasarkan pada lafal matan (materi) hadist, tetapi terkadang tidak didasarkan pada topic masalah. Pencarian matan hadist berdasarkan topic masalah sangatlah menolong pengkaji hadist yang ingin memahami petunjuk-petunjuk hadist dalam segala konteksnya. Pencarian matan hadist berdasarkan topic masalah tentunya dapat ditempuh dengan cara membaca berbagai kitab himpunan kutipan hadist, namun berbagai klitab itu biasanya tidak menunjukan teks hadist menurut para periwayatannya masing-masing. Padahal untuk memahami topic tertentu tentang petun juk hadist, diperlukan pengkajian terhadap taks-taks hadist menurut periwayatannya masing-masing. Dengan bantuan hadist tetentu, pengkajian taks dan konteks hadist menurut riwayat dari berbagai periwayatan akan mudah di lakukan. Salah satu Kamus Hadist adalah “ MIFTAHU KUNUJISSUNAH” kamus ini disusun berdasarkan topic masalah. Pengarang aslinya adalah Dr. A. J Wensinck (wafat 1939 m) Seorang oreantalis yang besar jasanya daunia perkamusan hadist. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian terdahulu, Dr A. J Wensinck adalah juga penyusun utama kitab kamus hadist “ Muhjam mufahrasu li al fazil hadist nabawii” bahasa Asli dari kitab Miftah khunuzis sunanah adalah bahasa Inggriss dengan Judul “ A Handbook of Early Muhammadan” kamus hadist yang berbahasa inggris tersebut diterjemahkan kedalam bahasa Arab sebagaimana tercantum diatas oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi. Muhammad Fuad tidak hanya menerjemahkan saja tetapi juga mengoreksi berbagai data yang salah. Naskah yang berbahasa inggris diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1927 dan terjemaahannya pada tahun 19343. dalam Kamus hadist tersebut dikemukakan berbagai topic baik yang berkenaan dengan masalah yang berkaitan ndengan petunjuk nabi, maupun yang berkaitan dengan masalah nama. Untuk setiap topicnya biasanya disertakan beberaapa sub topic , dan untuk setia sub topic dikemukakan data Hadist dan kitab yang menjelaskannya, Berarti lafal yang dicari berada pada halaman 2014 Juz IV, Sebagaimana di terangkan terdahulu.
Untuk memperlancar pencaharian Hadist berdasarkan Topik tersebut perlu dilakukan praktek pencarian hadist berdasarkan data yang dikemukakan oleh kamus, artinya perlu ditegaskan kembali bahwa berbagai hadist yang di tujukan oleh kamus Miftahu kunujissunnah belum dijelaskan Kualitasnya, untuk mengetahui kualitasnya perlu penelitian Tersendiri.
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "tAKHRIJUL hADITS"